The Diary Game (18 Februari 2025) Aku kembali dari liburan di kampung halaman
Assalamulaikum sahabat stemian's
Bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga kita semua selalu diberikan , kebahagiaan, dan selalu dilindungi oleh Allah dimana pun kalian berada aamiin.
Selasa, 18 Februari 2025
Hari ini adalah hari terakhir aku di kampung halaman, rasanya sedih sekali meninggalkan kampung tercinta dan orang - orang di dalamnya.
Pagi ini aku masih berbaring di tempat tidur, di luar kamar pamanku meneriaki namaku. Aku langsung beranjak dari tempat tidur dan menghampiri paman, ternyata beliau mengajakku membeli kue di warung kopi terdekat.
Di siang harinya aku mulai mempacking barang - barangku padahal jam 4 sore nanti aku akan berangkat.
Bunda dan nenekku membantu mempacking oleh - oleh dari para sanak saudara.
Pukul 3 sore hari ini cuaca amat mendung, aku dan bunda duduk di depan rumah. Aku yang sedang menikmati kopi dan bunda sedang mengupasi kulit pinang. Tiga puluh menit kemudian hujan turun amat deras, padahal bentar lagi aku akan berangkat ke pelabuhan tepat di kota sinabang.
Pikirku kami tidak jadi berangkat pulang dikarenakan hujan sangat deras dan badai oleh itu aku belum bersiap - siap, aku kembali membantu bunda mengupasi kulit pinang, karena aku tidak bisa menggunakan pisau untuk membuka kulit pinang itu, jadi aku menggunakan gagang sendok makan dan ternyata bisa hehe.
Pukul 16.30 hujan berhenti, aku sudah menerima pesan dari kakak sepupuku bahwa sebentar lagi mereka akan menjemputku. Aku lari terbirit - birit ke kamar mandi. Setelah selesai berkemas, aku duduk di depan rumah bersama nenek, kakek, paman, bunda - bunda, dan para sepupu yang lainnya Menunggu ku di jemput oleh ayah dan yang lainnya.
Rasanya gembira bisa pulang ke rumah, tapi sedih harus berpisah dengan para saudara - saudara. Entah kapan lagi bisa pulang ke simeulue cut.
Akhirnya jemputanku datang, aku segera memeluk satu - satu para sanak saudara, tangisan yang tak bisa ku bendung pun pecah.
Sebelum berangkat kami singgah di rumah pakcik dan makcik, karena akan ikut mengantar kami ke pelabuhan.
Di perjalanan aku bermain game bersama ponakanku.
Pukul 9 malam kami tiba di pelabuhan, aku berpamitan sama yang lainnya, sayangnya kami kehabisan tiket bisnis dan tiket ekonomi yang memiliki nomor kursi.
Tiba di kapal fery aku langsung menggelar tikar dan langsung merebahkan diri, sungguh melelahkan.
Sejam kemudian kapal fery pun berangkat, aku segera mengabari paman, bunda dan yang lainnya.
Setelah menempuh dua belas jam perjalanan, kami pun tiba di pelabuhan penyeberangan labuhan haji.
Sekian cerita singkat hari ini ^^








Wah, saya menikmati cerita anda. Tentu ada rasa yang cukup haru untuk sebuah perpisahan, tapi yakinlah ada sebuah pertemuan lainnya yang akan membahagiakan.🤲
amiin, terima kasih😊