SEPULUH RIBU RUPIAH MEMBUAT ANDA MENGERTI CARA BERSYUKUR

in #esteem8 years ago


source
Pada suatu sore Pak Budiman menemani istri dan putrinya ke supermarket untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga. Setelah membayar, tangan-tangan mereka penuh dengan barang belanjaan. Setelah mereka keluar dari toko supermarket, istri pak Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya. Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman, ”Buk beri sedekah untuk kami!”

Istri pak Budiman pun kemudian membuka dompetnya lalu ia mengambil uang kertas seribu rupiah dan memberikannya kepada wanita pengemis tersebut. Wanita pengemis itu pun menerimanya. Tatkala tahu jumlahnya tidak mencukupi untuk membeli sebungkus nasi, ia lalu menguncupkan jari-jarinya mengarah ke mulutnya. Kemudian pengemis itu memegang kepala anaknya dan sekali lagi ia mengarahkan jari-jari yang terkuncup itu ke mulutnya, seolah ia ingin berkata, ”Bu kami ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong beri kami
tambahan sedekah untuk bisa membeli nasi!”

Mendapati isyarat pengemis wanita itu, istri Budiman pun membalas isyarat dengan gerak tangannya seolah berkata, ”Tidak... tidak, aku tidak akan menambahkan sedekah untukmu!”
Ironisnya meski tidak menambahkan sedekahnya, istri dan putrinya Budiman malah menuju ke sebuah gerobak gorengan untuk membeli pisang goreng. Sedangkan Pak Budiman berjalan ke arah ATM center. Saat itu memang tanggal gajian, karenanya pak Budiman ingin mengecek saldo rekeningnya.

Di depan ATM, Ia masukkan kartu ke dalam mesin ATM. Ia tekan langsung tombol INFORMASI SALDO. Sesaat kemudian muncul beberapa digit angka yang membuat Pak Budiman tersenyum kecil dari mulutnya bertanda saldo rekeningnya telah bertambah.
Pak Budiman menarik sejumlah uang dalam bilangan jutaan rupiah dari ATM. Pecahan ratusan ribu berwarna merah kini sudah penuh dalam dompetnya. Lalu ada satu lembar uang berwarna merah juga, namun kali ini bernilai sepuluh ribu yang diambil dari dompetnya. Uang itu Kemudian diberikan kepada wanita pengemis yang tadi meminta tambahan sedekah.

Setelah menerima uang sepuluh ribu rupiah wanita pengemis itu sangat gembira, Ia pun berucap syukur kepada Allah dan berterima kasih kepada Pak Budiman dengan kalimat-kalimat penuh penuh rasa syukur : ”Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah... Terima kasih Pak! Semoga Allah memberikan rezeki berlipat ganda untuk Bapak dan keluarga. Semoga Allah memberi kebahagiaan lahir dan batin untuk Bapak dan keluarga. Diberikan karunia keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Rumah tangga harmonis dan anak-anak yang shaleh dan shalehah. Semoga Bapak dan keluarga Steemit juga diberi kedudukan yang terhormat kelak nanti di surga...!”

Pak Budiman tidak menyangka ia akan mendengar respon yang begitu mengharukan. Pak Budiman mengira bahwa pengemis tadi hanya akan berucap terima kasih saja. Namun, apa yang diucapkan oleh wanita pengemis tadi sungguh membuat Pak Budiman terdiam membisu. Apalagi tatkala sekali lagi ia dengar wanita itu berkata kepada putri kecilnya, ”Nak, Alhamdulillah akhirnya kita bisa makan juga....!”
Deggg...!!! Hati Budiman tergedor dengan begitu kencang. Rupanya wanita tadi berharap tambahan sedekah agar ia dan putrinya bisa makan. Kemudian mata Pak Budiman membuntuti kepergian mereka berdua yang berlari menyeberang jalan, lalu masuk ke sebuah warung kecil di pingir jalan untuk makan di sana.

Pak Budiman masih terdiam dan terpana di tempat itu. Hingga istri dan putrinya kembali lagi dan keduanya menyapa Pak Budiman. Mata Pak Budiman kini mulai berkaca-kaca dan istrinya pun mengetahui itu. ”Ada apa Pak?” Istrinya bertanya.

Dengan suara yang agak berat dan terbata Pak Budiman menjelaskan: ”Saya baru saja menambahkan sedekah kepada wanita tadi sebanyak sepuluh ribu rupiah!”

Awalnya istri Pak Budiman hampir tidak setuju tatkala pak Budiman mengatakan bahwa ia memberi tambahan sedekah kepada wanita pengemis. Namun Pak Budiman kemudian melanjutkan kalimatnya:
”Bu..., aku memberi sedekah kepadanya sebanyak sepuluh ribu rupiah. Tetapi saat menerimanya, ia berucap hamdalah berkali-kali seraya bersyukur kepada Allah. Tidak itu saja, ia mendoakan keluarga kita. Panjaaaang sekali ia berdoa!

Dia hanya menerima karunia dari Allah SWT sebesar sepuluh ribu saja sudah sedemikian hebatnya bersyukur. Padahal saya sebelumnya melihat di ATM saat saya mengecek saldo dan ternyata di sana ada jumlah yang mungkin ratusan bahkan ribuan kali lipat dari sepuluh ribu rupiah. Saat melihat saldo itu, saya hanya mengangguk-angguk dan tersenyum. Saya lupa untuk bersyukur, dan saya juga lupa berucap hamdalah.

Bu..., saya sangat malu kepada Allah! Ibu itu terima hanya sepuluh ribu begitu bersyukurnya dia kepada Allah dan berterimakasih kepada saya. Kalau memang demikian, siapakah yang pantas masuk ke dalam surga Allah, apakah dia yang menerima sepuluh ribu dengan syukur yang luar biasa, ataukah saya yang menerima jumlah lebih banyak dari itu namun sedikitpun saya tidak berucap hamdalah atas rizki yang telah Allah berikan kepada kita”

Pak Budiman mengakhiri kalimatnya dengan suara yang terbata-bata dan beberapa butir air mata yang menetes membasahi pipinya. Istrinya pun menjadi sangat menyesal setelah menyadari betapa selama ini kurang bersyukur sebagai hamba. Ya Allah, ampunilah kami para hamba-Mu yang kerap lalai atas segala nikmat-Mu
SEMOGA BERMANFAAT
source

Sort:  

cerita menggugah @bangjuh. hikmah bersyukur memang dahsyat @bangjuh.

Terima kasih @nyakti telah berkunjung

This post has received a 1.97 % upvote from @booster thanks to: @bangjuh.

Coin Marketplace

STEEM 0.05
TRX 0.29
JST 0.043
BTC 68522.40
ETH 1988.44
USDT 1.00
SBD 0.38