introduced Aceh to the world

in #introduce8 years ago (edited)

Aceh is one of the few old towns in the archipelago. The capital of Banda Aceh for example is over 810 years old, with a long enough age has so much history and stories. In addition, Aceh also has quite distinct cultural values. The combination of local accents with Hindu and Islamic cultures has produced many works, both literary works, regional songs as well as various dances such as:

Aceh merupakan salah satu diantara sedikit kota-kota tua yang berada di nusantara. Ibukota Banda Aceh misalnya sudah berusia lebih dari 810 tahun, dengan usia yang sudah cukup panjang ini memiliki begitu banyak sejarah dan cerita. Selain itu Aceh juga memiliki nilai-nilai budaya yang cukup khas. Perpaduan aksen lokal dengan budaya Hindu dan Islam telah banyak menghasilkan berbagai karya, baik karya sastra, lagu-lagu daerah serta berbagai macam tarian seperti :

image

  • Tari Ranup Lampuan
    ari Ranup Lampuan is also called as a welcome dance. Almost every important reception event in Aceh performs this dance. In addition, at the wedding party dances are played in honor of the coming of the bride. The dance is accompanied by music seurunee kale is usually played by seven female dancers who each hold a cerana in which contains ranub (betel) that will be given kepda invited guests as a tribute.

Tari Ranup Lampuan disebut juga sebagai tari selamat datang. Hampir disetiap acara penerimaan tamu-tamu penting di Aceh menampilkan tarian ini. Selain itu juga pada acara-acara pesta pernikahan tarian ini dimainkan untuk menghormati kedatangan para mempelai. Tarian yang diiringi oleh music seurunee kale ini biasanya dimainkan oleh tujuh orang penari wanita yang masing-masing memegang cerana yang didalamnya berisi ranub (sirih) yang akan diberikan kepda para tamu undangan sebagai penghormatan.

image

  • Tari Rapai Geleng
    Rapai Geleng dance is almost the same as saman dance, but here the dancers use rapai music instrument (a kind of small tamborin) to add musical and energy in dancing. This dance is usually played by 11 - 12 male dancers. Level kesulitannyapun high enough, with fast moves and mutual cross between the dancers make this dance quite interesting to watch.

Tarian Rapai Geleng ini hampir sama dengan tari saman, namun disini penari menggunakan alat music rapai (sejenis tamborin kecil) untuk menambah musikalitas dan energy dalam menari. Tarian ini biasanya dimainkan oleh 11 – 12 orang penari pria. Tingkat kesulitannyapun cukup tinggi, dengan gerakap cepat serta saling silang diantara para penari menjadikan tarian ini cukup menarik untuk disaksikan. disaksikan.

image

thank you for the visit hopefully useful thank you do not forget to upvote @frozi and follow me I also follow you.