tas ibuk gubernur

Coppas status tetangga 😂
Beberapa hari ini viral berita di sosial media tentang tas Bu Gubernur Aceh yang harganya $3000,- atau setara dengan Rp. 39 juta. Ingat, jangan salah! 39juta itu satu tas, bukan satu toko 😝.
Tapi menurut saya, kita berlebihan jika mengkritisi tas Ibu Gubernur tersebut, apalagi kan dibeli bukan dengan uang APBA, beliau beli pakai uang pribadi. Mungkin beliau beli pakai uang tabungan yang telah disimpan beberapa lama. Itu kan sah-sah saja. Makanya nabung! (Pesan moral) 😀
Kalau ibu-ibu atau perempuan masyarakat biasa, beli tas paling mahal 200-500ribu, ya wajar lah! karena nabung dikit-dikit. Coba nabungnya sejuta perhari atau perminggu. Setahun bisa beli tas seperti tasnya Syahrini 😀.
Begini, bukan saya bermaksud membela Bu Gubernur dengan tas mahalnya. Namun, mari kita melihat kehidupan kita masing-masing.
Kalau masalah tas, di rumah kita pasti juga punya tas, baik itu tas istri maupun tasnya suami.
Dalam tulisan ini, kita tak perlu bahas tas laki-laki, yang biasanya hanya berbentuk Ransel yang multiguna. Isinya mulai laptop, charger, buku, ber-bagai macam kertas/bon/laporan, dan apapun itu yang sering digunakan sehari-hari. Dan kalau berpergian antara laptop, baju ganti, sikat gigi, sandal, baju kotor bersatu-padu dalam kebhenikaan. Memang tas ransel benar-benar berjiwa Indonesia.
Karena tas kaum laki-laki untuk keperluan kerja, maka jarang ganti-ganti. Kapan tas ini berganti baru? Ya, saat salah satu tali tas putus atau tasnya robek, atau juga saat ikut Seminar dapat tas baru dari panitia 😀.
Udah lah, ga perlu diperpanjang lagi tentang tasnya kaum laki-laki, yang membuat langit dan bumi beserta isinya menangis prihatin 😂.
Lebih baik kita cerita tentang tas kaum perempuan saja sesuai dengan tema di atas. Bagi Ibu-ibu, tas itu bukan hanya sekedar keperluan menyimpan barang-barang saat bepergian, lebih dari itu tas juga bagian dari fashion. Jadi, jangan kita berpikir jika ibu-ibu bawa tas agak besaran itu pasti isinya laptop, charger, baju ganti atau odol. Itu pasti tidak ada!
Biasanya isi tas Ibu-ibu yang besar adalah dompet dan alat make-up saja. Walaupun tasnya besar bukan berarti semua alat make-up juga dibawa, ga lah,.. Kacuali ibuk itu tukang salon keliling 😀.
Terus, kalau hanya isinya dompet dan alat make-up mengapa tasnya besar-besar? Ya namanya juga fashion. Makanya nonton tu Tv 😀
Kembali pada tas Buk Gubernur yang berharga $3000, menurut saya sah-sah saja! Kenapa? Namanya juga Istri Gubernur, pergaulan tinggi, sering keluar daerah atau keluar negeri, dalam tasnya ada dompet yang selalu berisi. Maka, jangan samakan dengan ibu-ibu/perempuan masyarakat biasa lah.
Coba bayangkan, jika istri kita punya tas harganya $3000 itu, terus isinya hanya 100rb plus make-up dan juga botol susu anak-anak. Kemudian makan di restoran, waktu mau bayar harga makanannya 250rb. Kan ga mungkin bayar pake tali tas! Kan ga laku 😀.
Atau dengan kata lain, jangan sampai punya tas harganya $3000 atau Rp. 39juta, tapi saat makan di restoran harus tinggal KTP atau harus cuci piring dibelakang. Kan ga enak didengar oleh Syahrini 😉.
Maka dari itu, jika Ibu gubernur kita punya tas mahal wajar lah, karena kalau masuk ke Restoran Padang, jangakan makanannya, itu restoran dan sertifikat tanahnya juga bisa sekaligus dibayarin. Namanya juga istri gubernur!
Lagian, apa kita ga malu sebagai rakyat Aceh, jika para ibu pejabat se-Indonesia bertemu, dan tas Ibu Gubernur kita ga berkelas. Bukankah kita negeri kaya? Dan kita punya sumber daya alam yang luar biasa!. Hanya BPS saja yang mengatakan Aceh adalah provinsi termiskin di Sumatera. Kalau kita melihat tas Bu Gubernur kita, mungkin data BPS itu Hoax!
Kita seharusnya berterimakasih pada beliau yang telah menjaga marwah bansa Aceh, menurut berita di detik-com tas Ibu Gubernur kita yang tertinggi diantara 9 istri pejabat lainnya. Malah, kalau boleh kita sarankan agar Beliau beli tas seperti tasnya Angel Lelga atau Syahrini yang punya tas harganya lebih dari Rp.100juta. Minimal kalau ada berita lagi, ibu-ibu pejabat kita ga kalah dengan artis Ibu Kota 😉.
Udahlah jangan lebay, apalagi pake acara komentar di facebook dengan membanding-bandingkan harga tas Bu Gubernur bisa buat satu rumah duafa.
Biarkan saja, namanya juga orang kaya!