Akhir long weekend

Hagoe's Village: June, 29th 2025
Hari ini adalah hari terakhir long weekend pada bulan ini, dan ini merupakan kesempatan bagiku untuk melanjutkan kegiatanku membereskan kebun kami, karena besok akan memasuki hari kerja normal kami sebagai ASN dalam Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.
Tidak ada agenda untuk jalan-jalan meskipun ini sudah memasuki masa liburan anak sekolah. Lagian masa liburan anak sekolah masih lama, sehingga liburan long weekend ini aku memfokuskan untuk membereskan kebun kami.
Si kecil bermain sepeda. Video reelsAnak-anak punya waktu luang yang banyak ketika musim liburan sekolah tiba, dimana pada hari biasanya anak-anak sudah siap untuk menuju ke sekolah mereka di pagi hari. Tetapi selama masa liburan sekolah, mereka bahkan sering telat bangun di pagi hari, dan sehari-harinya biasanya mereka lebih banyak bermain atau nonton.
Pagi ini si kecil Alvira sudah bangun sejak pagi untuk melakukan sholat subuh. Tetapi bukan untuk bersiap-siap ke sekolah. Dia segera membawa keluar sepeda dari rumah dan membawanya ke jalan untuk bermain sepeda di pagi ini.
Walaupun bermain sendirian, si kecil Alvira terlihat cukup happy. Dan aku mengawasinya dari jauh ketika dia bermain sepeda, karena terkadang ada motor atau mobil yang ugal-ugalan yang lewat di jalan depan rumah kami.
Meskipun jalan di depan rumah kami cukup rusak akibat seringnya terjadi banjir selama ini, tetapi terkadang ada saja para pengemudi yang mengendarai kendaraan mereka dengan ugal-ugalan, terutama anak-anak ABG.
Daun singkong untuk sayur hari iniAku membersihkan rerumputan yang masih tersisa di kebun kami di pagi ini. Sarapan pagi ku pun dibawa oleh istriku ke kebun ketika aku sedang bekerja membereskan kebun kami.
Sebelum matahari mulai panas terik, aku berusaha menyirami tanaman-tanaman yang ada di kebun dan juga membersihkan rerumputan yang masih ada di kebun.
Yah, petik daun singkong lah..! Pinta istriku yang menyusul aku di kebun.
Aku pun memetik daun singkong yang ada di kebun karena istri mau memasak gulai daun singkong (peuleumak oen ubi) sebagai salahsatu menu makan siang kami hari ini.
Daun singkong ini akan dimasak dengan santan kelapa dan diberi sedikit udang atau ebi agar rasanya lebih nikmat.
Si kecil bermain di HammockSaat aku sedang membersihkan kebun dan istriku sedang menyiapkan daun singkong untuk sayur, si kecil Alvira bermain sendirian di Hammock yang ada di kebun kami.
Sejak pagi si kecil Alvira telah melakukan chatting dengan sepupunya untuk bermain di hari ini. Tetapi sampai menjelang tengah hari, sepupunya belum datang juga.
Si kecil Alvira pun harus berpuas diri bermain sendirian di kebun, sambil sekali-sekali membantuku membersihkan kebun kami.
Makan siang di kebun. Video reelsSetelah istriku memasak dan menyiapkan menu makan siang kami di hari ini, dia membawanya ke kebun agar kami bisa makan siang bersama di kebun kami yang berada di pinggir sungai.
Bapak mertuaku yang sedang berada di rumah kami juga ikut makan siang bersama di kebun pada siang ini.
Walaupun dengan menu sederhana yang berasal dari hasil kebun sendiri, kami makan siang bersama dengan rasa senang dan bahagia, sambil menikmati suasana alami sebagai mana layaknya kehidupan di pedesaan.
Foto acara pesta pernikahan kerabat kami di Medan. Sumber WA adik iparBapak mertuaku masih berada di rumah kami sampai besok pagi, karena ibu mertuaku masih berada di Kota Medan untuk menghadiri acara pesta pernikahan salah seorang kerabat kami disana.
Hari ini pesta pernikahan tersebut baru berlangsung di Medan dan kemungkinan nanti malam ibu mertuaku baru tiba kembali di rumahnya, sehingga bapak mertua tetap berada di rumah kami sampai ibu mertuaku sudah berada kembali di rumahnya.
Aku dan istriku tidak bisa ikut serta menghadiri acara pesta pernikahan tersebut, dan telah mewakilkannya dengan kehadiran anak sulung kami yang membawa kado dari kami.
Kami hanya bisa menyampaikan salam kepada tuan rumah melalui video call dan mendapatkan update suasana pesta yang dikirimkan melalui foto-foto di WhatsApp.
Bandara Point-A NibongDi sore hari setelah sholat ashar, kami membawa jalan-jalan bapak mertuaku agar dia tidak bosan berada di rumah saja.
Kami membawanya ke kawasan Bandara Point-A Nibong yang saat ini mulai ramai kembali setelah Bandara ini difungsikan, dengan adanya kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas yang baru.
Banyak para pedagang yang menyajikan makanan dan minuman di kawasan ini, karena banyak warga sekitar yang ingin menikmati pemandangan di seputar bandara, dan juga menonton aktivitas take-off dan landing pesawat di bandara ini.
Bandara Point-A Nibong ini kembali difungsikan, bahkan beberapa hari yang lalu Gubernur Aceh menghadiri acara peresmian kembali pengoperasian Bandara Khusus Point-A ini melalui kerja sama antara PT Pembangunan Aceh (PEMA), PT Pema Global Energi (PGE), dan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dan Pemerintah Aceh.
Bapak mertuaku memiliki memori indah terkait bandara ini, karena dulu beliau sering naik pesawat di bandara ini saat masih bekerja di Exxonmobil mobil. Untuk itu kami membawanya jalan-jalan di kawasan Bandara Point-A Nibong ini.
Di kafe bandaraKami telah membeli sate Padang dan Mie Aceh di kawasan Simpang Rangkaya sebelum tiba di bandara ini, karena para penjual jajanan di kawasan Bandara tidak ada yang menyediakan menu seperti ini.
Kami akan memesan kuliner yang tersedia di kafe bandara, sedangkan jenis kuliner yang tidak tersedia, akan kami bawa sendiri yang kami beli di tempat lain.
Baru saja kami turun dari mobil, tiba-tiba bapak mertuaku kumat sakitnya. Kami sempat panik dan segera membuatkan air gula untuk bapak. Dan setelah minum air gula, kesadaran bapak mulai pulih, dan beliau bisa menikmati sate Padang yang kami beli tadi di Simpang Rangkaya.
Setelah santai sebentar dan menikmati kuliner yang ada di kafe seputar bandara Point-A Nibong, kami kembali ke rumah karena waktu sholat magrib akan segera tiba.
Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!
@alee75
📚Jalaluddin Rumi : Ciptakanlah keindahan di dalam hati Anda, dan keindahan di sekitar Anda akan mengikuti.💝
Click Here 






