Apa yang akan terjadi jika seluruh Petani di Indonesia Ngambek?
Indonesia adalah negara agraris dengan kekayaan melimpah, bisa dibilang benih apapun yang dilempar pada tanah-tanah di Indonesia akan tumbuh seketika, karena tanahnya yang subur. Apalagi dengan posisi Indonesia baik dari segi geografis maupun sisi geologis yang sangat strategis. Dengan berada di daerah yang tropis, merupakan suatu keunggulan tersendiri yang dimiliki oleh indonesia karena adanya curah hujan yang tinggi serta terdapatnya pegunungan yang kaya akan mineral menyebabkan beberapa varietas tumbuhan dapat dijadikan sebagai komoditi unggulan dan dapat di ekspor hingga ke luar negeri.
Beruntungnya lagi wilayah Indonesia juga dikelilingi oleh daerah perairan, hal ini menyebabkan hasil dari sektor perairan tersebut juga tidak kalah banyaknya, dengan adanya produksi dari perairan seperti rumput laut, eceng gondok bahkan segala jenis ikan yang bisa dikonsumsi menyebabkan Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah.
Saya pernah baca di suatu majalah yang saya lupa namanya pada tahun 1980-an Indonesia pernah surplus beras, walaupun begitu, tetap saja pemerintah masih melakukan skema impor terhadap komoditi pertanian di Indonesia, skema impor ini tentunya pada skala internasional bukan lokal. Mungkin niatnya untuk menjalin kerjasama antar negara, atau bahkan karena kurangnya pasokan yang dibutuhkan dari suatu komoditas tersebut. Tapi kalau terus-terusan impor bagaimana nasib petani?
Masalah dalam memutus rantai tata niaga yang begitu panjang juga menjadi suatu hal yang perlu dijadikan perhatian, karena bisa menjadi ajang “bunuh diri” bagi para petani yang tercekik oleh jeratan rentenir yang akhirnya, mau tidak mau mereka harus pasrah menjual produknya kepada rentenir tersebut dengan biaya yang ditentukan sebelah pihak. Petani pun hanya bisa bungkam demi memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Bagaimana tidak, petani yang tidak memiliki modal cukup harus berhadapan dengan rentenir yang mengiming-imingi bantuan, namun mereka tak pernah menyadari jaring laba-laba yang sedang ditebar oleh para rentenir yang akhirnya akan mengikat para petani hingga harus pasrah dengan menjual hasil pertaniannya dengan harga rendah.
Semakin panjang rantai tata niaga, maka akan semakin tinggi harga komoditi pertanian yang akan dilepas ke pasar.
Lalu siapa yang akan diuntungkan? Pastinya bukan petani, karena kalau rantai tersebut bisa diputus, maka bisa dipastikan petani akan menjadi sejahtera dan harga pun bisa stabil, artinya tidak terlalu mahal.
Tapi yang lucunya adalah, saya pernah mendapati kasus dimana barang mentah diekspor oleh pemerintah ke suatu negara dengan harga murah dan membeli kembali barang yang sudah jadi tersebut dengan harga yang lebih mahal. Padahal kalau saja sumber daya dan prasarananya ditingkatkan, mungkin saja pemerintah tidak harus repot-repot melakukan impor secara besar-besaran. Apalagi dengan nilai dollar yang sangat fluktuatif setiap harinya akan menyebabkan kerugian yang sangat besar, beda hal nya kalau kita melakukan ekspor, dengan adanya kenaikan dollar otomatis akan menguntungkan negara, tapi yang diekspor juga sebaiknya adalah barang jadi.
Nah, kalau terus-terusan kasus seperti ini terjadi, bukan tidak mungkin petani akan gulung tikar dan beralih profesi karena akhirnya sadar kalau “telah dikerjai” oleh kebijakan-kebijakan yang tidak pernah berpihak pada mereka.
Lalu apa yang akan terjadi ketika seluruh petani di indonesia ngambek dan meninggalkan lahan pertaniannya?
Salam,






Kan skrg udah terasa seberapa banyak petani yg beralih profesi kak. Pebisnis property secara langsung juga turut andil dlm menenggelamkan para petani.
Dampak yang terjadi ke depannya apa?
Keknya uda dijawab di komentar si fahmi, Kak. 😂
Yg dibilangnya secara langsung kem, terus tenggelam nya kemana? 😂😂
Wah, lihat foto-fotonya jadi pengen pulang ke Sumbar 🤗
Semoga aja para petani kita bisa tetap bertahan dan nggak “ngambek” 🙏🏻, di sisi lain, berharap pembenahan juga di sektor pertanian ini dlm skala nasional. Semoga pemerintah peka dengan masalah ini.
Ini foto2 di Solo mba, di wonogiri nya. Dsini petani nya udh nerapin sistem organik.
Menurut fara ni ya, Indonesia itu g bsa lepas dr yg namanya negara agraris. Jd semoga si stake holders gak coba2 ngerubah Indonesia jd negara industry.
Mirip dgn pemandangan di dkt rumah ortu saya, di padang. Skrg saya di pekanbaru.
Kalo ke sawah di wonogiri, blm pernah. Tapi mampir ke sawah2 di Klaten uda pernah, dulu punya temen yg ortunya petani.
Ya, sayang sekali kalo kita digerakkan ke arah industri, sementara potensi terbesar adalah hasil alam; pertanian, perkebunan, hasil laut, dll.
Semoga saja para pengambil kebijakan di atas sana mempertimbangkan hal ini.
Nb: saya pernah tinggal di Solo 2 tahun, di rumah mbah putri 😁✌️
Wahhh klaten ya.. Iya asik tuh dsana, fara prnh tinggal dsana. Pengrajin lurik nya itu keren2 mba..
Iya sih, kalau sekedar industri rumah tangga mgkn kita gak terlalu perlu khawatir. Tapi kalau udah skala besar. Mau gak mau lahan pertanian akan menjadi sempit.
Iya, mbak 😉👍
Indah fotonya, pelaut juga gitu, gimana kalau para pelaut ngambek? semua kerjaan ada resiko ya dan harus dipertanggung jawab oleh yang punya wewenang eh!
Posted using Partiko Android
Jadi panik kita yang tak tanam padi dan sayuran sendiri
Hahaha anda cerdas, jawaban ini yang saya inginkan
Tiap ketemu Fara, IQ-ku naik 10 point.
Keren ini postingnya.. telah kami resteem ke 7658 follower ya.. :-) Ayo klaim airdrop anda dari Byteball!. (Sebutir kontribusi kami sebagai witness untuk komunitas Steemit berbahasa Indonesia.)
Kgak mau bajak sawah satu tahun....
Hahaha
Mari
Upvote biar para petani kagak ngambek... Hehe
Males