Kenduri Tujuh Hari Ayahanda Berpulang

in Steem SEA10 months ago

Apakabar rekan steemian?

20250307_182536.jpg

KALI ini saya kembali berbagi suasana jamaah samadiyah di kediaman adik kami di Gampong Tgk Syik di Laweueng, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie. Kali ini kenduri tujuh hari. Bahasa Aceh khanduri tujoh atas berpulangnya ayahanda kami. Alfatihah.

Suasana bulan suci Ramadan memang memberi nuasa berbeda. Terutama saat ada keluarga yang berduka. Meski saya lahir di sini, tapi sebagian besar hidup saya di luar daerah. 14 tahun di sini. Delapan sembilan tahun di Beureunuen, dan sudah 26 tahun menetap di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Karena itu, praktis suasana kenduri orang meninggal tak lagi lengket di memori. Sejauh ini yang saya jalani di Aceh Besar begini. Ketika ada orang meninggal, warga dengan suka rela datang ke meunasah untuk samadiyah, tahlilah dan doa. Itu berlangsung selama tiga malam. Selepas magrib warga memenuhi meunasah.

20250307_170724.jpg20250307_170807.jpg

Di kampung. Ini pengalaman pertama saya. Bulan puasa lagi. Hasilnya, dari malam pertama hingga hari ketujuh, warga kampung dan dari gampong tetangga, datang ke rumah. Ikut samadiah. Karena bulan puasa. proses samadiahnya dimulai dari pukul 18.15 WIB. Baru tuntas lima menit sebelum jadwal buka puasa.

Begitu selesai berdoa, semua jamaah menunggu jadwal berbuka. Lalu berbuka puasa bersama-sama. Setiap hari nyaris hampir seratusan orang datang. Itu berlangsung selama tujuh hari berturut-turut.

Tuan rumah menyediakan hidangan ala kadar, seperti kue-kue. Ada kue basah, ada juga kue kering. Lalu disiapkan minuman dingin, bisa air timun, sirup, teh panas dan lainnya. Khusus kue, sebagian besar sedekah dari tetangga dan keluarga. Bahkan kebanyakan dari murid-murid orang tua kami yang sudah menghadap Sang Khalik.

Semasa hidupnya, beliau menjadi guru ngaji untuk kaum emak-emak dan pria dewasa yang ingin belajar (meurunoe) agama. Begitulah kehidupan sosial berjalan damai di sana dari malam pertama hingga ke enam. Baru malam ketujuh, tuan rumah lebih sibuk dikit. Sebab, ada kenduri tujuh hari.

20250307_182432.jpg20250307_182216.jpg

20250307_182405.jpg

20250307_182240.jpg20250307_182132.jpg

Kenduri tujuh ini berbeda. Semua jamaah yang hadir akan menikmati makan bersama setelah berbuka puasa. Jadi, karena ada ratusaan tamu yang bakal hadir, kami sudah menyiapkan tempat sejak pukul 17.30 WIB. Kali ini pengaturan hidangan ini agak lama. Mengingat ramai dan mengubah cara atur makanan.

Tapi, sebelum jam enam sore, semua panitia sudah menuntaskan kegiatan sosialnya. Alhamdulillah seperti perkiraan, semua tamu hadir lebih dari seratusan orang. Teras dan dalam rumah terisi. Kami bersyukur semua berjalan lancar, dalam cuaca yang cukup baik. Tidak terlalu panas dan tak ada hujan seperti sebelum bulan puasa.

20250307_155525.jpg

Bersama rekan-rekan dari Banda Aceh yang berkunjung ke rumah duka.

Sebelum acara kenduri itu, ada rombongan rekan-rekan dari kantor yang berkunjung. Sayangnya mereka tidak bisa ikut berbuka puasa bersama warga jamaah sekalian. Akhirnya kami melepas mereka dengan berat hati. Tentu, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu melancarkan proses pemakaman, hingga tuntasnya kenduri tujuh.

Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan anda.


Thanks for being with me and reading my post patiently



Introduce myself

Salam @Munaa

divider-36066.png

Sort:  
 10 months ago 

Terima kasih atas dukungannya @walictd

 10 months ago 

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.. Semoga Almarhum Ayahanda Bapak menjadi ahli syurga dan semoga bagi keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan oleh Allah SWT.. 🤲