4 Halak Batak Mardalan di Aceh - Part 1 [Jelajah Silampung]
Lokasi : Kapal di atas rumah, Lampulo, Aceh.
Horas Bah
Sudah pasti kalau kita mendengar kata Horas, maka yang teringat adalah orang Batak. Yess, "Horas" adalah sapaan khas suku Batak, Sumatra Utara. Saya tidak tahu pasti arti atau singkatan kata Horas ini. Intinya adalah salam khas Batak. Kalau ada yang menyapa dengan kata "Horas Bah", maka di jawab "Horas". Horas juga biasanya dipakai sebagai kata salam untuk mengawali dan mengakhiri pembicaraan.
Mingkin karena provinsi Sumatra Utara bersebelahan dengan provinsi Aceh, makanya antara orang Aceh dan orang Sumatra Utara tidak begitu asing. Kalau weekend banyak orang Aceh ke Medan atau danau Toba, Sumatera Utara dan sebaliknya orang Sumatera Utara datang ke Banda Aceh atau Sabang.
Cerita saya kali ini tentang kedatangan 4 sekawan halak Batak dari kots Pematangsiantar.
4 Halak Batak
Empat orang pemuda ini semua bermarga. Marga merekapun rasanya marga yang cukup kuat. Mereka adalah Lae Hutagalung, Lae Bakkara, Lae Manurung dan Lae Silalahi. Mereka adalah empat sahabat sejak sekolah. Saat ini tiga dari mereka merantau untuk kuliah. Lae Hutagalung dan lae Silalahi di Semarang, lalu lae Manurung kuliah di Lampung, sedangkan lae Bakkara yang tinggal di Siantar.
Lokasi : Masjid Raya Baiturahman, Banda Aceh.
Kedatangan mereka ke Aceh adalah untuk berlibur bersama. Menikmati kebersamaan selagi bisa liburan bareng. Karena setelahnya mereka akan kembali ke daerah rantau.
Wisata Religi Banda Aceh
Mereka berempat adalah seorang nasrani. Aceh yang mayoritas muslim dan satu-satunya provinsi dengan syariat Islam selalu harmonis dengan agama apapun dan suku apapun. Meski Image Aceh terkiat SARA selalu negatif, tetapi bagi yang sudah datang ke Aceh barulah mereka tahu betapa damai dan harmonisnya Aceh dalam keberagaman.
Lokasi : Museum Rumoh Aceh, Banda Aceh.
Lokasi : Ruang sumur do'a, Museum Tsunami, Banda Aceh.
Lokasi : Monumen Tsunami, di kawasan kapal PLTD Apung, Punge, Banda Aceh.
Sama halnya dengan pelancong umumnya, mereka mengunjungi masjid raya Baiturahman, Museum Tsunami, Museum Rumoh Aceh, kapal diatas rumah Lampulo dan monumen tsunami PLTD Apung. Seharian mereka city tour dan di akhiri dengan bersantai di pantai Lampuuk.
Lokasi : Pantai Lampuuk, Lhoknga, Aceh Besar.
Di Aceh, tidak sah rasanya jika tidak pergi ngopi. Warkop memang pupuler sebagai salah satu tempat bersantai dan bersosialisasi dengan handai taulan.
Inilah cerita bagian pertama tentang 4 halak Batak yang seharian telah menjelajah Aceh. Esok hari mereka akan menjelajah pulau Weh, Sabang dan beberapa pantai di Aceh Besar dan akan saya tulis di bagian ke dua.
Selamat berlibur yaa...
Horasssss !!!
"Lasaklah ... Sebanyak, Sebisa dan Sejauh Mungkin, Karena Hidup Bukan Diam di Satu Tempat"
Kaki Lasak : The Story, Travel, Photo & Food


Follow Me :
Steemit @kakilasak
Facebook Husaini Sani
Instagram kaki lasak ucok silampung
Whatsapp +6282166076131







