Molly dan @mrday dan @legendchew dan @paulag dan @rayfa : The Band of Legends

in #moviereview8 years ago (edited)

Intro


Apa itu sukses dan kesuksesan? Apa hal terburuk yang bisa menimpa seseorang? Bagaimana seseorang bisa bersedih dan di lain waktu mengekspresikan kegembiraannya? Roda berputar, hal-hal baik dan buruk terus terjadi, apa yang membunuh kita? Apakah kita cukup beruntung bahwa pertanyaan-pertanyaan menemukan jawaban, atau terpaksa pasrah saja pada bagaimana hidup mempermainkan perasaan kita? Apa kamu? Siapa aku? Hanya satu dari seluruh pertanyaan itu yang mungkin memiliki jawaban eksak, sisanya lebih bersifat personal.

Percakapan imajiner, dan ya, seperti kata Mr. Bean dalam sebuah cerita, "Tidak mungkin kena kanker otak jika tidak punya otak." 😁😁


Dan kisah berikut ini adalah kisah nyata.

Molly Dan Mimpi-mimpi Yang Terus Pergi


Molly Bloom sudah dipersiapkan sejak kanak-kanak oleh Ayahnya untuk menjadi atlet ski profesional. "Aku dilatih oleh pelatih ski terbaik di dunia," katanya, "yaitu Ayahku." Itu hanyalah sebuah ekspresi saja, Ayahnya adalah seorang profesor di Colorado State University dan seorang psikolog klinis, dan bukan seorang pelatih ski sebagai sebuah profesi, tetapi pengetahuan-pengetahuannya tetang ski dan psikologi tampak berperan sangat besar membentuk bangunan karakter Molly. Ibunya Char adalah seorang pelatih ski dan snowboard, tapi tidak dimunculkan dalam porsi yang dominan si dalam filem.

Pada umur 12 tahun, gadis asal Cleveland, Colorado, ini harus naik ke atas meja operasi untuk memperbaiki posisi tulang belakang yang bergeser, dan dokter menyebutkan bahwa dia tidak mungkin bermain ski lagi, apalagi bertanding untuk Moguls1. Tapi, dokter tidak tahu segalanya, dalam tempo setahun sejak itu Molly sudah kembali bermain ski, 6 bulan kemudian dia sudah kembali berkompetisi di Moguls, dan pada ulang tahunnya ke 20, dia telah berhasil menjadi anggota tim nasional Amerika Serikat. Molly telah bekerja belasan tahun membangun dan mengejar impiannya untuk menjadi juara ski, dan telah menduduki peringkat ke tiga dalam Woman's Moguls untuk seluruh Amerika Utara.

Dia telah memiliki sebuah rencana gemerlap untuk masa depannya: memenangi kualifikasi Deer Valley untuk bisa ikut di Olimpiade Salt Lake dan menjuarainya, melanjutkan pendidikan ke Sekolah Hukum, menikmati sisa hidup selaku seorang wanita sukses.

Pada babak akhir kualifikasi untuk Olimpiade Salt Lake 2002 di Deer Valley, sebuah kecelakaan terjadi ketika kakinya menjejak setumpuk rumput beku yang berada di tempat yang salah dan membuat Molly hilang keseimbangan, melambung beberapa meter di udara, lalu terjerembab lagi di atas salju di lereng bukit itu. Mimpi-mimpinya perlahan menguap seiring Ayah dan Ibunya, timnya, dan sekumpulan pekerja televisi berlarian mendekatinya dengan perasaan was-was bahwa sesuatu yang buruk telah terjadi pada gadis ini. Mimpi-mimpinya tentang ski telah sempurna sirna di lereng bukit Deer Valley ketika dia akhirnya menggerakkan badan, membuka mata dan bergumam lirih, "Aku baik-baik saja."

Menyusul kegagalan itu, pada 2003 dia memutuskan untuk mengambil waktu setahun menghindar dari kehidupan pendidikan, dan pindah ke Los Angeles di mana dia menumpang pada seorang kenalannya, "Aku ingin menikmati usia muda di udara yang hangat." Untuk mendanai hidupnya, dia bekerja sebagai pramusaji di klub malam yang menjadi tempat orang-orang ternama di Hollywood dan rekan-rekan mereka menghabiskan sampai ratusan ribu dolar setiap malam.

Dari sinilah, awal kehidupannya sebagai Ratu Poker (gelar yang dia sendiri tidak begitu suka disematkan padanya) dimulai, setelah dia ditawarkan pekerjaan kantoran oleh seorang ikon Hollywood yang arogan dan rasis. Ternyata "pekerjaan kantoran" itu utamanya adalah mengatur perjudian kartu dengan orang-orang tenar di Hollywood dan rekan-rekan mereka yang super kaya. Dan orang-orang yang telah duduk di kursi yang mengelilingi mejanya bukan hanya selebritis musik, filem, pengusaha, tetapi juga para pangeran dari berbagai penjuru dunia, yang ketika telah mabuk sering kali menjadikan Molly sebagai tempat untuk menumpahkan segala uneg-uneg dan rahasia-rahasia mereka.

Sekumpulan agen FBI menggerebek apartemen Molly pada April 2013, atas tuduhan, di antaranya, melakukan perjudian ilegal dan pencucian uang dengan dugaan prostitusi, dua tahun setelah dia berhenti menggelar perjudian. Sebelum itu, dia telah menulis sebuah buku yang berfokus pada kehidupannya selama menjalani hidup sebagai "Ratu Poker" di mana dia menyebutkan sejumlah nama yang diduga sebagai bagian dari mafia Rusia. Molly menerbitkannya atas alasan utama desakan kebutuhannya akan duit setelah kehidupannya tiba-tiba berputar 180° karena seseorang telah mensabotase bisnis perjudiannya dengan cara yang hampir mirip dengan yang dilakukannya dulu terhadap bossnya yang rasis dan arogan, meski dengan alasan berbeda. Dan, baik di buku maupun di filem, Molly telah menyamarkan nama-nama orang yang muncul di dalam permainan-permainan yang pernah digelarnya.

Kata Saya


Cerita di atas saya sarikan dari filem Molly's Game (STXFilms, 2017) yang diangkat dari buku tulisan Molly Bloom berjudul Molly's Game: The True Story of the 26-Year-Old Woman Behind the Most Exclusive, High-Stakes Underground Poker Game in the World yang terbit pada 2014 melalui Harper-Collins Publisher, salah satu dari filem-filem drama semi biografi kriminal yang saya bisa katakan nyaris sempurna, dalam artian memenuhi hampir semua ekspektasi saya dari sebuah filem pada topik demikian. Ya kekuatan cerita, kualitas akting, pesan yang dibangkitkan dari drama-drama yang disuguhkan, penekanan pada aspek emosi, rahasia-rahasia yang akhirnya tersingkap, dan pertanyaan-pertanyaan yang terjawab. Nama-nama yang beradu akting di filem ini adalah Jessica Chastain, Kevin Costner, Idris Elba, Michael Cera. Filem ini menjadi debut Aaron Sorkin dalam penyutradaraan.

Hal yang meninggalkan kesan mendalam bagi saya dari filem ini adalah bagaimana Molly telah memiliki rencana-rencana brilian atas kehidupannya (dia adalah atlet ski potensial yang memiliki segala yang dibutuhkan untuk menjadi juara dunia, sekaligus dia adalah pelajar cemerlang dengan Indeks Prestasi di atas rata-rata), namun hidup mempecundanginya, tetap walau terluka dia bangkit, melakukan renovasi-renovasi penting dalam bangunan karakternya sekaligus mengobati psikologinya dan seiring waktu menemukan rencana-rencana dan tujuan-tujuan baru dan menyusun daftar aksi untuk meraihnya, lalu lagi-lagi hidup mempecundanginya, tetapi Molly bukanlah type yang rapuh, dia type pejuang. Dan di atas segalanya, dia teman yang bisa dipercaya meskipun orang lain tidak sadar bahwa Molly adalah temannya.

Filem ini saya tonton tadi malam, dan saya menganggapnya sebagai sebuah tambahan yang layak kepada tulisan-tulisan (dan komentar-komentar yang datang untuk tulisan-tulisan itu) belakangan ini dari @mrday, @legendchew, dan @paulag, juga kontes yang diselenggarakan oleh @rayfa. Salah satu tulisan @mrday seminggu terakhir menyinggung tentang sukses dan kesuksesan (silahkan baca di sini), sementara kontes menulis yang dijalankan oleh @legendchew untuk minggu lalu mengambil topik tujuan (bisa diakses melalui tautan ini), salah satu artikel @paulag kemarin mengambil inti kesuksesan (lihat di sini dan saran saya baca juga komentar-kometar di bawahnya), dan tema kontes menyambut ramadhan dari @rayfa adalah persiapan (silahkan baca di sini).

Tantangan


  • Kalian sudah lihat benang merahnya antara filem Molly's Game dan ide dasar dari keempat tulisan tersebut? Apa tanggapan kalian?
  • Apakah menurutmu apa yang telah dilalui Molly tidak ada apa-apanya jika dibandingkan apa yang telah kamu (atau seseorang yang kamu kenal) lalui? Dan apa itu? Apakah ada cerita dalam topik sama yang ingin kamu bagi? Silahkan berbagi cerita yang menurutmu layak dibagi terkait artikel ini.
  • Jika ada di antara kalian sudah menonton filem ini, apa tanggapanmu, setujukah bahwa filem ini bagus, ataukah mungkin kalian punya ide di mana mereka bisa memperbaikinya? Dan jangan risau, dari filem pun kita bisa mempelajari sesuatu, bahkan @dwiitavita telah mempelajari sebuah nilai yang positif dari Setan: kegigihan (pantang menyerah).

Glosari


1Mogul adalah pertandingan olahraga ski gaya bebas yang di dalamnya terdiri dari satu kali ski bebas di atas lintasan yang curam dengan kelokan-kelokan yang tajam, peski juga harus melakukan manuver-manuver udara dan kecepatan. Secara internasional, mogul skiing dipertandingkan di FIS Freestyle World Ski Championships, dan pada Olimpiade-olimpiade musim dingin.

Referensi Dan Saran Bacaan


Terimakasih


Terimakasih telah singgah. Semoga ini bermanfaat. Jangan sungkan mengomentari, dan saya TIDAK ANTI KOMENTAR PANJANG, ukuran bagi saya bukan hal utama, namun isinya lah yang penting. Tetapi jika itu layak dijadikan artikel, saran saya buat saja itu sebagai artikel Anda dan lekatkan tautannya di bilah komentar dan/atau mention saya di artikel tersebut (perhatikan untuk menulis nick dengan benar), ini tentu membawa manfaat lain kepada Anda pada gilirannya.

Segala jenis tanggapan akan menjadi pelajaran berharga bagi saya dan saya harap mampu menambah isi kepada cangkir saya.

Bergabunglah Dengan
The City of @neoxian di Discord
Slot Kosong.

situs web | Server Discord

From Indonesia With L💜VE


@aneukpineung78 | Telegram Saya

Sort:  

Saya juga suka nonton film. Molly's Game sepertinya cocok untuk menghabiskan malam minggu.
Numpang nanya, kalau mau nulis cerpen itu tag yang cocok apa ya?

#writing mungkin, sertakan juga #indonesia, dan ada komunitas #garudakita yang mencari dan mengkurasi artikel seperti itu, pakai saja. Tapi apa ada yang khusus cerpen saya belum tahu, coba kita tanya sama @rayfa.

Terima kasih @aneukpineung. Siap dieksekusi...

Kabar-kabari ya kalau cerpennya sudah jadi.

Rekomendasi filmm👍👍👍👍
Tp sepertinya itu bukn genre film kesukaan saya😔 saya uda setahun tidak nonton film dalam artian duduk khusus nonton dan menikmati film2 kesykaan yg baru rilis atau pun ada yg di bagikan kawan.
Tau kenapa? Tugas saya menumpuk.
Jdi klo nonton film kok jadi sayang waktu terbuang .harusnya bisa buat tugas sangking bmyaknya tugas✌ tpi karena uda lama engga nonton . Mnat nonton saya menurun .sekarang walaupun lagi ga sibuk juga ga pengen nonton. Entah kenapa? Padahal kan bosan kali mo ngapain. Nonton pun ga suka ..klo dulu obat bosen tu pasti nonton. Mungkin belom jatuh cinta lagi sama film nya ya. 😅😅😅

h. Hai @nursanty. Salam kenal, ya. Saya juga sering kali tidak menonton filem sekali tonton selesai, seringkali saya nontonnya nyicil. Dan saya type yang sangat pemilih, jika dalam 15 atau 20 menit pertama seswbuah filem tidak mampu menjawab pertanyaan "Kenapa saya perlu menonton ini?" Saya praktis akan meninggalkannya.

Saya memang pecandu filem, terutama drama, biografy, perang, sejarah, supranatural, thriller, fiksi ilmiah, superhero. Belakangan saya mulai tertarik pada genre neo noir.

Nah, @nursanty sendiri minatnya yang genre apa, dan filem terakhir yg ditonton apa, kapan. 😀

Sekali lagi, terima kasih sudah singgah dan mengomentari.

Dulu suka drama korea. 😅😅 trakhir nonton drakor waktu musim2 the legend of the blue sea nya leeminho tu. Habistu ga ada nonton drakor lgi . Ga ngefans lgi juga sama kpop. Klo ada yg tanya film . Santi bilang tros satu folder uda santi hapus😂😂😂

Suka indo komedi juga. Romantis suka juga .tp akhir2 ne film romantis kok kayak sama semua ya?? 😀 film komedi aja deh. Setidaknya klo nonton tu ada ketawa2 nya biar penasaran org lain 😅😅

Memang tontonan dan musik adalah hal yang personal. Itu ibarat selera pada makanan. 😀 Tidak bisa dikompromikan.

Saya tidak pernah nonton drama korea, tapi kalau filem layar lebar saya prnah nonton beberapa judul yang genre aksi.

Film Indonesia juga sudah lama saya tidak lihat. Terakhir saya lihat thriller yang judulnya Modus Anomali, sudah beberapa tahun lalu.

Oya, saya lihat kamu suka upvote komen, saran saya jangan sia-siakan power untuk itu. Karena power terbatas, jadi upvote artikel saja. Hemat daya, dan bisa dapat lebih banyak reward kurasi. Semoga bermanfaat. 😀

Terima kasih lagi ya.

Harus nonton dulu baru enak komentar.. Tapi sedikit aja ya 😅😅..
Rumus kesuksesan setelah disimpulkan sama saja bentuknya, bisa diterapkan kepada siapa saja. Nah, cara menterjemahkan serta mengaplikasikan rumus itu yg berbeda beda disetiap individu.
😊

Iya tuh. Saya rekomenasikan menonton, bang @arulkomand4n, jika bang Arul adalah penikmat filem bergenre drama, sport, kriminal.

Tentang rumus sukses itu, saya setuju sekali, seringkali ini menjadi masalah personal. Tapi kalau ditanya kepada saya kunci sukses, saya punya, tapi sialnya saya lupa naruhnya di mana. Haha.

Terimakasih sudah mampir, membaca, memvote, menanggapi.

waahhhh,, bisa panjang ceritanya. Harus nonton film dulu, trus baca postingan yang direkomendasikan biar dapat benang merahnya.
Saya sendiri tidak tertarik sama sekali dengan anjuran @aneukpineung78, karena itu bukan subjek utama dari postingan ini.
Saya hanya sedang berusaha menyelami pola penulisan ini yang bertujuan menggambarkan bagaimana meraih kesuksesan, tapi dengan cara memanjat pengalaman atau pemahaman dari orang lain.

waahhhh,, bisa panjang ceritanya. Harus nonton film dulu, trus baca postingan yang direkomendasikan biar dapat benang merahnya.
Saya sendiri tidak tertarik sama sekali dengan anjuran @aneukpineung78, karena itu bukan subjek utama dari postingan ini.

Ya, @lamkote. Saya sadar orang tidak akan begitu saja menghabiskan waktu mengikuti tautan-tautan yang saya sertakan. Tapi tanpa melakukan itu pun, seseorang pasti bisa menangkap esensi dari artikel teraebut. Jadi, penyebutan tautan-tautan itu lebih hanya sebagai apresiasi saya kepada kerja-kerja bagus mereka dan sekalligus catatatan bagi saya sendiri.

Saya hanya sedang berusaha menyelami pola penulisan ini yang bertujuan menggambarkan bagaimana meraih kesuksesan, tapi dengan cara memanjat pengalaman atau pemahaman dari orang lain.

Benar sekali, saya suka menelaah filem-filem dan menghisap intisarinya.

memang bereh syedara nyoe saboh

Di atas segalanya, saya harap ini bermanfaat. Kalau tidak, abaikan saja. 😀 No hard feelings.

Semoga anda mendapatkan buayanya, selamat berburu buaya... hahhahahahahhaha

Ada ikut kursus Bahasa Bulek malam ini, bang? 😂

Begitu banyak pembanding yang menyatakan definisi kesuksesan di tulisan anda, ini akan menjadikan sukses sesuatu yang sangat relative menurut saya, jika di kaitkan dengan film yang anda tonton justru ini membuat semakin sedap untuk dipahami. Jujur saja saya belum pernah menonton film tersebut, tapi sepwrtinya sangat menarik. Terima kasih sudah me mention saya dalam tulisan yang sangat berkualitas anda

Begitu banyak pembanding yang menyatakan definisi kesuksesan di tulisan anda, ...

Terimakasih, Mr Presiden.

... akan menjadikan sukses sesuatu yang sangat relative menurut saya, ...

Ya, orang-orang memiliki matlamat-matlamat yang berbeda, kesuksesan diukur dari situ, sebagaimana kita pahami dalam diskusi-diskusi terakhir kita termasuk di artikel Madam Paula.

Terima kasih sudah me mention saya ...

Sama-sama Mr. Presiden, saya terinspirasi oleh tulisan Mr. Presiden tersebut.

😀

Congratulations! This post has been upvoted from the communal account, @minnowsupport, by aneukpineung78 from the Minnow Support Project. It's a witness project run by aggroed, ausbitbank, teamsteem, theprophet0, someguy123, neoxian, followbtcnews, and netuoso. The goal is to help Steemit grow by supporting Minnows. Please find us at the Peace, Abundance, and Liberty Network (PALnet) Discord Channel. It's a completely public and open space to all members of the Steemit community who voluntarily choose to be there.

If you would like to delegate to the Minnow Support Project you can do so by clicking on the following links: 50SP, 100SP, 250SP, 500SP, 1000SP, 5000SP.
Be sure to leave at least 50SP undelegated on your account.

Coin Marketplace

STEEM 0.06
TRX 0.28
JST 0.047
BTC 65470.74
ETH 1921.14
USDT 1.00
SBD 0.51