Dhani dan kostum badutnya
Assalamualaikum, puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan kepada kita semua,tidak lupa juga selawat berserta salam tidak lupa juga kita sanjung sajikan kepangkuan Nabi besar Muhammad SAW serta keluarga dan sahabat beliau sekalian.
apakabar para sahabat stemians semuanya?saya harap baik baik saja,pada kesempatan kali ini saya akan memberikan sebuah informasi atau berita tentang seorang yang bekerja sebagai badut,yang tanpa lelah bekerja untuk mencari sesuap nasi untuk keluarganya,inilah yang dinamakan perjuangan yang sejati.
Dhani, pria berusia 56 tahun ini memilih untuk mencari nafkah sebagai seorang badut di samping jalan pantai Ujong Blang, Lhokseumawe. Pria yang tinggal di Banda Masen, kota lhokseumawe ini mengaku sudah berkerja selama 2 tahun menjadi badut untuk memenuhi kebutuhan istri serta keempat orang anaknya.
Pak Dhani mengatakan walaupun melelahkan serta kepanasan bekerja dengan kostum yang menutup seluruh tubuhnya itu, namun beliau merasa senang dan bersyukur atas apa yang ia lakukan saat ini. Karena banyak pengunjung khususnya anak-anak yang terhibur oleh aksinya ini.
“Walaupun rasanya panas, gerah, serta lelah, tapi saya senang menjadi badut. Disatu sisi saya bisa melihat kebahagian yang terpancar dari wajah anak-anak yang melihat saya dan itu menjadi penyemangat tersendiri untuk saya tetap bekerja sebagai badut ini.” ujar pak Dhani sambil menyeka keringat yang mengalir di dahinya itu.
Selain menjadi badut, Pak Dhani juga bekerja sebagai kuli bangunan. Namun, karena penghasilannya yang tak mencukupi itulah yang membuatnya bekerja menjadi badut bila pekerjaannya sebagai kuli bangunan sedang kosong.
Ide menjadi badut sebenarnya tak datang dari dirinya sendiri, awalnya Pak Dhani diajak oleh saudaranya yang memiliki pondok di pantai ujong blang. “Saya waktu itu diminta bantuan untuk menjadi badut karena anak buah saudara saya itu lagi sakit. Ketika itu kebetulan job saya lagi kosong, tak ada kerja bangunan. Jadi, saya yang menggantikannya menjadi badut ini,” lanjutnya.
Akhirnya, setelah hari itu Pak Dhani tertarik untuk bekerja sebagai badut. Sehingga, sejak pertengahan 2016, Pak Dhani memiliki dua profesi pekerjaan yaitu sebagai kuli bangunan dan badut.
Honor yang ia terima ketika menjadi badut untuk pertama kali yakni Rp 30.000. Uang itu diterima setelah 8 jam bekerja yang dimulai pukul 08.00 – 18.00 WIB.
Menurutnya, selagi pekerjaan itu halal ia takkan malu untuk melakukannya. Karena bagi Pak Dhani, tugas kepala rumah tangga ialah menafkahi dan memberi kecukupan terhadap anggota keluarganya.
inilah yang dapat saya jelaskan diatas,saya harap dapat berguna dan jadi inspirasi bagi kita semuanya,terimakasih yang sudah mengunjungi postingan saya,nantikan postingan saya selanjutnya.



Congratulations! This post has been upvoted from the communal account, @minnowsupport, by malvinas from the Minnow Support Project. It's a witness project run by aggroed, ausbitbank, teamsteem, theprophet0, someguy123, neoxian, followbtcnews, and netuoso. The goal is to help Steemit grow by supporting Minnows. Please find us at the Peace, Abundance, and Liberty Network (PALnet) Discord Channel. It's a completely public and open space to all members of the Steemit community who voluntarily choose to be there.
If you would like to delegate to the Minnow Support Project you can do so by clicking on the following links: 50SP, 100SP, 250SP, 500SP, 1000SP, 5000SP.
Be sure to leave at least 50SP undelegated on your account.
You got a 2.27% upvote from @brupvoter courtesy of @malvinas!
You got a 2.32% upvote from @dailyupvotes courtesy of @malvinas!
Please upvote this comment to support the service.
You got a 2.08% upvote from @brandonfrye courtesy of @malvinas!
Want to promote your posts too? Send a minimum of .10 SBD or Steem to @brandonfrye with link in the memo for an upvote on your post. You can also delegate to our service for daily passive earnings which helps to support the @minnowfund initiative. Learn more here