Kenangan Indah, Prestasi Terbaik dan Momen Tak Terlupakan.

mana yg menarik hatimu? Hijau alam atau perempuan muram?
Salam Rekan Steemians👐
Tidak mudah bagi kita untuk melupakan kenangan buruk Masa Lalu seperti halnya kita tak akan berusaha melupakan kenangan indah. Namun hidup tidak selalu berisi kebahagiaan meskipun Allah SWT menciptakan segala sesuatu yang seimbang. Ada surga ada neraka, ada laki-laki ada perempuan, ada jin ada malaikat. Tinggal bagaimana kita, dengan pengetahuan yang dianugerahkan-Nya mengambil hikmah dari setiap momen hidup yang kita lalui.
Bagaimana kita selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan dalam setiap langkah dan waktu kehidupan. Kita bisa memilih untuk terus hidup dengan santai setelah melewati momen terburuk dengan percaya diri bahwa Allah SWT bersama kita atau memilih terpuruk menunggu uluran tangan orang lain.

butuh keberanian untuk menyeberang dan tersenyum bahagia saat berhasil
Saya ingat masa lalu, bersekolah di SD Inpres yang baru dibuka tahun 1980 di Gampong tercinta Hagu Selatan, Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe, Aceh. Tentu tidak mudah bagi murid-muridnya untuk bersaing dengan SD Negeri yang sudah difavoritkan. Tapi kami tidak peduli soal favorit atau tidak, kami belajar dalam bimbingan guru-guru yang luar biasa mulianya. Kami dipersiapkan sedemikian rupa untuk menunjukkan betapa kami, anak-anak SD Inpres ini layak bersaing.
Saya adalah angkatan ke-3 yang lulus dari SD Inpres Hagu Selatan (Sekarang SDN 13), pada setiap perlombaan antar sekolah, paling tidak selalu memenangkan satu atau dua kategori yang diperlombakan itu. Saya termasuk salah seorang murid yang paling sering ikut perlombaan antar sekolah, bukan karena saya yang paling pandai😁 tapi yang paling nekad.
Tidak ada aroma persaingan antar murid di Sekolah, namun bila maju berlomba atas nama sekolah, kami seperti pasukan berani mati berbaju lusuh dengan senjata rahasia tersembunyi dalam benak masing-masing. Kalah berulang kali tak menyurutkan langkah untuk terus maju meraih apapun yang bisa kami raih untuk membuktikan bahwa SD Inpres pun berprestasi. Tidak ada cemo'oh dari guru bila kalah, tidak ada pujian berlebihan bila menang.
Itu cerita lalu, ketika dunia belum dibuat hiruk pikuk oleh media sosial dan kurikulum berbasis kompetisi seperti masa kini. Namun, lihatlah kita sekarang. Betapa kita tergila-gila akan prestasi anak-saudara hanya untuk dibanggakan di media sosial. Padahal saat bersekolah dulu, kita tidak bersikap sekonyol itu berapa sering pun kita mengangkat trofi.
Yaa.. dunia berubah dan sikap kita pun menyesuaikan. Kita berhak bangga dan boleh mengekspresikan kebahagiaan kita sewajarnya.

demi kenangan indah kadangkala kita bertindak tak masuk akal
Saat kami lulus SD, tidak ada perayaan apapun. Tidak ada pesta perpisahan atau wisuda yang banyak makan biaya. Mungkin karena murid-murid di Sekolahku tidak semuanya berasal dari keluarga mampu. Rata-rata anak PNS, tentara/polisi, nelayan, pedagang kecil dan beberapa pegawai perusahaan Multinasional. Kami berpisah pada hari terakhir ujian evaluasi belajar tahap akhir nasional, libur lalu mengambil rapor dan ijazah pada waktu yang berbeda. Beberapa diantara kami bersua lagi di SMP dan SMA. Saling menghargai satu sama lain seperti dahulu saat masih bersama selama 6-7 tahun. Membicarakan kenangan indah hingga prestasi buruk yang konyol😂 dgn gembira.

ini bukan teman SD melainkan SMP, kami pernah bersua dalam beberapa perlombaan antar SD
Coba perhatikan saat kita foto bersama, semua ingin tampak bahagia dan tertawa lebar bersama. Tampak cantik dan bersemangat, karena kita memang sedang bahagia atau ingin menyimpan kenangan indah dan momen tak terlupakan saja. Monoton kan?
Begitu lah kita, manusia😊 kita pandai menyimpan duka dan tidak segan berbagi suka. Sulit bersikap apa adanya ketika kita bersama orang-orang yang hanya kita jumpai sekali sekala. Anehnya, tak jarang pula kita bersikap palsu saat bersama orang yang kita cintai😯. mengapa? Saya pikir itu bagian dari kebiasaan kita bertoleransi. Menjaga perasaan orang adalah salah satu yang diajarkan pada kita sejak kecil dulu. Maka dari itu, buku-buku bertema etika dan tata krama pun diterbitkan orang😉.
Sungguh disayangkan, akhir-akhir ini kita seperti tercerabut dari akar ilmu akhlak yang kita pelajari dulu. Kita sulit menghargai pendapat orang, mudah menghujat dan mengutuk, memuji berlebihan hingga terkesan menjilat hingga meremehkan dan merundung teman sendiri. Sering Saya memikirkan ini, ingatkah kita pada tindakan buruk kurang pantas yang kita lakukan pada orang lain?
atau kita hanya akan ingat pada kenangan indah, prestasi terbaik dan momen tak terlupakan yang kita inginkan saja?
Mana yang paling kita ingat? Pesta pernikahan mewah berbiaya besar yg dihadiri banyak tamu atau perceraian penuh pertengkaran berurai air mata beberapa waktu setelahnya?
Kita begitu mudah membahas tentang kekeliruan dan kejahatan yang dilakukan orang lain. Merisak dan merundung pelakunya dengan bangga sementara pada sisi lain, kita mengabaikan perasaan para korban dengan menunjukkan sikap kasihan berlebihan dan terus membicarakan kemalangannya sampai akhir. mengapa? mudah bagi kita bila kita tidak mengalaminya. Mengembangkan sikap empati itu tidak mudah, kawan.
Katakanlah, engkau pernah mengalami pelecehan dan berusaha keras melupakan peristiwa itu dengan berkonsultasi dengan ahlinya, mendapat bimbingan rohani dan pendampingan hingga keluar dari rasa terpuruk itu dengan tenang. Yang terjadi sebenarnya, engkau menguburnya dalam alam bawah sadarmu agar orang-orang berhenti memperhatikanmu. Meski ada jua orang-orang yang terus menerus menerima pelecehan tak peduli seberapa keras mereka berusaha untuk bangkit dan melawan. Namun orang-orang tidak peduli pada perjuangan itu, bahkan adakala tanpa sengaja menambah penderitaan mereka dengan menyalahkannya.

Menghibur diri dengan menikmati keindahan tidak menghapus luka hati
Bagaimana harus bersikap saat kita berhadapan dengan orang-orang hanya mampu mengingat kenangan buruk, tak berprestasi dan momen yang ingin dilupakan?
Bila mampu, dengarkan saja dan berilah kata-kata penyemangat bila diminta. Bila mungkin, beri pelukan dan bantuan sesuai kemampuan dan keihklasan. Sebab tidak semua orang mampu untuk minta tolong seperti halnya tidak semua orang mampu untuk minta maaf dan berterima kasih. Bila mereka adalah orang terdekatmu, tetaplah bersama mereka. Bila mereka orang tak engkau kenal, berusahalah tidak terlalu banyak komentar dan membangkitkan kenangan buruk itu meski dengan niat becanda. Jangan diam tak peduli bila engkau melihat seseorang mengalami pelecehan, hentikan bila mampu atau laporkan pada mereka yang berwenang dan ahli mengatasinya.
Sebenarnya kita mampu menjadi kenangan indah bagi orang lain seperti halnya kita mampu mengisi momen tak terlupakan bagi diri kita sendiri. Tinggal memilih, menjadi bagian dari kenangan indah atau malah menjadi mimpi buruk bagi orang lain. Kita mampu, karena kita manusia. Manusia itu makhluk yang mulia. Berbuat baiklah karena kita manusia. Setidaknya bersikaplah yang mulia. Bila tak mau membantu, maka janganlah mengganggu. Berdo'alah, sebab selemah-lemahnya iman kita, berdo'a saja apa susahnya?
banyak cakap kali ini😂😂😂 sok bijak sikit gegara lupa cara nulis puisi😆 terima kasih👐

I did not understand a word😁😁😁😂😂 But like to see Photo from different part of the World
Posted using Partiko Android
It's in bahasa Indonesia, something about my thought on issues.. and the photos are something about making memories
Dont forget to use #neoxian to get more tokens
Posted using Partiko Android
Thank @minimining.. I don't think my post is good for #neoxian. I don't want to spam the tag feed.
Oh. What do they have as rule?
Posted using Partiko Android
I never tried it.. too many scottribes frontends already, so I'd prefer use the classic one.. too many tokens make me dizzy 😂
True !
Posted using Partiko Android
Hi, @cicisaja!
You just got a 0.18% upvote from SteemPlus!
To get higher upvotes, earn more SteemPlus Points (SPP). On your Steemit wallet, check your SPP balance and click on "How to earn SPP?" to find out all the ways to earn.
If you're not using SteemPlus yet, please check our last posts in here to see the many ways in which SteemPlus can improve your Steem experience on Steemit and Busy.
Yang menarik hati saya... perempuan berkacamata berjilbab biru berbintang2 itu 😉 hayooo... kalau sudah nulis begini, mulai jaga omongan yaa
Insya Allah, cint. Ini ditulis juga sebagai pengingat diri selain cara untuk mendokumentasikan beberapa foto yang dimiliki.
Kereenn kan😉 kapan2 jalaan yyuukk