The Diary Game [Jum'at, 14 Maret 2025:Menyempatkan Ngabuburit Produktif]
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam hangat Steemian semua
Hari Jum'at tanggal 14 Maret yang menyusun hari untuk beraktivitas. Puasa yang memasuki pertengahan bulan telah dilewati. Teramat banyak waktu yang terbuang sia-sia. Selayaknya, bulan ramadhan yang menjadikan pribadi lebih baik. Namun, realitasnya puasa menjadikannya tempat ternyaman untuk bermalas-malasan. Esensi ramadhan yang baik itu gugur oleh kebiasaan buruk.
Aktivitas yang teramat banyak terhenti di pembaringan dari pagi hingga siang hari. Aktivitas pun mulai diciptakan saat memasuki sore hari yang sepantasnya untuk menciptakan hal-hal yang lebih produktif. Selepas tubuh tidak digerakkan begitu lama. Banyak orang menyebutnya dengan ngabuburit. Terlepas, apakah semua komponen masyarakat menyebutnya dengan bahasa tersebut atau bukan.
Aktivitas ngabuburit dilakukan untuk menunggu adzan magrib berkumandang. Saya mulai mengambil gunting tanaman. Aktivitas di kebun sayuran untuk memanen dan menanam ubi jalar ungu dikerjakan. Ubi jalar ungu yang telah lama tumbuh telah layak untuk di panen. Saya mulai memotong batang ubi jalar ungu dengan ketelitian. Sebelumnya, saya telah mengambil pucuk daun untuk dijadikan lauk di kemudian hari.
Batang ubi jalar ungu sepenuhnya telah di potong. Saya mulai mengais tanah secara perlahan dengan penuh kehati-hatian. Walaupun pada akhirnya teramat banyak pohon yang tidak memiliki ubi karena mati oleh ulah semut merah. Setidaknya, ubi ungu yang di panen masih menampakkan hasilnya. Saya mengumpulkan ubi ungu ke dalam plastik bekas. Serta memasukkan sisa daun dan batang ubi jalar ke dalam planter bag komposer.
Proses panen ubi ungu telah rampung dikerjakan. Saya mulai menyusun kembali media tanam agar lebih rapi. Memotong setiap batang ubi jalar untuk di tanam kembali. Menggemburkan tanah agar pertumbuhan ubi ungu lebih optimal. Penanaman ubi ungu dikerjakan dengan penuh kasih sayang agar pertumbuhannya baik. Proses penanaman ubi jalar telah rampung dikerjakan.
Waktu perlahan telah berganti dan tibalah saatnya menunggu suara adzan. Hasil panen sore ini memberikan kesan tersendiri. Walaupun jumlahnya tidak terlalu banyak dan ukuran ubi tidaklah besar. Serta jumlah pucuk daun ubi jalar yang banyak. Saya mensyukuri atas nikmat yang telah diberikan. Setidaknya, kedua hal ini dapat dimanfaatkan untuk berbuka maupun sahur dilain waktu. Manusia hanya mampu berusaha dan Tuhan lah yang menentukan nasib baik hamba-nya.
Itulah tulisan yang dapat saya bagikan kali ini. Semoga tulisan ini menghadirkan inspirasi untuk giat menanam. Terima kasih atas kunjungan dan dukungannya...




Terima kasih atas hasil verifikasinya🔥🎉