Menjaga alam untuk kehidupan
Hidup penuh dengan peradaban, warisan nenek moyang harus dijaga dan rawat untuk anak cucu dimasa depan, hutan menjadi penyangga kehidupan agar setipa generasi bisa merasakan nikmat alam ini. Tetapi sangat miris melihat ketika hutan ditebang sembarangan oleh tangan-tangan jahil.

Nafsu perambahan hutan semakin menjadi-jadi, sehingga berdampak dalam kehidupan sehari-hari yaitu bencana demi bencana terus terjadi. Kita lihat saja banjir bandang menghantam perkampungan, akibat kayu penyimpan air sudah mulai punah.

Merambah kayu hutan sudah dijadikan komoditi oleh pemilik modal, masyarakat sekitar hutan menjadi buruh kasar, untuk memenuhi nafsu pemilik modal, masyarakat rela sudah kampungnya dibawa oleh keganasan air yang turun dari gunung.
Ini bukan persoalan kesadaran dan pengetahuan tetapi masyarakat dengan terpaksa melakukan karena kebutuhan hidupnya sudah bergantung pada pemilik modal.