Pilunya Nasib Anak Yatim Piatu Pidie Jaya:Panti Darul Aitam Porak-Poranda Diterjang Banjir Bandang,

in Steem SEA2 months ago (edited)

IMG-20260101-WA0187.jpg

MEUREUDU, PIDIE JAYA – Nestapa dan keprihatinan mendalam menyelimuti Panti Asuhan Darul Aitam yang berlokasi di Komplek Mesjid Agung Tgk. Syik, Di Pante Geulima, Meureudu. Tempat yang seharusnya menjadi pelindung dan penyemai harapan bagi puluhan anak yatim piatu dari berbagai gampong di Kabupaten Pidie Jaya itu, kini luluh lantak, porak-poranda, dan terendam lumpur usai dihantam bencana banjir bandang pada 26 November 2025 lalu.

Gerbang kepedulian yang selama ini terbuka untuk mereka, kini seolah tertutup oleh kesulitan. Bantuan-bantuan yang mengalir deras pasca-bencana, baik dari instansi pemerintah, swasta, lembaga, maupun perorangan, nyaris tidak menyentuh lokasi panti. Semua saluran bantuan lebih banyak terpusat pada posko-posko gampong dan rumah penduduk, meninggalkan anak-anak yatim ini dalam kondisi yang jauh dari perhatian.

"Kondisinya sangat memprihatinkan. Sebagian anak terpaksa kami pulangkan ke kampung halaman masing-masing, sementara sebagian lainnya masih bertahan di panti dengan segala keterbatasan," ucap Ustadz Azhari, salah seorang pengurus panti, suaranya berat menyiratkan kelelahan dan kekhawatiran. "Selain kebutuhan sembako yang mendesak, yang paling kami butuhkan saat ini adalah tenaga untuk pembersihan lumpur. Semuanya kotor, berat, dan kami kesulitan," tambahnya.

Pemandangan di dalam panti sungguh menyayat hati. Lumpur coklat pekat mengeras di setiap sudut, meninggalkan bekas yang dalam di lantai, dinding, dan sisa-sisa perabotan. Fasilitas yang selama ini menjadi tumpuan hidup dan pendidikan mereka banyak yang hancur atau rusak parah. Buku-buku pelajaran dan kitab suci yang menjadi bekal ilmu dan iman, kini berserakan, basah, dan tak terbaca. Seragam sekolah—lambang semangat menuntut ilmu—terendam lumpur atau bahkan hanyut terbawa arus. Tempat tidur yang seharusnya memberikan kehangatan dan istirahat, kini lembap, kotor, dan tak layak pakai.

Keprihatinan ini kian bertumpuk dengan tibanya awal tahun ajaran baru. Aktivitas sekolah di berbagai jenjang, mulai dari SD/MI hingga SMP/MTs, telah dimulai kembali. Namun, bagaimana anak-anak ini dapat bersemangat belajar jika seragam dan buku-buku mereka telah menjadi korban banjir? Bagaimana mereka dapat berkonsentrasi menimba ilmu jika tempat mereka pulang masih berantakan dan penuh dengan jejak bencana? Aktivitas pengajian yang rutin mengisi hari-hari mereka pun terpaksa terhenti, meninggalkan kehampaan di tengah-tengah proses pembentukan akhlak dan karakter.

"Di awal tahun baru ini, seharusnya ada harapan baru. Tapi yang kami hadapi justru tumpukan masalah. Sangat banyak yang harus kami siapkan dan perbaiki agar kehidupan mereka bisa kembali normal, bisa sekolah dan mengaji dengan tenang," desah Ustadz Azhari.

Melalui pemberitaan ini, pengurus Panti Asuhan Darul Aitam menyampaikan harapan dan permohonan tolongnya kepada semua pihak, baik pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, organisasi masyarakat, maupun para dermawan. Perhatian dan bantuan nyata sangat dinantikan untuk mengangkat mereka dari keterpurukan. Bantuan tidak hanya berupa material seperti sembako, perlengkapan sekolah, perlengkapan tidur, dan peralatan kebersihan, tetapi juga tenaga relawan untuk membantu membersihkan panti dari sisa-sisa lumpur yang membeku.

Mari bersama-sama ulurkan tangan, buka mata hati, dan perhatikan nasib saudara-saudara kita yang paling kecil ini. Agar senyum dan tawa ceria anak-anak yatim piatu Pidie Jaya dapat kembali mengembang di Panti Darul Aitam. Agar cita-cita mereka tidak ikut hanyut diterjang banjir, tetapi tetap tegak berdiri ditopang oleh kepedulian kita semua.
(CM)

IMG-20260101-WA0202.jpg

IMG-20260101-WA0201.jpg

IMG-20260101-WA0198.jpg

IMG-20260101-WA0194.jpg

IMG-20260101-WA0190.jpg

IMG-20260101-WA0189.jpg

IMG-20260101-WA0188.jpg

Sort:  

Congratulations @cmdd! Your post was upvoted by @supportive. Accounts that delegate enjoy 10x votes and 10–11% APR.