Duka Nasriah Adalah Duka Kita Bersama

in Steem SEA5 years ago (edited)

Seringkali kita hanya melihat satu kasus dan kita datang untuk menyelesaikannya. Sementara kasus-kasus yang sama yang seharusnya ada solusinya, tidak mampu kita pecahkan. Apa masalahnya?

Klik di sini Anda akan membaca kisah Nasriah, ibu muda yang mengalami nasib malang. Ibarat kata pepatah sudah jatuh tertimpa tangga pula. Di usia 6 tahun sang ayah meninggalkannya untuk selama-lamanya. Lalu gempa Pidie Jaya beberapa tahun lalu merenggut nyawa sang ibu. Selanjutnya, setelah menikah muda dan punya anak lantas harus menerima nasib lain menjadi penderita diabetes. Dan kemudian sangat disayangkan sang suami pun pergi juga dari dekatnya.

Bayangkan bagaimana hari-harinya? Bayangkan seandainya Anda berada pada posisi Nasriah? Satu-satunya harapan adalah pertolongan sesama. Kemudian @anroja dan beberapa teman yang tergabung dalam Komunitas Steem SEA datang berkunjung. Dan tersiarlah derita Nasriah. Tentu saja banyak yang ingin tahu. Sebagian hal sudah jelas dalam postingan @anroja sebagaimana yang saya kutip di atas. Termasuk Nasriah yang susah ke rumah sakit karena kondisi tubuhnya yang sangat lemah.

Setelah membaca postingan @anroja, saya dan istri mungkin dapat menjadi contoh dan saya yakin apa yang kami diskusikan juga menjadi diskusi orang lain semisal mengapa pemerintah setempat tidak berinisiatif mengantar jemput Nasriah dengan ambulance? Mengapa famili-familinya hanya mendiamkannya begitu saja? Dan lain-lain pertanyaan.

Tentu saja saya yakin bahwa sodara-sodaranya sudah banyak menolong Nasriah. Saya yakin Nasriah mendapat perlakuan yang baik dari kebijakan pemerintah berobat gratis dengan BPJS yang disokong sepenuhnya oleh dana Otsus.

Intinya jangan pernah menuduh orang lain tidak berbuat baik kepada yang lainnya. Jangan pernah berpikir pemerintah tinggal diam. Itu pikiran saya. Pikiran yang pada dasarnya beranjak pada sikap menghargai orang lain.

Lalu bagaimana agar kasus-kasus seperti yang dialami Nasriah mendapatkan perlakuan yang baik dan cepat dari semua kita? Apakah tetap terus dengan solusi: datang bantuan dari famili, tetangga, masyarakat yang kenal dengan Nasriah, sekelompok orang seperti Steem SEA di bawah @anroja atau pemerintah sendiri adalah aktor penolong utama? Saya tidak punya ide tentang ini. Mohon maaf, kebersamaan pemerintah/politisi dan masyarakat terkadang saling membutuhkan hanya ketika ada maunya.

Puasa menjelang pemilu tentu berbeda dengan puasa jauh-jauh hari dari gebyar pilkada. Jika jelang pilkada, ada banyak bantuan kepada masyarakat dari para politisi, puasa kali ini untuk selembar kertas jadwal shalat dan paling penting waktu magrib, jarang kita temukan.

Beruntunglah orang-orang seperti @nazarul, @herimukti dan teman-teman yang tidak saya sebutkan di sini yang punya jiwa menolong. Anda dapat melihat postingan @nazarul yang membawa juru rawat yang membersihkan luka kaki Nasriah di rumah neneknya di desa Sambongan Ulim, Pidie Jaya. Sudah berapa kalikah orang-orang pemerintah yang berkunjung ke sana? Apakah ada inisiatif pemerintah memenuhi kebutuhan Nasriah seperti kursi roda yang disebut @anroja dalam postingannya. Inisiatif ambulance antar jemput.

Di bulan baik ini kita berharap ada orang-orang yang baik yang menolong orang-orang seperti Nasriah. Bukan hanya dengan tujuan menabung amal untuk kemudian beranak-pinak di akhirat kelak. Tetapi menolong dengan ikhlas, tanpa membawa-bawa akhirat sebagai tujuan. Jika pernyataan ini salah atau hanya orang-orang alim saja yang punya sikap religius setangguh ini, mungkin tak perlu dipertentangkan. Silakan Anda dengan argumen sendiri dan yang lain dengan argumennya. Asal jangan diadu. Atau kalau diadu pun, pas muncul tabrakan. Dua-duanya siap mengerem argumennya buat sementara atau selama-lamanya. Yang pasti di depan mata kita ada banyak Nasriah-Nasriah lain yang membutuhkan uluran tangan kita.

Jika beberapa waktu lalu kegiatan amaliah dari @steem.amal ada di Aceh Utara, kini kegiatan menolong sesama ini ada di Pidie Jaya. Terima kasih kepada-Mu ya Allah yang telah menyematkan jiwa-jiwa yang tenang dan bahagia ketika menolong sesama di hadapan kami.

Terima kasih atas perkenan foto-fotonya @anroja @nazarul.