Betterlife The Diary Game Sabtu 09 April 2022: Pergi Berobat dan Berbuka Puasa dengan Nasi Lemak
Saya duduk sebentar untuk menghilangkan pening yang luar biasa melanda lalu beranjak membersihkan diri, setelahnya proses panas memanaskan makanan pun berlangsung sekitar 10 menit. Kemudian saya mengajak sang suami dan sulung saya untuk bersahur diikuti anak perempuan saya yang terbangun saat membangunkan abangnya. Sahur saya sengaja dipenghujung supaya subuh tidak kesiangan yang akan menyebabkan sulung saya merepet luar biasa dengan tangisannya yang membuat saya terasa sebagai ibu yang tidak bertanggung jawab dengan waktu.
Setelah subuhan saya mengajarkan dua anak saya mengaji dan akhirnya kembali berkelana ke alam mimpi.
Hampir jam 11, ayah datang menjemput setelah saya telpon karena dua bocah merengek ingin pulang kerumah orang tua saya. Saya tiba emak sudah berangkat menuju Peureulak, Aceh Timur tempat kakak saya, adik perempuan saya sudah bersiap menyusul. Dirumah tinggal dua adik lelaki bungsu saya. Kami saling bertukar cerita sambil saya mengscroll platform steemit dan mempelajari beberapa hal yang masih banyak belum saya pahami. Walau dua hari tak jumpa dan tak henti berbalas pesan via WhatsApp kisah tak pernah berhenti.
Setelah Zuhur kami memulai ritual masak untuk berbuka puasa, menu yang emak siapkan kami ubah. Dari kuah asam menjadi nasi kuning(Bu leumak) tempe dan ikan goreng sambal lado serta tauco kacang panjang. Lengkap sudah. Azan ashar saya merampungkannya, beberes dapur lalu membersihkan diri dan bersiap kepraktek ibuk Mi di Geudong untuk menyambung obat yang telah saya habiskan 1 resep. Mengingat pantangan yang luar biasa untuk bulan ini yaitu minuman berwarna membuat saya lebih semangat dalam mengkonsumsi obat.

dipraktek ibu Hj. Umi Salamah, Geudong
Tiba dirumah jam sudah melewati angka 12 untuk jam 6, saya dan dua adik lelaki saya mulai menyiapkan minuman untuk berbuka. Timun suri yang populer dibulan Ramadhan jadi pilihan.

Sulung saya sedang berbuka puasa
Tak lama waktu berbuka tiba, kami mulai menyantap makan dan minuman yang sudah kami siapkan. Lalu menunaikan magrib tanpa jama'ah. Lalu menidurkan bungsu saya yang terlihat begitu mengantuk dan akhirnya membuat diary game.
Isya berkumandang, saya hampir merampungkan tulisan kisah sebagai kenangan di komunitas @steembetterlife tercinta. Hingga sang suami tiba dari memperbaiki mesin penggilingan bakso yang rusak. Tanpa tarwih saya akhiri kisah yang penuh berkah hari ini.
Malam adalah waktu istirahat yang tepat untu emak-emak beranak bayi ditambah bocah. Pasti tahu, tiada yang lebih indah dari bersyukur.
Salam sayang dan cinta @dhafwa


kajibeudoh dong si adek 😂
Iya🥰🥰
Hello, your post has been curated by the industrious seven curation team using the @steemcurator06 account.
Keep posting good content to have votes from the curation team, Happy steeming
Reviewed by @vvarishayy
Thankyou @vvarsiahyy
This post feature has been present in the latest fifth edition of Act of kindness Magazine, Thank you.
@artist1111
thank you for presenting my post in Act of kindness magazine, it's really very memorable.
Salam @dhafwa
Its my pleasure @dhafwa
W-sallam