Satu Beban Ditanggung Satu Jiwa
"Satu beban, ditanggung satu jiwa"
Tetapi tidak terselesaikan
Coba lihat barisan semut di dinding, satu beban tapi dengan kecil tubuhnya,
Mereka berangkat bertaut pijak— bergotong-royong dalam ketangguhan, saling menuntun supaya tidak ada yang tertinggal
Mari berkaca,
Setiap manusia adalah sama
Aku dan kamu hidup ditengah keputusasaan, buat apa saling menutup mata?
Mengapa tak kita gunakan?
Jika Tuhan menciptakan tangan, satu untuk menopang manusia yang punggungnya bergertar karena isakan?
Mengapa tak kita gunakan?
Jika Tuhan menciptakan telinga, satu untuk mendengar yang memanggil pertolongan?
Mengapa tak kita gunakan?
Jika Tuhan menciptakan hati untuk kita merasa supaya satu sepenanggungan?
.
.
Coba renungkan sejenak dan pandang sekitarmu, adakah dia yang terlewat? Mari mengulurkan tangan bagi satu sama lain untuk bangkit bersama-sama dari keterpurukan. .
Pantengi terus lini masa kami & kami akan membagikan informasi tentang mereka yang juga membutuhkan uluran tanganmu.
