Che (Film 2008)
Assalammualaikum ya ahlil steemit...
Malam ini segelintir ingatan membuat diri termenumg semenit, ingat kembali beberapa tahun silam pernah menonton film biografi berdasarkan catatan diary seorang Revolisioner. Dialah Ernesto Guevara atau yang lebih dikenal sebagai Che Guevara, seorang dokter yang menjadi pejuang Revolisioner berpaham marxisisme atau komunis, namun seiring waktu betransformasi menjadi komunis-sosialis.
Tapi kita tidak membahas siapa dia di dunia nyata karena Che Guevara sudah terkenal di dunia bahkan legenda tinju dunia Mike Tyson mentato wajah Che di tubuhnya. Tapi apakah generasi sekarang mengenal Che atau tidak ya biarkan saja, atau juga mengenal Tan Malaka? Salah satu pahlawan Nasional Republik Indonesia. Dari segi ktragisan kematian dua tokoh ini memiliki kemiripan, sama-sama di eksekusi mati di tengah hutan belantara.
Di tahun sekitar tahun 2010-an gitu kalau tidak salah, karena itu masih masa kuliah di USK ada abang leting memiliki DVD film che. Film tersebut dibintangi oleh aktor Benicio Del Toro dan di sutradarai oleh Steven Soderbergh, film ini memiliki durasi yang panjang dan dua bagian cerita film. Bagian pertama mengisahkan Che seorang dokter yang bertemu dengan Fidel Castro dan memulai perjuangan (pemberontakan) terhadap rezim diktator yang di dukung oleh Amerika yaitu Fulgencio Batista. Pada film bagian pertama ini cukup menarik dan berakhir dengan happy ending dengan kemenangan para pejuang. Film ini adalah film tentang perang namun kami rasa lebih kepada drama karena sedikit sekali aksi tembak menembaknya jika dibandingkan dengan film perang seperti Band Of Brother atau the pacifik bahkan Saving Private Ryan namun lebih bagaimana dialog dan drama dibalik perang itu sendiri.
Film bagian kedua ini benar-benar membuat saya terkesan, bukan karena suguhan aksi tembak-menembak melainkan karena kondisi sangat sulit dalam sebuah perang grilya. Bagian kedua dalam film ini menceritakan tentang perjuangan Che melawan rezim militer Rene Barrientos di negara Bolivia yang juga di sokong penuh Amerika Serikat. Bahkan Amerika mengirim agen CIA dan melatih tentara Bolivia menghadapi gerilyawan Che Guevara. Amerika Serikat begitu gelisah terhadap Che Guevara ketimbang Fidel Castro, tokoh ini juga pernah berkunjung ke Indonesia dahulu dan disambut baik oleh Presiden Republik Indonesia kala itu Ir. Sukarno.
Mari bersikap realistis, ayo lalukan yang mustahil (Che Guevara)
Che Guevara memiliki kebiasaan menulis diary di setiap harinya, dari diary inilah film ini dibuat, saat dia dieksekusi ditemukan di dalam tasnya buku berisi Diary Che setiap harinya dari awal kedatangan hingga sehari sebelum kematiannya tercatat jelas. Sebenarnya saya juga sudah membaca buku diary Che Guevara sebelum menonton filmnya, buku diary Che lebih membuat adrenalin terpompa dan memberantakan emosi jiwa raga. Sangat terasa kecemasan dan kegelisahan Che Guevara saat satu persatu teman gerilyawan mati tertembak, lari dikejar tentara, sakit asma Che yang kambuh ditengah-tengah pertempuran hingga saat makanan menipis dan mereka harus puasa. Walaupun tidak sedetail diary tapi film inj sudah cukup memggambarkan visualisasi keadaan Che dan para gerilyawan saat itu. Ada beberapa poin yang dapat kita ambil dari perjuangan Che, dan ini sangat membuat saya terkesan, diantaranya:
Pertama: Sisi kemanusian Che sungguh keras
Dalam satu waktu diawal-awal perjuangan Che di Bolivia, para gerilyawan berhasil memenangi pertempuran melawan tentara Bolivia yang belum menerima pelatihan dari militer Amerika Serikat (green Barret), gerilyawan Che berhasil menawan puluhan hingga ratusan tentara Bolivia. Che Guevara tidak membunuh satupun tentara yang menyerah dan tertangkap itu, justru dilepaskan setelah senjatanya dilucuti. Datang satu kompi tentara kalah, menyerah dan ditawan kemudian di lepas, datang lagi satu lagi juga demikian dan sterusnya. Disitu Che menjelaskan alasan perjuangannya kepada tentara yang tertangkap dan mendoktrin mereka bahwa rezim Bolivia sungguh tiran dengan membiarkan buta huruf rakyatnya, rezim korup, biaya pengobatan mahal dan sebagainya.
Che Guevara juga mengobati tentara Bolivia yang luka tembak setelah kontak senjata, padahal obat-obatan di tengah hutan sangat minim, tapi Che memerintahkan grilyawan untuk mengobati tentara tersebut. Belas kasihan terhadap musuh ini sungguh luar biasa jika kita bandingkan dengan konflik-konflik bersenjata yang terjadi di Indonesia, seperti TNI tertangkap GAM jelas akan di gass!, GAM tertangkap TNI juga akan di gass! KKB tertangkap TNI ohhh entah cemana udah dibuat, penyiksaan dan mutilasi sangat banyak terjadi, jika anda sudah om-om tentu ingat dengan konflik dulu ada tentara yang memakai kalung bermata telinga manusia dan lainnya.
Tidak ada kontak dengan Manila (Che Guevara)
Saat saya baik membaca dan menonton kisah Che Guevara seakan tidak percaya akan hal tersebut, masa sebaik itu si kawan itu, padahal dia kafir atau atheis, hal ini juga dipengaruhi dengan sajian kekerasan yang dipertontonkan saat konflik Aceh dulu. Sajian kemanusian di tengah perang yang dilakukan Che seakan keniscayaan yang tak tergapai. Kisah itu tak terbantahkan, walaupun Che sangat kejam terhadap penghianat dan tidak ada kompromi dengan hal yang merugikan perjuangan. Mereka juga bergrilya sembari membuka sekolah-sekolah darurat artinya saat mereka turun gunung mereka sempatkan untuk memberi pendidikan kepada rakyat yang masih buta huruf. Disaat itu pula mereka melakukan pengobatan gratis, Che adalah lulusan dokter hal ini juga menjadi mudah bagi Che untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, seperti pengobatan katarak, demam, perawatan luka hingga memberi vitamin kepada masyarakat.
Kedua : Alasan perjuangan dan Kenyataan sesuai
Pemberontakan atau perjuangan melawan pemerintah wajiblah memiliki alasan yang kuat tidak serta merta mengangkat senjata dan membuat huru-hara belaka. Tentu kedzolimin yang membuat alasan terkuat mengangkat senjata, ketidak adilan baik ekonomi maupun kepastian hukum, kemiskinan, ketidakmerataan sampai kebobrokan pemerintah mengelola pendidikan. Disini kita bisa melihat kedisplinan Che dalam menerapkan ha tersebut, memberikan pendidikan, pelayan kesehatan, hingga kampanye-kampanye politik disetiap kesempatan.
Che tidak mengenal pajak nanggroe artinya disaat kemiskinan merasuk ke tulang sum-sum rakyat Che tidak berusaha mengutip biaya kepada masyarakat untuk dalih perjuangan. Che Guevara sebelum memulai grilya dia sudah mempersiapkan uang sedemikian sehingga, yang di dapat dari kuba dengan Fidel Castronya. Persenjataan maupun bahan makanan dibeli dengan uang, kemudian dibawa dan disimpan di tempat persembunyian di dalam hutan. Menariknya, dalam satu waktu operasi militer grilyawan melewati perkebunan jagung milik rakyat, mereka mencari pemilik kebun tapi tidak ditemukan maka Che memerintahkan anggotanya untuk meletakkan sejumlah uang dengan tempat aman dan mengambil jagung tersebut, artinya itu tidak gratis. Pola perjuangan yang memakan simpati jika kita melihatnya, dan perlu usaha lebih bagi para grilyawan untuk menerapkan hal tersebut, bayangkan anda mempertaruhkan nyawa untuk kepentingan orang lain tapi tidak memyusahkan rakyat yang diperjuangkan. Apa jadinya jika bandingkan saat konflik di Aceh dahulu, akan ada pajak nanggroe dengan alasan perjuangan, jika anda ingat dulu, kata"kita" Seakan menakutkan bagi masyarakat baik TNI ataupun GAM sama saja, lewat petani durian di depan pos TNI distop mana durian "kita" Pak?? Lewat masyarakat bawa ayam distop, mana ayam "kita" Pak? Semua punya "kita" Katanya. GAM juga tak lepas dari Jumawa konflik banyak kendaraan yang katanya di pinjam tidak pernah kembali, pajak nanggroe dikutip dengan ancaman kekerasan berbanding terbalik dan sangat membaggongkan!
Dalam film tersebut ada adegan dimana para grilyawan lari dari sergapan tentara, dalam pelarian salah satu grilyawan bertemu warga sekitar sedang memerah susu sapi, dan grilyawan tersebut berhenti seketika dengan tergopoh-gopoh mencari duit didalam tasnya untuk membeli susu segar. Bayangkan ditengah sergapan musuh dan desingan peluru sempat-sempatny si grilyawan tersebut membeli susu dari warga ingat! Membeli! Bukan merampas apalagi mencuri. Jika dibandingkan dengan konflik di indonesia,... Ahhhhh sudahlahhh!!!....
Mungkin Rakyat percaya dengan Kebohongan Pemerintah (film Che 2008)
Demikian sedikit dari kisah menarik yang di visualisasikan dalam film tersebut, mungkin dapat diambil hikmah dari peristiwa tersebut.
Buruj CK
Under Mind
Bromo Kupi
Sabat 22022025



Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.
Saya takjub melihat bagian ini. Seseorang menulis tentang Ché. Ya, kami mengesampingkan segala sesuatu tentang politik. Karena seharusnya tidak mengganggu seni. Dia adalah contoh yang bahkan banyak orang tidak mencapai kaus kaki yang dikenakannya. Orang-orang ingin menjelek-jelekkan dia di banyak bagian dunia. Dan mereka tidak melihat sisi manusiawi dan pemikirannya. Dia adalah seorang intelektual kelas satu.
Saya sangat senang membaca pendekatan yang Anda berikan untuk tulisan ini.
almaguer 11.31 pm
Che selalu punya tempat dihati banyak masyarakat indonesia 😁👍
Trimkasih verifikasinya,.. 👍
Saya menuliskan tag club100, mngkin perlu koreksi atau verufikasi kembali... 🙏
Hi, the user lord-geraldi just made (in 1 month(s)):
CLUB5050: ✅ Elegible. You should power up 0.000 STEEM
(❌club75) (❌club100)
Trimakasih penjelasannya