THE DIARY GAME (MINGGU, 29 NOVEMBER 2020) MEMPERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW.
Salam sejahtera buat kita semua, semoga sepanjang hari yang kita lewati menjadi amal ibadah disisi-Nya
20% pembayaran dari postingan ini akan diterima oleh akun @steem.amal
Pukul 05:20
Subuh ini udara sangat segar diakibatkan hujan deras semalam, alarm membangunkan saya tepat pukul 05:10 dengan pelan-pelan saya berjalan menuju sungai yang berada di belakang rumah saya untuk mencuci muka serta berwudhu.
Usai melaksanakan shalat subuh saya membantu orang tua membersihkan rumah karena hari ini hari yang sangat berbahagia mengenai peringatan Maulid Nabi Saw di kampung saya. Selang beberapa menit saya segera mandi lalu memakai pakaian yang elok dan rapi, lalu bersantai-santai di teras rumah sebentar sambil menunggu Idang disiapkan oleh sang ibu.
Setelah Idang selesai disiapkan lalu saya memanggul Idang ke atas kepala dan langsung berangkat ke Meunasah dengan membawa Idang tersebut yang berisi nasi dan lengkap dengan lauk pauk, hingga berlapis-lapis didalamnya, hidangan ini dinamai dengan "Idang meulapeh makanan".
Begitu juga dengan masyarakat lainnya, sebagian mereka yang mampu membuat kenduri maka Idang tersebut diantar ke Meunasah juga dan nantinya akan dibuka oleh panitia pada saat menikmati kenduri. Semua lauk yang disinggahi dalam Idang sudah pasti berbeda dengan hari-hari biasanya, dalam moment ini masakan dimasak dengan menu-menu yang spesial.
Begitu juga dengan nasi, nasi dibungkus dengan daun pisang yang terlebih dahulu dilayu di atas bara api yang bentuknya seperti piramida atau biasa disebut dengan "Bu Kulah". Sehingga selain rasanya yang khas ditambah lagi dengan aroma daun pisang, semakin merangsang untuk disantap.😋
Pukul 09:10
Setiba di Meunasah saya menyerahkan Idang tersebut kepada panitia, setelah itu langsung ikut serta dalam membantu apa-apa yang belum terorganisir dengan baik. Hingga beberapa menit setelah semua persiapan terselesaikan para tamu undangan pun mulai berdatangan, satu persatu dijamukan dan dipersilahkan untuk mencicipi makanan maulid di dalam Meunasah.

Para tamu undangan mulai berdatangan dan disambut oleh sejumlah tokoh masyarakat
Tamu undangan berdatangan dari beberapa daerah terdekat termasuk para santri Pasantren Jami'ah Al-Aziziyah yang berada di kampung kami, mereka juga ikut memeriahkan acara ini. Kedatangan para tamu mulai habis hingga menjelang waktu dhuhur tiba.

Para tamu undangan terlihat begitu bergembira dalam menyantap hidangan kenduri Maulid
Pukul 13:30
Saya pulang ke rumah untuk menunaikan shalat dhuhur kemudian setelah shalat saya mempersiapkan alakadar hidangan makanan Maulid kepada beberapa teman yang akan datang ke rumah saya, Maulid tahun ini saya tidak memberikan undangan kepada seluruh teman-teman seperti tahun sebelumnya, cuma saya siap beberapa "Bu kulah" serta lauknya kemudian saya antarkan ke teman-teman pasantren saja.
Pukul 14:35
Teman saya datang dan saya sambut dengan baik lalu saya persilahkan masuk ke dalam rumah untuk mencicipi alakadar makanan yang ada.

Teungku Nailul dan Alfin sedang asyik dalam obrolan
Beberapa teman saya sempat terhalang oleh hujan ketika menuju ke rumah saya dan ada pula yang datangnya lebih awal tentu tidak terhalang oleh hujan akan tetapi ketika mau pamitan hujan mulai turun begitu deras, maka mereka pun menunggu hingga hujan berhenti, sampai-sampai mereka sempat tertidur di rumah saya dalam penantian hujan reda itu.
Menjelang waktu asar tiba mereka pamit untuk kembali ke pasantren karena hujan pun telah reda cuma sisa rintihan gerimis saja. setelah mereka pulang saya bersama adik membereskan dan memindahkan piring dan lauk yang tersisa dari hidangan tersebut ke dapur. Usai semua selesai saya segera mandi lalu melaksanakan shalat asar karena sore ini saya harus kembali ke pasantren lebih awal menjelang magrib tiba, takutnya kalau kesorean nantinya hujan akan kembali turun.
Suasana langit sangat mendung, perkiraan saya hujan akan segera turun, tanpa memikir panjang saya pun segera melakukan perjalanan, disaat setengah dalam perjalanan hujan gerimis pun mulai turun dan sedikit membasahi pakaian yang saya kenakan, perjalanan tetap saya teruskan hingga sampai ke pondok dengan aman tanpa digurur hujan deras.
Sesaat tiba di pondok azan magrib pun dikumandangkan, maka saya dengan segera menuju ke masjid untuk menunaikan ibadah tersebut.
Demikianlah cerita kegiatan saya hari ini.
Lalu saya menulis cerita hari-hari saya untuk mengikuti kontes THE DIARY GAME.
Ini cerita saya hari ini:
SEMUA GAMBAR SAYA AMBIL DENGAN SMARTPHONE REALME 2
Salam @khairil98
Saya ucapkan Terima kasih kepada @anroja yang telah mengajak saya berpartisipasi di The Diary Game.
Terimakasih juga kepada :
@steemcurator08, @ernaerningsih, @muzack1, @inwi, @nazarul, @ikhsan01 dan komunitas Asia Tenggara.
Ingin mengenal saya lebih detail klik disini

Diary yang sangat bagus @khairil98
Selain mengadakan hari maulid anda juga mengatur hasil postingan ini untuk @steem.amal
Semoga rezeki kita dimudahkan supaya kita bisa membantu anak-anak yang kurang mampu.
#onepercent
#indonesia
Terimakasih bang @ikhsan01
Semoga apa yang kita berikan menjadi amal kebajikan dikemudian hari akhir.
Amin.
Thank you for taking part in The Diary Game on Steem.
And thank you for setting your post to 100% Powerup.
Keep following @steemitblog for the latest updates.
The Steemit Team
Postingan ini telah dihargai oleh akun kurasi @steemcurator08 dengan dukungan dari Proyek Kurasi Komunitas Steem.
Selalu ikuti @steemitblog untuk mendapatkan info terbaru.
Thanks you very much