Sembako Naik Siapa Bertanggung Jawab
Assalammualailum ya ahli steemit,...
Di hari yang panas terik ini seperti meniadakan musim penghujan yang telah berlangsung beberapa bulan kebelakang. Jika sebelumnya hari-hari ditemani hujan dan angin kencang kali ini panas terik dan angin hangat memgganti, tapi entah kenapa listrik lebih sering padam disaat sekarang daripada hujan dan angin kencang beberapa bulan lalu...
Tapi itu bukan fokus bahasan kita kali ini, sekarang kita mau nyinyirin fenomena yang sudah dianggap kewajaran di temgah masyarakat. Tentang kenaikan harga sembako menjelang bulan Ramadhan, walau sebenarnya tidak hanya menjelang bulan Ramadhan atau lebaran Idul Fitri namun hari-hari besar lainnya juga demikian. Fenomena ini selalu terjadi dan berulang hingga masyarakat menganggap biasa, setiap menjelang hari besar maka rumah tangga hanya bisa merepet sendiri dan menghela napas.

Ngopi siang atau lebih tepatnya main hp di warung kopi 😅 bersama pak Camat Langsa Kota
Pemerintah sendiri tidak mampu mengontrol harga sembako dan hanya melakukan hal-hal lucu seperti pasar murah, operasi pasar, dan lainnya, dan itu semua hanya sebuah keniscayaan belaka. Pakar ekonomi di Universitas-Universitas seperti tidak berguna saat dia mengajarkan tentang ekonomi di kelas kuliah, tidak ada satupun prinsip ekonomi yang dipakai di dunia nyata. Seperti teori harga barang naik jika permintaan tinggi dan stok barang sedikit menjadi teori paling tidak berguna jika berhadapan dengan kenyataan.
Siapa Yang Bertanggung Jawab
Menjawab pertanyaan ini dibutuhkan sumber daya dan tenaga lebih, karena kita harus meriset alur barang dari hulu dan hilir hingga sampai kepada konsumen. Pertama kali kita akan cek harga beli dari produsen atau disini petani, kemudian harga pengumpul ditambah biaya transport dan muat barang dari ladang hingga gudang, terus pengumpul yang lebih besar di kota, biasa ditahap ini sudah masuk ranah tauke besar, kemudian di distribusikan ke berbagai penjuru kota baik dalam daerah maupun luar daerah, sampai ke pengecer di pasar. Boleh jadi kenaikan harga sudah 100%, sebagai contoh jika harga pertama dari petani Rp. 10.000 maka sampai pasar sudah Rp. 20.000 dikarenakan ada biaya transport, bongkar muat, dan selisih keuntungan di tiap tahapan tersebut.
Jika kita sudah melakukan penulusuran demikian maka akan jelas terlihat berapa harga yang wajar diterapkan di pasar. Lantas kenapa menjelang bulan Ramadhan harga sembako mengalami kenaikan?. Faktor-faktor apa yang membuat kenaikan harga sembako, sedangkan kita tau proses distribusi dari awal hingga akhir dan menghitung biayanya. Menurut literasi yang kami baca dari pakar ekonomi, ada beberapa faktor penyebab kenaikan harga sembako secara faktual, seperti kenaikan harga produksi, contoh: jika sayuran, pupuk dan pestisida dan lainnya ditahap produksi mengalami kenaikan, maka harga pertama dari petani sudah naik dan terus diikuti pada setiap tahapan distribusi sampai ke konsumen akhir, juga demikian jika ternak pakan dan lainnya mahal sedari awal maka akan terus di ikuti hingga sampai ke konsumen.

Indomie seakan-akan terasa lebih nikmat jika disantap di siang hari Bulan Ramadhan 😂 jangan ya!
Selanjutnya faktor transport saat ditribusi dan bongkar muat barang. Kenaikan harga BBM dan upah bongkar muat otomatis akan menaikkan harga barang, bencana alam atau bencana lainnya saat perjalanan distribusi juga akan menjadi faktor, dikarenaka biaya operasional akan meningkat jika waktu distribusi lebih lama oleh sebab tersebut. Selanjutnya akan masuk teori ekonomi seperti yang kita pelajari bersama, prinsip ekonomi: jika permintaan tinggi dan stok barang sedikit maka akan mengalami kenaikan harga barang, para tauke akan bersaing harga demi mendapatkan barang yang dimaksud. Namun tidak ada satupun pakar ekonomi yang dapat memastikan bahwa hari besar seperti Ramadhan menjadi faktor kenaikan harga sembako, namun para pakar ekonomi tau, dalam realita mengalami kenaikan harga.
Jika menjelang bulan Ramadhan dan idul fitri tidak ada kenaikan harga produksi, tidak ada kenaikan harga BBM, tidak ada bencana Alam, dan tidak terjadi kelangkaan barang, tidak terjadi peningkatan permintaan, lantas kenapa harga sembako naik??? Menurut hemat kami satu-satunya faktor penyebab adalah Nafsu manusia. Selisih keuntungan disetiap tahapan diatas diambil secara tinggi oleh setiap tauke-tauke, karena nafsu ingin mendapat keuntungan lebih besar lagi dari hari biasanya maka momen hari besar seperti Ramadhan dan Idul Fitri akan dimanfaatkan untuk mendapat keuntungan berlipat ganda, padahal tidak ada fakta yang menjadikan faktor-faktor untuk menaikkan harga sembako seperti uraian diatas. Jikapun ada petani kecil yang tidak melalui proses tersebut, artinya dia petani menjual sendiri hasilnya di pasar tanpa melalui pengumpul dan sebagainya, maka dia akan berhadapan dengan tekanan psikologis sesampai di pasar, pedagang lain akan protes jika dia menjual lebih murah dari yang lain, padahal kita tau dia menjual seperti hari-hari biasa, akhirnya dia pun mau tak mau harus menjual sama juga dengan harga pasar yang ada.

Ohh ayam jika nanti keknya jelas nanti menjelang Idul Fitri harga daging naik bersiaplah kau ayam,..😇
Sebenarnya ini hanyalah analisa sederhana saja, banyak faktor-faktor yang tidak dapat terucap dalam perjalanannya seperti faktor "setoran" Kepada oknum tertentu dan sebagainya dalam distribusi. Peran pemerintah seharusnya mampu mengatur harga pasar, namun kenyataannya pemerintah kita tidak cukup kuat atau orang-orang dipemerintahan kita takut sama tauke besar dan lebih suka "ciak teh" Daripada repot-repot mengontrol harga sembako menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Anda ingat tempo hari kelangkaan minyak goreng? Itu adalah bentuk "merajok" Para tauke besar minyak goreng karena pemerintah tidak mau diajak bekerja sama dengan mereka untuk menaikkan harga minyak goreng. Para tauke memberhenntikan distribusi minyak goreng, terjadi gejolak di masyarakat sampai akhirnya pemerintah mau tidak mau harus merundingkan dengan para tauke besar minyak goreng, hasilnya harga minyak goreng naik signifikan, minyak goreng curah kiloan jadi terbatas.
Begitulah kita, mau apapun itulah kita, walaupun nanti itu adalah kita, kita ini adalah kita Indonesia Raya................
Buruj ck
Under Mind
Bramo Kupi 11022025
Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.
Jangan lupa main² di es campur kami pak
Asyiap 😎👍
Bereh