Fasilitas Umum Yang Terbengkalai
@mafis - Pasar tradisional merupakan suatu fasilitas yang dibutuhkan masyarakat untuk melakukan jual beli kebutuhan sehari-hari. Sebagai pembeli pastinya kita mengharapkan untuk dapat menikmati fasilitas pasar yang bersih dan tertata rapi.
Anda dapat menilai, bagaimana kondisi pasar pada foto diatas. Apakah layak disebut pasar tradisional? Jika layar disebut pasar tradisional, apakah terlihat bersih dan tertata rapi?
Mengingat judul artikel saya kali ini yaitu "Fasilitas Umum Yang Terbengkalai" sepertinya belum mengena dengan penjelasan pembuka tentang pasar tradisional diatas. Pasalnya, paling tidak fasilitas pasar tradisional yang saya sebutkan diatas masih digunakan oleh masyarakat. Maka, menjadi sedikit alasan bahwa fasilitas pasar tradisional tersebut belum cocok dikatakan terbengkalai.
Namun, yakinkah anda tempat pada foto diatas adalah sebuah pasar tradisional? Jawabannya adalah bukan!
Percaya atau tidak, tempat pada foto diatas adalah sebuah terminal angkutan penumpang. Fungsi tempat ini sebenarnya adalah tempat para penumpang menunggu angkutan umum. Namun sekarang terbengkalai -tidak tahu alasannya kenapa terbengkalai- sehingga para pedagang memanfaatkan lahan lowong ini untuk berjualan.
Tentu sangat disayangkan, sebuah fasilitas umum yang dibangun dengan uang yang tidak sedikit seharusnya memberikan umpan balik dalam hal pendapatan daerah tidak difungsikan sesuai dengan fungsinya.
Sebaiknya ini menjadi suatu pembelajaran bagi pihak yang membangun -mungkin pemerintah atau siapa- agar membuat perencanaan yang lebih baik sebelum membangun sebuah fasilitas.
Kita sebagai masyarakat sebaiknya menjaga fasilitas umum untuk kebaikan bersama.
Catatan: Terminal angkutan umum pada artikel ini adalah sebuah terminal yang ada di Aceh. Penulis tidak mencantumkan detil tempatnya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.





Sisi yang menarik @mafis, memotret fasilitas umum yang terbengkalai. Menurut saya , @mafis menurut dengan gaya reportase jurnalistik baik dari segi penyajian maupun sudut pandang (angle). Karena ini masalah publik, sebenarnya tidak ada masalah dengan menyebutkan lokasi. Untuk menjaga keberimbangan informasi sebagaimana produk jurnalistik, kita bisa memberikan latar belakang mengapa proyek ini terbengkalai. Kalau bisa mendapatkan konfirmasi dari pihak berkompeten, tentunya leibh baik. Itu catatan saya @mafis. Terima kasih atas postingannya @mafis. Mohon maaf jika tidak berkenan. Saleum... @ayijufridar
Terima kasih bg @ayijufridar atas sarannya. Masih banyak hal-hal yang harus saya pelajari agar bisa membuat artikel yang lebih informatif. Selama ini saya hanya mengambil cara yang aman (dengan tidak adanya yang merasa terkritisi secara langsung, mengingat kapasitas saya yang belum memadai). Terima kasih juga sudah menyempatkan diri untuk membaca artikel saya bg @ayijufridar. Belajar adalah kewajiban, mendapatkan pengajaran adalah bonus :)