The Diary Game Selasa 10 September 2024 : Hari yang melelahkan
Secangkir Teh dingin yang menemaniku saat lelah
Cuaca yang cerah hari ini tidak memberikan harapan yang memuaskan dalam berbagai aktivitas yang saya jalani, hari-hari penuh dengan kekecewaan. Sebenarnya saya ingin berbagi cerita menarik hari ini di mana saya menghadapi hal-hal yang tidak bisa di kendalikan mungkin sudah tertulis ini jalnnya. Apa yang anda tau hari ini? oh tentunya sangat menyedihkan untuk saya hari ini, saya di suruh pulang oleh dosen baru dengan mata kuliah baru yang baru saja dua pertemuan dengan hari ini. Elemen mesin adalah mata kuliah baru di semester ini di mana kami baru memasuki semester tiga. Pak Zulhelmi merupakan dosen mata kuliah tersebut yang mengajar di kelas kami hari ini. Sebelumnya saya juga tidak mengenal beliau karena saya dan rekan kelas baru semester ini belajar dengan beliau. Sayangnya jadwal yang telah di tetapkan pada pukul 07:30 oleh prodi di ubah kembali saat minggu lalu dan di tetapkan pada jam 13:30 siang.
Sebelum berada di kampus saya telah menghabiskan waktu setangah hari di rumah dengan beberapa aktivitas ringan dan saat sinag hari tiba menerima pesan masuk dari Nizar kawan kelasku yang selalu mengajak berangkat bareng. Target kami akan berangkat habis dhuhur atau tepatnya setelah menunaikan sholat dhuhur agar kewajiban telah tertunaikan. Pulang dari masjid menunaikan sholat dhuhur saya langsung bersiap-siap berangkat dan menjemput nizar yang sudah menunggu di simpang Rel. Perjalanan kami di mulai pada jam 13:20 mungkin akan sedikit terlambat untuk sampai di kampus. Kami juga sempat singgah di spbu untuk mengisi bahan bakar sepeda motor sebelum sampainya di kampus. Pada saat perjalanan sudah tiba kami memarkirkan sepeda motor dan melangkah kaki ke kelas yang ada di gedung utama lantai dua. Sayangnya sungguh kecewa saat kami berdua masuk ke kelas memberikan salam, Pak Zulhelmi dosen baru tersebut menyuruh kami keluar karena kedatangan kami sudah terlamabat 20 menit. Dispentasi waktu 15 menit padahal yang sebenarnya kami hanya telah 5 menit. Karena marahnya yang serius kami berdua pun keluar dengan rasa sabar sambil senyum-senyum. ohya kata kawan-kawan saya beliau juga baru saja masuk 10 menit lagi tapi tidak memberikan toleransi kepada kami sedikitpun yang datang dari jauh. Sungguh kesal dengan dosen seperti itu, lalu aku mengajak Nizar untuk duduk di kantin sambil istirahat dan menikmati minuman sejenak. Di kantin kami masih membahas hal yang sama tentang dosen itu dan habis-habis marahnya Nizar. tak hanya minggu ini minggu lalu kami juga sudah rugi dengan dosen tersebut. Jadwalnya di pagi hari telah di pindahkan ke siang tiba-tiba, kami yang datang di awal pagi menunggu beliau hingga satu jam lebih tapi takkunung sampai, saat semuanya telah pulang tiba-tiba jadwal telah di pindahkan ke siang, kami menerima informasi dari grub Whatsapp. Padahal saat itu semuanya sudah kembali ke rumah masing-masing. Parahnya pak Zulhelmi memarahi beberapa rekannku yang ikut masuk beberapa orang yang dekat dengan kampus, sebabnya karena kami sudah pada pulang.
Pintu Gerbang kampus Politeknik Negeri Lhokseumawe
Setelah menikmati minuman di kantin saya dan Nizar kembali ke halaman parkir di belakang gedung untuk mengambil kendaraan dan pulang. Cuaca matahari siang yang yang kerap panas membuat perjalanan pulang sangat lelah. Setelah mengantar Nizar kerumahnya di Bangka Jaya saya kembali pulang ke rumah sendiri yang terletak di Tambon Baroh.
Sesampainya di rumah suasana masih di selimuti oleh panas hingga keringat di baju. Usai mengganti pakaian saya langsung beristirahat di kamar dengan menyalakan kipas agar rasa lelah dan panas cepat hilang. Sambil berguling-guling saya menulis satu postingan Steemit sambil istirahat. Saat postingan telah selesai saya menutup hanphone dan tertidur dalam alam mimpi hingga terbangun di sore saat suasana hendak magrib.
Malam harinya sebelum pergi ngaji saya menuju ke Masjid Bujang Salim dulu Menunaikan sholat Isya berjamaah. Suasana malam cukup tennag saya menghabiskan waktu di tempat pengajian hingga larut Malam.
Menunaikan sholat Isya di Masjid bujang Salim
Itulah tulisan yang dapat saya bagikan untuk postingan kali ini, terimakasih banyak untuk semua sahabat Steemit yang sudah bersinggah di postinagn saya. Salam @cymolan
Upvoted. Thank You for sending some of your rewards to @null. It will make Steem stronger.