The Diary Game (August 21, 2020) - Day 21 : Rindu Yang Tertukar
Bukan karena dering alarm di smartphone yang membuat saya terbangun di pagi ini, tapi saya terbangun karena adanya suara klakson mobil menyalak di depan rumah, saya tidak mengerti kenapa mobil tersebut membunyikan klakson di pagi yang masih buta ini. Karena rumah saya berada di jalan yang terhubung dengan ibukota Kabupaten Pidie Jaya, sehingga ada saatnya lalu lintas di jalan tersebut sedang padat.
Di Aceh, membunyikan alarm bukan sebuah larangan atau aib, sehingga semua orang bebas membunyikan klakson kapan saja. Hanya saat azan berkumandang suara klakson di larang, sehingga lalu lintas kendaraan di jalan di Aceh sangat bising dengan suara klakson. Apalagi seandainya ada kemacetan, suara klakson akan menggema di mana-mana karena ketidaksabaran dalam menunggu dan mengantri.
Setelah bangun dari tidur, hanya 15 menit kemudian atau pukul 05.10 pagi suara azan terdengar dari toa masjid. Saya segera ke kamar mandi untuk menyikat gigi dan mencuci muka, kemudian saya berwudhu dan dilanjutkan dengan menunaikan sholat Subuh. Setelah sholat subuh, saya tidur kembali di ruang tamu di atas sofa.
Sekitar pukul 8 pagi, suara bising anak-anak membangunkan tidur saya, karena mereka sangat akrab dengan saya, saat melihat saya masih tertidur, mereka langsung mengganggu saya dengan cara menaiki tubuh saya, menarik saya agar segera bangun dari tidur. Zaki yang berusia 4 tahun dan Fatih yang masih berumur 3 tahun menarik-narik baju saya mengajak berjalan kaki di pagi ini.
Akhirnya dengan setengah terpaksa saya harus menuruti keinginan mereka. Saya segera bangun dan menuju ke kamar mandi untuk mencuci muka. Sejurus kemudian saya sudah bersama mereka dan berjalan kaki mengelilingi pedesaan. Kali ini saya mengambil rute terpendek agar cepat kembali ke rumah, saya mengajak mereka melewati jalan sepanjang sungai kecil yang merupakan sungai untuk mensuplai air untuk persawahan.

Berjalan kaki menyusuri rute jalan sepanjang sungai pagi ini
Hanya sekitar 30 menit kami sudah kembali ke rumah. Kemudian sekitar pukul 9 pagi saya ke warung kopi "Pusaka" yang terletak di Jalan Banda Aceh - Medan Simpang Empat Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya (Aceh, Indonesia). Jaraknya hanya sekitar 3 menit dari rumah. Tiba di sana saya memesan "Teh Tarik" yang sangat saya sukai, harganya hanya 5.000 rupiah (1,5 STEEM).

"Teh Tarik", minuman yang selalu saya pesan saat di warung kopi "Pusaka"
Sekitar pukul 11 siang, istri saya menghubungi saya melalui smartphone, mereka yang saat ini menjalani karantina mandiri yaitu istri saya, ibu mertua dan adik ipar perempuan sedang lapar dan menginginkan "Mie Aceh", kemudian saya memesan "Mie C'Han" yang terletak di depan warung kopi "Pusaka". Sekitar 15 menit, mie pesanan saya sudah siap dan saya membawa pulang ke rumah untuk istri saya.

Memesan "Mie C'Han" untuk istri
Saat di rumah, Fatih langsung menghampiri saya, dia minta di ajarkan mengenal huruf-huruf alfabet. Saya menyerahkan buku kepadanya dan dia menyebut satu persatu huruf Alfabet dan saya menyimaknya. Namanya anak-anak, saat menyebut satu persatu huruf Alfabet tersebut, dia sering melupakan huruf dan menyebut huruf lainnya. Kadang kala dia sambil menanyakan masalah lain saat dia sedang menyebut huruf Alfabet tersebut.

Mengajari Fatih mengenal huruf Alfabet
Sekitar pukul 1 siang saya menunaikan sholat Zhuhur dan saya lanjutkan dengan makan siang. Setelah makan siang, saya duduk di sofa di ruang tamu sambil membuka laman Steemit di smartphone. Saya membaca diary steemian lainnya dan juga meninggalkan komentar di diary mereka. Selain itu saya juga melakukan voting pada diary mereka. Tanpa sadar tiba-tiba saya tertidur di sofa tersebut dan baru terbangun sekitar pukul 4 sore.
Beberapa menit kemudian saya ke kamar mandi untuk berwudhu dan menunaikan sholat Ashar. Sekitar pukul 16.30 sore, saya ke Kota Meureudu yang jaraknya hanya sekitar 10 menit dari rumah untuk membeli donat bombolani yang sangat disukai oleh istri saya. Donat tersebut saya beli di "Kingdonut" yang terletak di alun-alun Kota Meureudu. Mereka hanya buka dari pukul 4 sore sampai matahari terbenam dan tutup pada hari minggu. Donat bombolani ini harga 5.000 rupiah per donat (1,5 STEEM) dan saya membeli 5 donat dengan harga 25.000 rupiah (7,5 STEEM).

Donat Bombolani yang di pesan istri saya
Setelah membeli donat, saya segera pulang ke rumah. Tiba di rumah sekitar pukul 5 sore. Sampai tiba waktu malam, kegiatan saya hanya di rumah saja bermain dengan anak-anak. Sekitar pukul 8 malam saya menuju ke Swalayan "CK Mart" yang terletak di Simpang Empat Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya untuk berbelanja tissue, saya membeli tissue merek "Nice" dengan harga 11.500 rupiah (3,3 STEEM).

Di swalayan "CK Mart" berbelanja tissue
Keluar dari swalayan tersebut saya menuju ke ATM Bank BRI yang terletak hanya di seberang jalan dari swalayan "CK Mart" untuk mentransfer sejumlah uang kepada teman saya. Sejak bulan Juli teman saya memasok tanah timbunan untuk menimbun lahan persawahan milik saya untuk saya jadikan lokasi pembangunan rumah di Kota Sigli, Kabupaten Pidie. Tadi sore dia menghubungi saya untuk meminta sebagian pembayarannya yang belum saya lunasi.

Struk bukti transfer sejumlah uang kepada teman saya
Setelah selesai mentransfer sejumlah uang di ATM tersebut, saya segera kembali ke rumah. Di rumah kegiatan saya hanya kembali membuka laman Steemit untuk membaca beberapa diary steemian lainnya serta melakukan voting dan mengomentarinya. Semakin malam, jumlah postingan diary semakin meningkat yang di posting oleh steemian lainnya. Sekitar dini hari saya baru merebahkan diri di atas kasur dan terlelap tidur.
Kami bergabung dalam tim Aceh-Indonesia yang terdiri dari saya sendiri sebagai leader, @muzack1, @ernaerningsih, @lord-geraldi dan @p3d1.
Ingin tahu tentang saya? Klik disini

Kayanya enak nih mie C'HAN. Semoga bisa singgah suatu saat nanti...
#onepercent
#indonesia
Lumayan bang @radjasalman, mungkin karena tidak ada yang lebih enak di sekitar sini...hehehe
Menyempatkan diri untuk berolahraga dipagi hari sesuatu yang sangat baik, menikmati teh tarik dingin sebaiknya dikurangi apalagi saat cuaca sangat panas.
#onepercent
#indonesia
Iya bang, saya memang kurang suka yang dingin, itu teh tarik panas. Mantap sekali bang..hehehe
Share ke Twitter:
Ada beberapa kata yang typo pak. 😊😊😊
Azan jam 6.10 pagi? Apa nggak salah buat jam? Kayaknya jam 5.10 pagi nggak? 🤭🤭🤭🤭
Memang mata ibu guru @ernaerningsih sangat jeli.. 😂🤣😅
🤣🤣🤣🤣🤣.... Namanya juga ibu guru, terbiasa membaca at a glance, tapi langsung tahu dimana typo. 🤭🤭🤭
Iya @ernaerningsih, banyak sekali yang perlu saya edit, biasanya setelah saya post, saya baca kembali untuk memastikan tidak ada yang kurang, tapi tadi begitu selesai saya post, saya kedatangan tamu ke rumah. Jadilah sekarang baru sempat membaca kembali. Alhamdulillah sudah saya edit semua semoga tidak ada lagi yang salah pengetikan. Terima kasih @ernaerningsih telah mengingatkan saya.
Siiippp. Saling mengingatkan. 😊😊😊
Itu yang saya harapkan, karena kita sebagai manusia pasti ada kesalahan, karena hakikatnya kita tidak sempurna...😀
Saya penasaran dengan rasa Mie C'Han ini, karena saya perhatikan bapak yang berdiri di dekat rak mie C'Han, sudah tidak sabar lagi untuk menikmatinya 😃
😂😂😂😂
Perjalanan kehidupan yang terlihat begitu bahagia dan baik-baik saja sehingga kita bisa melihat kalau kita bisa menikmati hidup ini dengan penuh kebaikan seperti yang sahabat @anroja perlihatkan, dari menemani anak jalan-jalan, memesan pesanan istri dan juga lainnya, sangat mengagumkan sekali, semoga selalu dalam kesejahteraan dan dalam lindungan Nya..
#onepercent
#indonesia
Aamiin, Terima kasih atas doanya @ana07
Congratulations, your post has been upvoted by @dsc-r2cornell, which is the curating account for @R2cornell's Discord Community.
Thank you for taking part in The Diary Game on Steem.
And thank you for setting your post to 100% Powerup.
Keep following @steemitblog for the latest updates.
The Steemit Team