Reflect On World Leaders/ Berkaca Pada Pemimpin Dunia
Reflect On World Leaders
Apakabar steemian all, hopefully all right.
In this post I show a short profile of world figures exemplary with a simple lifestyle when and when. Then see the leaders of this country ranging from the regents, governors and presidents, before and during. What a striking difference.
There are many profiles of world leaders who are able to inspire us. He is Iran's 4th president, Mahmoud Ahmadinejad. The election of the former mayor of Taheran is a frightening specter of some countries. Doctoral graduates in engineering and traffic planning and transportation are simple figures.
He worked totality for the people and his religion since he was sworn in as mayor of Taheran in 2003-2005. During his time as mayor of Taheran, he never lived in his luxurious office. He prefers to live in a blind alley adjoining the poor in Iran.
The simplicity is immediately visible on the first day of the palace after becoming president of Iran. Ahmadinejad donated all the rugs in the very expensive Iranian Palace to the mosques in Tehran and was replaced with cheap and easy-to-clean carpets. Not only that, he just enjoy a quarter of his salary. The rest is donated to the community.
Next is Jose Mujica, the Uruguayan President of 2010 - 2015. The former Guerrilla lives in a modest home and he is in world history as the world's poorest president. Of the approximately Rp 119 million of salary per month, only 11 million are used for families. While the rest is donated to the poor. Mujica started guerrilla from the 1960s and 1970s with Tupamaros, an important group of fires. He was jailed for 14 years in prison.
Another leader we deserve to see from Europe is the Venezuelan President 1999-2013, Hugo Chavez, who was once a political icon in the world. He was one of the brave presidents of US President George W Bush at the annual session of the UN General Assembly in New York, September 20, 2006. Many new breakthroughs were made during the adoption of a new constitution, arguing for a number of important industries, health and education, poverty level.
source
From the Continent of Asia, is Halimah Yacob President of Singapore. The first female president in Singapore who prefers to live with the community. He began living in a flat with five rooms since he was elected chairman of the parliament in 2013. Even this woman did not rent a maid for her homework. This Malay origin woman is a seller of rice paddies, but struggled hard to maintain life so that he could finish college.
source

This time we look to the world leaders on the African Continent. He is Nelson Mandela, president of South Africa. Nelson had been imprisoned for 27 years. However, when he is free and leads his country it does not take revenge for the treatment it receives. During the lead of South Africa from 1994-1999, donated most of his salary to the founding children he founded. By the time Nelson Mandela manages to fix the black and white, educational and health gap.
====================================
Berkaca Pada Pemimpin Dunia
Apakabar steemian semua, semoga baik-baik saja.
Dalam postingan kali ini saya menampilkan profil singkat tokoh dunia patut dicontoh dengan gaya hidupnya sederhana sebelum dan ketika sudah memimpin. Lalu melihat pemimpin negeri ini mulai dari bupati, gubernur dan presiden, sebelum dan ketika memimpin. Sungguh terlihat perbedaan yang mencolok.
Ada banyak profil tokoh dunia yang mampu menginspirasi kita. Di antaranya adalah presiden ke-4 Iran, Mahmoud Ahmadinejad. Terpilihnya mantan walikota Taheran ini menjadi momok yang menakutkan bagian sebagian negara. Lulusan Doktor bidang teknik dan perencanaan lalu lintas dan transportasi adalah sosok sederhana.
Ia bekerja totalitas untuk rakyat dan agamanya sejak ia dilantik jadi walikota Taheran pada 2003-2005. Selama menjadi walikota Taheran, tidak pernah tinggal di rumah dinasnya yang mewah. Ia lebih memilih tinggal di sebuah gang buntu berdampingan dengan masyarakat miskinm di ibukota Iran.
Kesederhanaanya langsung terlihat ketika hari pertama menapaki istana setelah menjadi presiden Iran. Ahmadinejad menyumbangkan seluruh karpet di Istana Iran yang sangat mahal kepada masjid-masjid di Teheran lalu menggantikannya dengan karpet yang murah dan mudah dibersihkan. Tak hanya itu, ia hanya menikmati seperempat gajinya. Selebihnya disumbangkan ke masyarakat.
Selanjutnya adalah Jose Mujica, Presiden Uruguay tahun 2010 – 2015. Mantan Gerilyawan ini tinggal di rumah sederhana dan ia dicatat dalam sejarah dunia sebagai presiden termiskin di Dunia. Dari sekitar Rp 119 juta gajinya per bulan, hanya 11 juta yang digunakan untuk keluarganya. Sedangkan sisanya disumbangkan untuk rakyat miskin. Mujica mulai bergerilya dari 1960-an dan 1970-an dengan Tupamaros, kelompok bersenjata api. Ia sempat dipenjara selama selama 14 tahun di penjara.
Pemimpin lain yang patut kita berkaca dari Eropa adalah, Presiden Venezuela 1999-2013, yaitu Hugo Chavez, yang pernah ikon politik di dunia. Ia salah satu presiden yang berani menentang Presiden Amerika Serikat George W Bush dalam sidang tahunan di Majelis Umum PBB di New York, 20 September 2006. Banyak terobosan baru yang dilakukan selama memimpin mulai menerapkan konstitusi baru, mendirikan dewan demokrasi partisipasi, menasionalisasi sejumlah industri penting, kesehatan dan pendidikan, serta mengurangi tingkat kemiskinan.
Benua Asia, adalah Halimah Yacob Presiden Singapore. Presiden wanita pertama di Singapura ini yang lebih memilih tinggal bersama masyarakat. Ia mulai tinggal di flat dengan lima kamar sejak ia terpilih menjadi ketua parlemen pada 2013. Bahkan wanita ini tidak menyewakan pembantu untuk pekerjaan rumahnya. Wanita asal melayu ini dulunya adalah penjual nasi padang, tapi berjuang keras untuk mempeertahankan hidup sehingga bisa menyelesaikan kuliah.
Kali ini kita berkaca ke pemimpin dunia di Benua Afrika. Dia adalah Nelson Mandela, presiden Afrika Selatan. Nelson pernah dipenjara selama 27 tahun. Namun, ketika ia bebas dan memimpin negerinya itu tidak membalas dendam atas perlakuan yang diterimanya. Selama memimpin Afsel dari 1994-1999, menyumbangkan sebagian besar gajinya kepada yayasan anak-anak yang didirikannya itu. Pada Saat Nelson Mandela berhasil memperbaiki kesenjangan kulit hitam dan putih, pendidikan dan kesehatan.(*)








Oman ata baro lagoooo
Postingan sangat mendunia.. Luar biasa.