Ketika 'Seni Tradisi' Hadir dalam Pertunjukan Puisi
Salam kreatif buat Sahabat Steemians di manapun anda berada..
Saya @mpugondrong, kali ini ingin berbagi kabar tentang seluk-beluk mengenai baca puisi, pembacaan, dan pertunjukannya sekalian. Saya pun akan menghadirkan video sebagai penguat postingan ini.
Selamat menikmati:
youtube.com
Mambaca Puisi
Ketika memposisikan puisi sebagai teks tertulis, maka karya hanya akan berbicara secara dialogis kepada pembaca. Contohnya buku kumpulan puisi atau puisi-puisi yang dimuat media massa, atau media sosial lainnya saat dibaca.
Pembaca akan memiliki bangunan imajinasi sendiri, baik berupa bayangan suasana atau pun permisalan yang diumpamakan pembaca pada pengertiannya sendiri. Kekayaan imajinasi inilah yang membuat pembaca hanyut dengan puisi yang dia baca.
Pembacaan Puisi
Lain halnya dengan pembacaan puisi. Puisi sebagai teks tertulis sengaja dijadikan sebagai patokan dasar untuk dikomunikasikan kepada khalayak yang menonton. Biasanya dilakukan di forum-forum, ruang kelas, atau di panggung yang memang sengaja disiapkan untuk itu.
Pembacaan puisi semacam itu sering dilakukan oleh penyair yang menulis karya tersebut atau bisa juga dilakukan oleh orang lain yang bukan penyair. Pembaca yang bukan penyair ini biasanya adalah orang yang suka pada puisi dan sering berkecimpung di dunia panggung.
Baca puisi semacam ini, biasanya tidak begitu membutuhkan latihan dangan proses yang panjang, kecuali dalam lomba baca puisi. Kegiatan yang cendrung disebut apresiasi sastra ini tentu saja punya proses yang agak lain dan kadang juga membutuhkan pelatih.
Pertunjukan Puisi
Pertunjukan puisi adalah sebuah dunia panggung yang memang sudah disiapkan dengan perangkat artistiknya, sperti: lampu, properti, setting, dan pernak-pernik lainnya yang mendukung pertunjukan.
Puisi sebagai seni pertunjukan di Indonesia, salah satunya adalah 'musikalisasi puisi'. Bagaimana sebuah puisi dipertunjukan dengan terlebih dahulu menyiapkan komposisi musikal berdasarkan puisinya.
Selain itu, puisi pertunjukan juga bisa digarap secara kreatif lagi dan dengan konsep yang rapi sesuai pemaknaan yang didapat dari pamahaman puisinya. Inilah salah satu pokok bahasan yang akan dihadirkan dari judul postingan ini.
Ketika Bangunan 'Seni Tradisi' Hadir dalam Pertunjukan Puisi
Untuk mengetahui bagaimana hubungan dan ikatan yang saling menguatkan dalam pertunjukan puisi, sahabat steemian dapat melihatnya dari dokumentasi video di bawah ini:
youtube.com
Demikianlah postingan yang sederhana ini, semoga ada manfaatnya bagi kita semua.
Salam Steemian dan Jabat-erat:
Irman Syah || @mpugondrong

Perkawinan yang indah
Hahai.
Tengkiu @zulfikark-kirbi
Gimana Kabar?
Semoga baik dan sehat
Salam dan jabat-erat selalu
@mpugondrong
Alhamdulillah sehat. Insya Allah gaek @mpugondrong selalu diberi kesehatan. Aamiin
Aamin ya Rabbal'alamiin..
Saya ingat pertama kali lihat Om Irman sewaktu manggung di TIM, pas acara HPI pertama. Di sana om baca puisi. Dna mungkin cara penyampaian puisi dengan alat musik cocok ya dengan tulisan ini.
Hahai..
Iya. Cocok @apilopoly.
Ingat aja.. haha
Kita mengabarkan yang dekat dengan kita. Dengan begitu lebih afdhal kan Pil..
Salam @mpugondrong
Nyimak dan mulai berlatih bikin puisi
hai hai
Terimakasih @batuejourney atas kehadirannya di lapak sederhana ini.
Salam dan jabat-erat:
@mpugondrong
Saat menyimak videonya, jujur saya merinding Bang @mpugondrong.
Serasa ingin segera pulang ke Indonesia.
Bercengkrama dengan alam pusaka, tetapi apa daya perjuangan belum selesai.
Salam KSI!
Sayang sekali videonya kurang bagus karena diambil lewat hp yang juga krang bagus.
Syukurlah, videonya masih bisa mampu berkomunikaai sama @ettydiallova: alhamdulillah...
Oya, Etty kampung asalnya di mana sih?
Salam dan jabat-erat selalu:
Irman Syah || @mpugondrong
Saya asal Way Jepara, Lampung Timur Bang @mpugondrong.
hehee
Ok.
Terimakasih @ettydiallova
Salam @mpugondrong
Saya juga membaca puisi sambil nembang. Salam sukses bang @mpugondrong
Sip.
Mantap.
Berarti satu aliran kita dalam hal pertunjukan puisi @willyana. Sesama penembang dilarang saling mendahului. hehee
Salam Steemian
@mpugondrong