Puasa Orang-orang yang Merugi: Ketika Ibadah Hanya Menyisakan Lapar dan Dahaga

in Teachers & Students10 days ago

1000751388.png

Gambar di edit di Canva.com

Halo sahabat semua, mari kita sejenak merenungkan sebuah analogi sederhana: bagaimana perasaan kita jika telah menanam sebuah benih, merawatnya dengan penuh kasih, memberi pupuk, hingga menjaganya siang dan malam, namun tepat saat waktu panen tiba, seluruh tanaman itu mati seketika dimakan hama? Tentu rasa sesak dan kecewa akan menyelimuti hati.

Perasaan yang sama juga akan muncul jika kita telah bekerja dengan penuh disiplin dan tanggung jawab pada sebuah proyek besar, namun saat tiba waktu gajian, kita justru tidak mendapatkan hak atau penghasilan apa pun.

Sejujurnya, tidak ada satu pun dari kita yang ingin menjadi orang yang merugi setelah mencurahkan seluruh tenaga.

Kondisi tersebut merupakan gambaran nyata bagi ibadah puasa kita. Secara fisik, puasa adalah ibadah yang tampak sederhana karena kita hanya diminta menahan lapar dan dahaga dari fajar hingga terbenamnya matahari.

Namun, sungguh memilukan jika setelah seharian menahan nafsu dan lapar, kita tidak mendapatkan apa-apa di sisi Allah selain rasa haus semata.

Kita tentu tidak ingin investasi spiritual ini menjadi sia-sia. Agar puasa kita benar-benar mendatangkan keberkahan dan pahala yang berlipat ganda di bulan penuh ampunan ini, ada beberapa hal krusial yang harus kita jaga.

1000375331.jpg

Sabar dalam menjalankan ibadah puasa bukan hanya persoalan menunggu kapan waktu berbuka

Sabar

Langkah pertama adalah menjaga hati dengan menahan segala amarah. Puasa sejatinya adalah madrasah kesabaran yang melatih kita menjadi pribadi yang rendah hati.

Sabar bukan hanya menahan lapar, tetapi dalam setiap aktivitas yang kita lakukan. Meskipun ada orang lain yang datang memancing emosi atau mencari masalah, kita dituntut untuk tetap tenang dan mengalah.

Amarah yang meledak-ledak hanya akan menghanguskan pahala yang telah kita kumpulkan sejak subuh.

1000398020.jpg

Diam dan memperbanyak zikir mungkin lebih baik dari pada mengumpat

Pengumpat

Langkah kedua yang tak kalah penting adalah menjaga lisan dengan tidak mengumpat atau bergosip.

Menceritakan keburukan orang lain atau mendengarkan aib sesama adalah perbuatan tercela yang sangat dilarang, bahkan Allah memberikan peringatan keras dalam Al-Qur'an mengenai hal ini.

Sering kali permusuhan bermula dari lidah yang tidak terjaga, sehingga orang yang berpuasa namun tetap hobi mencela hanya akan mendapatkan rasa lapar tanpa makna.

image_757487fe-9e0d-44aa-8b4f-a4f15ca5c5ec.png

Perbaiki diri dan memohon ampunan Allah SWT dari segala dosa, gambar dibuat oleh Gemini

Maksiat

Sungguh sebuah ironi yang mendalam ketika seseorang mampu menunjukkan kekuatan luar biasa untuk menahan lapar dan dahaga selama belasan jam, namun justru tak berdaya menahan jempolnya dari konten haram di layar ponsel.

Fenomena mereka yang berpuasa tetapi dengan sengaja meninggalkan shalat lima waktu ibarat membangun atap yang megah tanpa pernah memedulikan fondasi di bawahnya; segalanya akan runtuh sia-sia.

Puasa tanpa integritas spiritual hanyalah sebuah ritual fisik yang kosong dan hambar. Sangat menyedihkan jika pengorbanan menahan nafsu makan hanya berujung pada keletihan fisik semata, tanpa ada setetes pun pahala atau perubahan perilaku yang lebih baik.

Dengan menjaga aspek ini hati, lisan, dan perbuatan kita insya Allah puasa kita akan menjadi panen pahala yang melimpah dan berkah.

Sort:  
 10 days ago 

Dear Friend , you have written very beautifully about the month of Ramadan. Undoubtedly, the holy month of Ramadan is a month full of guidance for the Muslim community. The Quran was revealed in this month, and it is the month of the Quran's revelation. Just as the Quran is illuminating, if we do not enlighten ourselves with the light of the Quran, this month of Ramadan is in vain for us.

Observing fasts in the month of Ramadan awakens in us a complete, purified, and clean spiritual consciousness both physically and mentally. It immerses us in self-purification. The greatest act of worship in this month of Ramadan is fasting, which means abstaining from all kinds of food and indecent deeds from dawn to sunset.

May Allah grant all of us Muslims the ability to perform more acts of worship and good deeds during this holy month of Ramadan, so that we may be enlightened by the light of guidance. Ameen.

Ahlan Sahlan Ya Ramadan 🥰
 9 days ago 

Thank you my friend...

Yes, let's increase our reading of the Quran in the month of Ramadan.

Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.

coments.gif

Curated by : walictd

Lets Play with us https://steemhop.org

Please support our witness @stmpak.wit

Coin Marketplace

STEEM 0.06
TRX 0.28
JST 0.048
BTC 66227.96
ETH 1946.05
USDT 1.00
SBD 0.50