Jeda Pembelajaran Karena Agenda Latihan Upacara (17/1/2026)
Hai Sobat Steem...
Postingan terakhir Saya 5 hari yang lalu, sebab ada beberapa hal yang perlu saya selesaikan, sehingga Saya absen beberapa hari. Jangan khawatir saya kembali menulis hari ini, mudah mudahan tidak ada halangan maupun rintangan dimasa depan, amin
Oh ya saat ini Saya nyaman menulis catatan harian jadi Saya berharap tidak membosankan, terkadang ada yang bilang catatan harian merupakan postingan sampah, namun bagi Saya postingan seperti ini menyimpan kenangan yang bermanfaat, bukan hanya mudah tapi benar benar bukan hasil plagiat
Akhir pekan ini saya memiliki jadwal mengajar dikelas, tak di sangka sangka sebagian jadwal saya di gunakan untuk latihan upacara oleh guru lain. Sungguh mengherankan ketika saya mengajar akhir pekan kejadian seperti ini sering terjadi sehingga pembelajaran tertunda karena adanya latihan.
Di satu sisi menyenangkan karena dapat duduk santai tanpa harus berkoar koar didepan kelas memberikan penjelasan tentang materi pembelajaran. Disisi lainnya Saya harus mengejar pembelajaran yang tertinggal nantinya untuk membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan yang saya ajarkan. Mungkin sedikit memaksa karena keterbatasan waktu.
Sebelumnya latihan upacara, Saya masuk ke kelas untuk mengajar dengan membawa paket makan bergizi yang di programkan oleh pemerintah yang menghabiskan banyak dana belanja negara. Sejak didistribusikan makanan bergizi ke sekolah banyak waktu pembelajaran hilang karena dua kali istirahat.
Memang ada sisi positif dan negatif dari setiap program. Tidak semua orang dapat menerimanya. Menurut saya program makan bergizi ini sangat membantu murid, terutama yang kondisi ekonomi orang tua kurang mampu, terkadang saya bertanya "kenapa murid tidak bersemangat dalam belajar?" Jawaban yang saya temukan siswa belum sarapan pagi ketika berangkat ke sekolah. Hal ini sangat menggangu murid dalam belajar terutama rasa kantuk mereka hadir ditengah tengah pembelajaran berlangsung
Pola hidup saya berubah drastis setelah bencana banjir di akhir november lalu, sebelum banjir saya rajin duduk di kedai kopi, saat ini saya telah meninggalkan kedai kopi meskipun demikian saya selalu ngopi tanpa ada teman steemian yang menemani.
Saya sering datang membeli kopi di penjaja kopi jalanan karena rasa tidak kalah dengan yang ada kedai kopi. Kebetulan tidak jauh dari rumah saya ada penjual kopi dengan menggunakan mobil minibus. Suasana alam terbuka sangat nyaman untuk saya, namun kendalanya debu yang berterbangan ketika ada kendaraan yang melintas
Selanjutnya malam hari, air mineral dirumah saya habis, langganan saya tidak mengantar air karena kelangkaan air minum setelah bencana banjir, banyak air mineral di kirim ke kamp pengungsian karena mereka sangat membutuhkan air bersih, meski hampir dua bulan bencana banjir berlalu, hingga saat ini masih banyak warga yang mengungsi karena rumah mereka di hantam banjir hingga rumah mereka hilang maupun rusak berat.
Saya keluar membeli air mineral untuk kebutuhan rumah tangga, Saya akui sangat sulit mendapatkan air mineral saat ini, meskipun di beberapa tempat masih tersedia setiap saat.
Sekian dan terima kasih
Wassalam




