The Diary Game Season 3, Senin, 28 September 2020 (Berdua Dengan Kesayangan)steemCreated with Sketch.

in Steem SEA5 years ago

IMG_20200930_025456_1.jpg

Pagi ini rutinitas di mulai seperti biasa. Saya bangun jam 5 pagi, sholat subuh dan memasak untuk keluarga tercinta. Masakan hari ini simple saja. Telur Asin rebus, Ikan Tumis favorit suami tercinta, dan ikan goreng untuk anak-anak tersayang. Biarpun hari ini saya libur, tapi tetap saja saya tidak bisa bersantai ria. Hari ini merupakan hari pertama anak-anak sekolah lagi setelah satu minggu mereka libur karena sakit. Sudah pasti, saya harus berbenah dari subuh, agar saat mereka saya bangunkan, semuanya sudah beres. Tidak lupa, saya mengupas buah kates untuk menu sarapan suami pagi ini. Hari ini beliau tidak berpuasa, karena ada undangan makan enak (pesta pernikahan) yang harus di hadiri.

IMG_20200930_023732.jpg
menu sederhana hari ini di rumah

Selesai Rutinitas di dapur, anak-anak segera saya bangunkan. Si kembar paling cepat tidur dan paling mudah dibangunkan. Namun Si Kakak, paling susah di bangunkan di pagi hari. Saya sampai harus bolak-balik untuk membangunkannya dari tidur nyenyaknya. Tak ayal, ciri khas emak-emak di pagi hari, otomatis terdengar. Suami saya hanya bisa mengelus dada kalau kebiasaan jelek ini saya keluarkan. Tapi hanya para emak yang bisa mengerti seperti apa ribetnya rutinitas pagi hari. 🤗🤗🤗

IMG_20200930_023609.jpg
buah kates untuk menu sarapan untuk my lovely husband

Selesai menyuapi anak-anak makan, serta menyiapkan bekal untuk mereka di sekolah, saya segera bersiap-siap untuk mengantar kan Si kembar ke sekolah. Si kakak seperti biasa, dia memilih pergi sendiri dengan sepeda pink kesayangan nya. Jarak dari rumah ke sekolah anak-anak hanya sekitar 3 menit perjalanan. Istilahnya, belum sempat merasakan enak nya jok empuk sepeda motor, mereka sudah harus turun. Saat mengantar mereka ke kelasnya, saya mengabadikan foto mereka berdua. Setelah memastikan mereka sudah duduk dengan nyaman di kursinya, saya kembali ke rumah.

IMG_20200930_023400.jpg
Si Kembar dengan seragam sekolah, sesaat sebelum masuk kelas

Selesai mengantarkan anak-anak, saya mengisi waktu dengan mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya. Saat perut sudah tidak bisa di ajak kompromi, saya menikmati sarapan dengan secangkir kopi susu, sambil menunggu Si kecil terbangun dari tidurnya. Sesekali saya membuka laman steemit untuk membaca beberapa postingan kawan-kawan yang ikut berpartisipasi dalam kontes the diary game dan better life for steem. Saat sedang asyik menekuni kegiatan saya, terdengar suara Si Kecil dari arah kamar memanggil. Segera saya menuju asal suara dan melihat Si Kecil sudah terduduk di atas tempat tidur sambil tersenyum manis.

Segera saya menghampiri dan memberinya pelukan dan ciuman selamat pagi. Saya mengajaknya bermain sebentar agar rasa kantuknya menghilang, kemudian saya memandikannya. Tidak lama kemudian saya menyuapinya makan. Di sela-sela aktivitas makan, dia menanyakan kemana kakak dan abang-abang nya pergi karena dari tadi tidak ada satupun yang nampak. Saat saya jelaskan mereka sudah berangkat ke sekolah, acara sarapan nya berhenti karena isak tangisnya. Saya membujuknya sekuat tenaga, merayunya agar menghabiskan makanan nya, dan berjanji akan mengajaknya pergi setelah selesai sarapan. Dengan di selingi tangis, dia menghabiskan sarapannya dengan susah payah.

IMG_20200930_024032.jpg
jalanan kampung yang kami telusuri saat berkendara pagi ini

Beginilah ceritanya saat dia sudah terbiasa dengan keberadaan kakak dan abang-abang nya di rumah. Jadi saat tidak ada, dia merasa kesepian. Selesai berbenah, saya mengajaknya jalan-jalan berdua dengan sepeda motor. Kami menyusuri jalanan kampung yang asri sambil melihat pemandangan dengan matahari yang mulai meninggi. Akhir cerita kami singgah di Minimarket Yuki, Matangkuli. Si Kecil nampak girang memilih jajanan kesukaan nya. Setelah memilih dan membayar jajanan nya sebesar Rp. 52.000, kami beranjak pulang.

IMG_20200930_023636.jpg
pemandangan di dalam Minimarket Yuki yang kami datangi hari ini

Kami tiba di rumah jam 11 pagi. Baru saja masuk dan membersihkan diri dan Si Kecil, Si Kembar pulang dengan di antar oleh Ayahnya. Mereka bertiga berpelukan persis seperti Teletubbies. Pagi menjelang siang, saya lewati dengan menemani anak-anak bermain sambil menikmati snack yang kami beli tadi pagi. Mereka bermain dengan akur, tanpa terjadi perang kata dan perang mainan seperti biasa.

Siang harinya, setelah sholat dan makan siang, saya mengisi waktu dengan menyeterika beberapa pakaian hasil cucian beberapa hari yang lalu. Baru selesai setengah tumpukan kain yang saya setrika, anak-anak mengeluh mengantuk dan ingin tidur siang. Ini kesempatan emas. Jarang-jarang mereka berinisiatif duluan untuk tidur siang. Mungkin mereka kecapekan setelah paginya mereka beraktivitas di luar rumah. Segera saya membenahi pekerjaan yang sedang saya kerjakan, dan menemani mereka tidur.

IMG_20200930_023512.jpg
beberapa biskuit yang kami beli di Minimarket Yuki, Matangkuli

Saya terbangun jam 4.20 sore. Setelah sholat Ashar, saya di sibukkan dengan rutinitas yang biasa saya kerjakan di sore hari. Membersihkan rumah, merapikan mainan anak-anak yang berserakan dan mengurus semua kebutuhan anak-anak saat mereka terbangun dari tidur siang nya.

Malam harinya, saya kembali di sibukkan dengan kegiatan rutin. Setelah sholat dan makan malam, saya dan suami bergantian mengajari anak-anak mengaji dan membantu mereka mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR), yang mereka dapatkan di sekolah. Jam 9 malam, anak-anak masuk ke kamar untuk beristirahat setelah sebelumnya mencuci tangan dan kaki. Salah satu kebiasaan yang selalu saya tekankan dari mereka kecil. Tidak lama setelahnya, saya ikut menyusul mereka berkelana ke alam mimpi.

Sekian diary saya hari ini, terimakasih untuk teman-teman yang sudah berkunjung ke postingan saya.

More about me click👉 (Here)

Salam @ernaerningsih.

Sort:  

Saya senang sekali melihat bayi kembar membuat kita gemes, tapi anak kakak gak mirip kembar seperti adik abang nampak beda usia.

#onepercent
#indonesia

Mereka kembar tidak identik. Jadi memang lain. Orang pun nggak percaya kalau saya bilang kembar. Yang percaya mereka kembar hanya keluarga...🤣🤣🤣

Itu tergolong kembar yang unik kak

Mungkin saja. 😃😃

Sepertinya menu tanpa ditemani ikan tuna sedikit kurang semangat acar makan bersama, saya lihat si kembar tidak mirip.
Beda dengan dua keponakan saya yang kembar, saya sering salah memanggil mereka karena wajah mereka sangat mirip.

#onepercent
#indonesia

Mereka kembar tidak identik @green07. Makanya semua beda. Yang sama hanya saat ke kamar mandi dan saat lagi sakit aja. IQ nya juga beda. Yang kecil itu abangnya, cepat x belajar segala sesuatu. Udah pintar main catur. Udah bisa kalahin bapaknya. Yang gendut itu adeknya, agak gimana gitu??? Tahu nya makan sama nonton youtube doang. 😃🤗🤗🤗

Ya saya melihat mereka begitu luar biasa, yang gendut selalu bikin sensasi sedangkan yang kecil lebih ke geniusan

🤣🤣🤣

😂

 5 years ago 

Segera saya menghampiri dan memberinya pelukan dan ciuman selamat pagi

Saya masih seperti mimpi saat engkau menghampirinya, ku coba untuk mencubit pipi kiri untuk memastikan bahwa ini adalah mimpi. Ternyata benar, itu masih sebatas mimpi bagiku...🤣🤣🤣

Deuh that manusia2 jablai. 🤭🤭🤭😬😬

 5 years ago 

🤣🤣🤣🤣🤣 Kita bukan jablay Tante, tapi Alay..😛😛

🤣🤣

 5 years ago 

Yang kecil belum sekolah kak??

Belum. Baru saja masuk 4 tahun. Cuman badannya bongsor. Ikut bapaknya... 🤣🤣🤣

 5 years ago 

Kok besar kali kak..😁😁

Anak kakak tiga orang yang ikut bapaknya. Tinggi besar. Yang lain cuma satu. Si abang yang kembar itu. Udah kecil, sawo matang pula kulitnya. Tapi dia yang paling pengertian orangnya. Masih kecil tapi sikapnya dewasa. Cepat x mengalah. Beda sama yang lain.

 5 years ago 

Mantap Brati lah kak👍👍

🤗🤗😃

Yg penting ingat covid ingat masker..hehe

Thank you for taking part in The Diary Game on Steem.

And thank you for setting your post to 100% Powerup.

Keep following @steemitblog for the latest updates.

The Steemit Team

Thank you

Coin Marketplace

STEEM 0.06
TRX 0.28
JST 0.048
BTC 65969.04
ETH 1938.46
USDT 1.00
SBD 0.46