Motivasi Anak Dalam Melukis
Ketika ditampilkan sebuah lukisan pemandangan gunung oleh anakku hari itu, membawaku pada kenangan masa lalu—beberapa tahun silam di SD—di sebuah ruang kelas yang sedang sibuk oleh tugas melukis. Itu adalah kenangan kecil, namun menggelitik. Bagaimana tidak, aku dan hampir separuh teman-teman di kelas nyaris menggambar lukisan yang sama; dua gunung yang ditompangi sebuah jalan, serta hamparan sawah di sisi kiri dan kanan.
Mari kita telaah sejenak hal yang sederhana ini.
Apa yang menyebabkan anak-anak melukis hal yang sama, bahkan persis. Apa yang menyebabkan otak anak sehingga memicu visual yang sama. Pada dasarnya kemampuan menuangkan pikiran anak melalui visual berbeda-beda. Akan tetapi karena keterbatasan ide, kreativitas serta pengaruh social menyebabkan cara memahami warna, konsep serta desain mengikat anak pada karya seni anak itu sendiri. Apakah kamu pernah melukis gunung masa kanak-kanak kamu? Nah! Bila kamu juga pernah melakukan hal yang sama tentu kamu punya alasan yang berbeda, bukan. Tapi kita bukan pada membahas alas an yang berbeda tersebut. Mari kita bahas factor yang mempengaruhi dan dampak positive seorang anak dalam melukis.
Ketika kita dewasa, pengalaman itu kembali terulang pada anak kita, yang membuat kita tersenyum dan tergelitik. Ternyata pertanyaan tidak terlalu penting ini, sedikitnya mulai tekuak, mengapa guru kita memberika pelajara melukis pada kita seoalah pelajaran itu tidak dibutuhkan oleh pikiran dan lebih mirip sebuah rekraeasi kelas. Banyak hal yang kadang luput dari pikiran kita, kala melihat anak-anak mengambil kertas dan pulpen kemudian menyoret-nyoretnya. Dasar tidak ada kerjaan! He ..he ..he..
Balita pada umumnya mengenalkan tulisan pada kita dengan mencorat-coret kertas, dinding, yang kadang kita anggap sepele dan tidak jarang orang tua marah atas tingkah anak tersebut. Sesungguhnya yang sedang dilakukan anak adalah ia sedang menuangkan idenya dalam lukisan yang belum terarah. Coretan yang dihasilkan itu adalah kemampuan dia sebagai terapi otak dengan membiarkan gerakan tangannya membentuk sesuatu, dan itu sangat menarik bagi si anak yang sedang menikmati ke mana tangannya sedang bergerak.
Itulah alasan kenapa orangtua tidak boleh meremehkan seorang anak yang senang mencorat-coret kertas, karena baginya itu adalah sebuah maha karya yang sangar luar biasa. Siapa tahu anak anda menjadi seorang seniman lukis yang luar biasa di masa depan. Berikan dukungan pada anak dalam melukis, menumpahkan ide, seni, keindahan dalam kanvas.
Selamat menikmati maha karya anak anda!!

Anak yang kreatif. Bakat menjadi pelukis sudah terlihat dari kecil. Gambar ini sebagai buktinya, keren.
Lukisan memberikan sebuah pengalaman bagi pelukis. Bagi anak-anak, media seni lukis mempercepat kekuatannya dalam mengamati dan memusatkan hasil panca Indra penglihatan