The Diary Game Season 3, Better Life, Jum'at, 12 November 2021
Salam sahabat steemian.
Pagi Jum'at sebelum berangkat ke sekolah aku masih sempat mengantar Sikecil ke sekolah nya. Biasanya aku selalu menemani nya walaupun hanya sebentar, namun pagi ini disekolah ku ada kegiatan Maulid Nabi, jadi aku langsung berangkat ke sekolah setelah Sikecil masuk kelas dan bergabung dengan teman-teman. Namun sebelum berangkat, aku masih sempat pamit dengan nya.
Aku berangkat dengan sedikit mengebut karena memang sudah sedikit terlambat. Sepanjang perjalanan, aku melihat sebagian rumah penduduk sekitar mulai tergenang air dihalaman rumah nya. Bahkan banjirnya ada yang sudah mulai memasuki rumah. Memang kemarin sore daerah sekitar ku hujan lebat sehingga mengakibatkan banjir bagi sebagian kampung, dan salah satunya Matangkuli.

berkumpul untuk mengikuti kegiatan Maulid Nabi
Aku mengurangi kecepatan sepeda motor ku saat hampir tiba disekolah. Dari jauh aku bisa mendengar suara sholawat di bacakan dengan meriah. Dan benar saja, saat aku tiba, semuanya sudah berkumpul di depan kantor guru dan sedang bersholawat. Aku memarkirkan sepeda motor di depan ruang Tata Usaha karena kondisi sekolah ku sedang becek.
Setelahnya aku segera menuju ke kantor dan ikut bergabung dengan semua nya. Usai sholawat, acara Maulid hari ini juga dimeriahkan oleh salah satu Ustadz yang kami panggil untuk mengisi ceramah. Karena waktu yang singkat, ceramah pun juga singkat, padahal cara penyampaian nya sangat enak didengar.

mendengar kan ceramah dari Ustadz
Usai ceramah dan pembacaan doa, kami menggelar kegiatan makan bersama. Kami semua berkumpul didepan kantor dan duduk manis didepan hidangan masing-masing. Berhubung aku masih kenyang, aku hanya ikut menemani kawan-kawan ku yang sedang menikmati makanan nya masing-masing. Satu yang tak boleh lupa, mengabadikan momen ini sebagai kenang-kenangan.
Usai makan-makan, aku pamit pulang lebih cepat. Saat pulang, aku singgah sejenak di rumah Matangkuli untuk melihat-lihat air. Alhamdulillah rumah mertuaku masih aman dari banjir. Setelah nya aku langsung pulang ke rumah. Niat awal untuk singgah di Keude Matangkuli ku urungkan.

Abadikan momen saat makan bersama
Aku tiba dirumah mendekati pukul 12 siang. Suamiku yang juga baru pulang segera bersiap-siap ke Mesjid. Aku membersihkan diri dan menemani anak-anak yang sedang menonton. Kami makan siang bersama setelah suamiku kembali ke rumah. Selebihnya aku hanya bersantai didepan televisi bersama keluarga.
Malam harinya, setelah sholat Maghrib dan makan malam, kami memutuskan untuk jalan-jalan sekaligus melihat kondisi banjir. Rupanya di rumah mertuaku juga sudah mulai masuk banjir. Disekolah ku bahkan lebih parah. Kami tidak berlama-lama disana takut air bertambah banyak.
Kami pulang melalui Lhoksukon, dan baru tiba dirumah pukul 10 malam. Aku menyuruh anak-anak untuk mencuci tangan dan kaki, kemudian aku menemani mereka tidur. Mereka langsung terlelap dan aku masih sempat mencuci piring sebelum memutuskan untuk ikut beristirahat.
