Otak Seks #2 : "Mau, Yah, Jadi Istri Keempatku?!"
Jadi perempuan itu sangat enak, banyak yang mengagumi dan merayu. Hidung mudah sekali terbang dan melayang-layang, namun sesungguhnya sangat berbahaya juga. Namanya juga pria, jika tidak berpikir tentang seks tujuh (7) kali sehari, menurut penelitian, berarti tidak normal atau tidak sehat. Jadi wajar saja jika para pria berusaha untuk memenuhi kebutuhannya, tergantung perempuan saja bagaimana menahan diri untuk tidak terlena dan hanyut. Kalau sudah tenggelam, repot!!!
Ada seorang pria yang baru saja saya kenal dua bulan sebelumnya. Kami tidak terlalu akrab sebetulnya, namun tiada hari tanpa ucapan manis dan rayuan dikirimkan olehnya. Tak jarang dia pun berusaha untuk menjadi nampak baik, shaleh, perhatian, bahkan perkasa. Pada awalnya memang menyenangkan tetapi lama kelamaan membuat bosan dan kesal juga. Mana ada manusia yang begitu sempurna dan tak memiliki kekurangan?! Saya pun mulai menjauh dan menghindarinya. Bicara seperlunya saja dan malas basa-basi.
Sebagai pria yang berusia matang, saya pikir seharusnya paham dengan gelagat dan perilaku saya yang demikian. Ternyata justru membuatnya semakin gencar dan terus mengembangkan dan memperbesar usahanya. Dia pun tiba-tiba saja muncul di rumah saya.
Saya terkejut sekali karena saya tidak pernah mengundangnya datang ke rumah, dia pun tidak memberi tahu dulu sebelumnya. Jika tahu dia akan datang, lebih baik pulang larut malam saja. Tadinya saya pulang cepat karena ingin pergi jalan-jalan dengan anak-anak. Tapi, ya apa mau dikata?
Tentunya walaupun hati ini kesal namun berusaha tersenyum, ramah, dan sopan adalah keharusan. Tidak baiklah jika marah-marah dan ketus, memangnya kita sudah secantik apa, sih?! Biasa-biasa saja sombong, wah, parah sekali! Ya, kan?!
Setelah berbiincang-bincang sejenak, tiba-tiba dia mengeluarkan bingkisan. Cantik bingkisannya, tetapi sama sekali tidak menarik hati. Dia membukakan isi bingkisannya dengan penuh semangat. Isinya adalah seperangkat perhiasan emas dengan batu-batu mulia mungil sebagai penghias. Pasti mahal harganya, sayangnya dia tidak tahu kalau saya bukan penggemar perhiasaan emas. Lagipula, rasanya terlalu berlebihan bila dia memberikannya kepada orang yang baru dia kenal dua bulan.
"Saya langsung to the point saja. Maksud saya datang menemuimu adalah karena saya ingin segera melamarmu dan menikahimu," katanya.
"Loh, kamu, kan, sudah memiliki istri dan keluarga?"
"Ya, saya punya tiga istri. Sebelumnya empat, tetapi istri saya yang ketiga sudah saya ceraikan. Saya ingin melamarmu menjadi istri saya yang keempat."
Gubrak! Deng dong! Tut tut! Hallooo!!! Kepala saya rasanya langsung penuh dengan darah yang melonjak-lonjak. Gila barangkali ini orang!!!
"Apa harus selalu empat? Nggak bisa kurang? Kalau lebih mungkin nggak kuat, ya?"
"Nggak harus namun saya hanya menjalankan ibadah saja. Saya jatuh hati juga denganmu."
"Dalam ibadahmu, apa tidak boleh hanya satu? Tidak mungkinkah bila dirimu hanya memilih satu saja?"
"Saya tidak mungkin menceraikan mereka. Mereka sudah ikhlas dan rela bila saya menikah lagi, mereka ijinkan. Saya cerita apa adanya dan terbuka pada semua."
Benar?! Yakin?! Hati orang siapa yang tahu?! Perempuan paling pandai menyembunyikan yang sebenarnya, loh!
"Mohon diterima."
Saya menarik nafas yang sangat dalam dan panjang. Berusaha untuk tenang, tidak berubah intonasi suara, dan tersenyum.
"Maaf, saya tidak bisa berdusta. Saya tidak bisa menerima semua bingkisanmu dan terutama lamaranmu."
"Tapi...."
"Tidak ada tapi dan tidak perlu dipertanyakan. Ini hanya prinsip saya pribadi, dirimu bebas dengan prinsipmu, demikian juga dengan saya. Bagi saya, satu itu sudah cukup. Saya tidak sanggup untuk berbagi dan membagi dalam hal ini. Anggaplah saya orang yang paling egois sedunia. Saya tidak bisa menerimu, lagipula saya tidak mencintaimu."
"Saya mencintaimu."
"Terima kasih, nikmatilah cintamu karena itu adalah dirimu dan masalahmu. Bukan saya."
Duh! Keluar juga ketus dan pedasnya mulut ini! Ampun! Biarlah, lebih baik begitu daripada berdusta dan memberikan harapan palsu. Yang lebih penting lagi, dia pergi dan semoga bertemu jodoh yang lebih baik, yang mau menjadi istri keempatnya.
Hingga saat ini saya tidak menentang poligami ataupun berhak melarang siapapun untuk berpoligami. Semua adalah hak pribadi masing-masing, yang pertanggungjawabannya pun ditanggung masing-masing. Tidak ada juga yang bisa melarang saya untuk berprinsip berbeda untuk saya pribadi. Daripada saling menyakitkan karena memaksakan prinsip, lebih baik simpan saja sendiri.
Yang paling membuat saya tidak nyaman adalah menjadikan agama sebagai alasan untuk membenarkan perilaku dan perbuatan. Tidak ada satu pun dari kita yang sesungguhnya sangat paham dan pasti mengerti apa yang sudah Allah tuliskan dalam kitabNya. Kita hanya mampu sebatas menafsirkannya saja sesuai dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing. Bahkan contoh yang diberikan yaitu Nabi sesungguhnya tidak bisa disamakan dengan diri manusia biasa. Tidak semua manusia ditunjuk Allah menjadi Nabi, sehingga sudah sepatutnya mampu merendahkan hati untuk bisa belajar lebih banyak lagi secara mendalam.
Intinya, kalau memang urusan nafsu dan syahwat, lebih baik akui saja. Nafsu juga pemberian Allah, kenapa takut mengakuinya? Bukankah jujur itu adalah perbuatan yang selalu ditekankan Allah? Kita bisa berdusta, namun sebera mampu kita menutupinya? Cinta? Allah pun tidak berkenan diduakan, apalagi diempatkan. Cinta Allah memang diberikan untuk semua namun dengan benar-benar adil dan tidak terbatas serta benar-benar tulus dan ikhlas.
Tidak punya istri empat pun tidak berdosa, kan? Ibadah juga tidak harus lewat punya istri empat. Lebih baik bagikan saja kelebihan yang kita miliki bagi orang banyak. Kenapa tidak?!
Tulisan ini sengaja saya tuliskan walaupun penuh perdebatan. Silahkan masing-masing menggunakan hak dan kemerdekaannya untuk sama atau berbeda ataupun memiliki prinsip lain. Semoga berkenan.
Bandung, 10 September 2017
Salam hangat selalu,
Mariska Lubis
English Version :
https://steemit.com/story/@mariskalubis/sex-philosophy-2-will-you-be-my-fourth-wife

hahahaa
pagi-pagi teringat mbak @mariskalubis, mau baca postingan sambil ngopi, eech kupla dumpret, "halloo" tebaca postingan ini, saya baca dech..
ternyata benar jugak ceritanya nih, ketertarikan pria itu pasti nafsunya duluan yang diutamakan, iya jugak sih, pria itu selalu mikirin seks tiap harinya, entah kenapa saya jugak gak tau, hehe..
tp mbak, kalau pria langsung to the point bilang "aku suka sama kamu, karena kamu cantik, body bohai, terlihat hot, dsb", ntar udah dibilang mata keranjang, kan berabeh jadinya mbak, hahahha
jadi gimana ya posisi si pria ya, ya terpaksa ngibul donk, tinggal bilang "senyummu bak bidadari yang tersenyum di pagi hari, bola matamu seperti purnama yang dingin, helaian rambutmu bagaikan pohon mahoni yang rimbun dan tegas, blablabla"
nice post buat mbak mariska, di tunggu otak seks jilid 3 nya...
Hahaha perempuan dan pria sama saja, senang dirayu. Memang terlalu terang-terangan kalau jujur begitu. Barangkali manusia lebih senang dibohongi yah? Diberikan kejujuran walau menyakitkan salah juga. Wkwkwkk...
Terima kasih dan salam hangat.... sdh ada tuh otak seks jilid 3 nya.
Applause @mariskalubis
Terima kasih @jodipamungkas... ditunggu balapan mobil! :D
sama-sama kak @mariskalubis , siap kak hehehe
Saya bingung harus berkomentar seperti apa tentang tulisan ini. Namun jujur ini merupakan hal yang paling luar biasa yang pernah saya baca. Tulisan ini mengajarkan saya banyak hal untuk dapat dipelajari kelak ketika saya berumah tangga nanti. Thanks kak atas segala apa yang sudah kakak berikan melalui tulisan ini kepada saya khusunya yang membaca ini :) @mariskalubis
Amin, sy yakin dirimu pria yang baik... :D
Kenapa kakak bisa yakin kalau saya pria yang baik? 😅
Semua orang ada sisi baiknya dan saya lebih suka melihatnya demikian... :D
Good story....
Thank you.
upvoted
Thank you.
mantap mbak. . .
nyesss di hati ini.
entah mau komen dari mana, nanti terlalu jauh, malah saya di kira komen hal yang saya tidak tahu (maaf sebelumnya mbak saya Hindu): di Hindu juga ada diperbolehkan untuk punya istri 4 kalau mampu, dan bukan bagian dari ibadah. 😃😃
jadi ini pembelajaran bagi saya sebagai laki-laki, biar bisa mengendalikan nafsu mbak. 😂😂😂😂
Iya, memang kebanyakan diajarkannya begitu, dijinkan jika mampu... terima kasih untuk menceritakan juga soal di agama Hindu..., akan bermanfaat bagi banyak orang... salam hangat...
Great post
Sangat menyentuh mba
Terima kasih ya...
Yes, saya suka to the point hehe
Point apa nih wkwkwk
To the point bahwa suka karena nafsu. Tp kl ga ngegombal, bilang jujur kektu apa ga lsg di tolak haha
Hahaha...
Postingan yang bagus @mariskalubis
Pilihan judulnya sangat tajam, he heee
Tapi setelah saya baca kontenya, mantap banget, penuh makna.
Terima kasih hehehe...
100 dari saya ,, hehe
Asyik!
Bukan laki- laki saja yang punya nafsu, perempuan juga melebihi laki-laki, cuma perempuan sanggup untuk menyembunyikan nafsu.
Yup... kadarnya berbeda juga, nafsu seks pria lebih banyak dan sering muncul, perempuan ada waktu tertentu saja.
itu menurut bu @mariskalubis, kalau menurut saya, lebih banyak kadar nafsu seks perempuan dibanding laki-laki, cuma perempuan sanggup untuk menyembunyikan nafsu seksnya, tetapi laki-laki langsung menampakkan nafsunya, lihat di ranjang siapa yang kalah. maaf sudah berbicara sedikit fulgar. untuk lebih jelas coba tanya sama psikologi seks.
Hehehe saya sudah lama meneliti seks dan memang menguraikannya soal ini sejak lama, saya pun konsultan seks. Intinya sama saja, banyak faktor yang mempengaruhi. Benar perempuan lebih menutupi tetapi kemunculan pemikiran seks pada pria memang lebih sering juga. Itu normal saja.
Ooo anda konsultan seks? Berarti saya beradu argument dengan pakarnya. Tetapi saya tetap pada prinsip saya, perempuanlah yang membuat pencetus seks pria, coba lihat siapa banyak lonte perempuan dengan lonte pria?
Baiklah... urusan PSK itu urusan ekonomi, bukan urusan hasrat. Salam hangat.