Reuni Himahusi dan Cerita Panjang di Moorden Coffee

in Steem SEA10 months ago (edited)

WhatsApp Image 2025-05-01 at 14.34.34.jpeg

Hampir dua dekade berlalu sejak masa-masa kuliah dulu. Tapi tawa, poh cakra, dan kehangatan persahabatan masih terasa sama. Pada 23 April lalu, belasan alumni Himpunan Mahasiswa Ekstensi (Himahusi) Universitas Syiah Kuala kembali bertemu. Kali ini dalam suasana yang hangat, sederhana, dan penuh cerita.

Pertemuan ini berlangsung di Moorden Caffee, Pango Raya, Banda Aceh. Masih dalam nuansa Lebaran. Setelah sekian lama tak bertatap muka, akhirnya kami duduk lagi satu meja. Reuni ini jadi ajang untuk melepas rindu dan menertawakan masa lalu. Menyeduh kembali kenangan semasa kuliah.

Tak ada panggung. Semua duduk melingkar. Menyeruput kopi, dan saling bertukar kabar. Obrolan mengalir dari cerita pekerjaan, urusan keluarga, sampai kenangan kuliah sore yang penuh tantangan. Kini, kisah-kisah itu berganti rupa. Ada yang sudah pensiun, ada yang masih menjadi notaris, wartawan, pengacara, atau ibu rumah tangga.

WhatsApp Image 2025-05-01 at 14.34.36 (1).jpegWhatsApp Image 2025-05-01 at 14.34.38 (1).jpeg

Reuni ini bermula dari percakapan ringan di grup WhatsApp. Lalu tumbuh menjadi kesepakatan kecil di tengah suasana Lebaran yang masih hangat. Tanpa acara resmi, tanpa panitia yang ribet. Kami hanya ingin berkumpul kembali. Menjumpai wajah-wajah lama, saling berkabar, dan menguatkan silaturahmi yang sempat renggang karena jarak dan waktu.

Saya jadi orang pertama yang menarik bangku. Tak lama, Ayu Ningsih datang. Seorang notaris, yang sempat menjadi aktivis perempuan. Menyusul kemudian Junaidi, si pengacara. Lalu Teuku Alamsyah, yang kini sudah purnatugas dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Banda Aceh.

Lalu, disusul yang lain, sampai membuat meje penuh dengan kenangan.

WhatsApp Image 2025-05-01 at 14.34.38.jpeg

Dari reuni ini, terbentang beragam jalan hidup yang telah dilalui. Ada yang sudah pensiun dan kini menikmati waktu bersama keluarga. Ada pula yang masih aktif di kantor, di ruang sidang, di lapangan. Semuanya berkumpul bukan karena profesi, tapi karena ikatan lama yang belum pernah benar-benar buyar.

Reuni Himahusi ini bisa dibilang perdana. Meski begitu, beberapa kawan tak sempat hadir karena tinggal jauh. Ada beberapa yang sudah lebih dulu pergi. Ada yang menjadi korban tsunami Aceh 20 tahun silam. Jadi, reuni ini bukan sekadar temu kangen. Ia juga ruang refleksi.

Betapa cepat waktu berlalu, tapi pertemanan sejati bisa bertahan lebih lama dari yang kita kira. “Meski sudah lama berpisah, rasanya seperti baru kemarin kita bercanda di ruang kelas,” ujar Irma, pemilik galeri, yang datang khusus dari Lhokseumawe.

Ia datang ditemani putrinya yang hendak mengikuti ujian masuk USK. Ia berniat mengambil jurusan farmasi. Saya ikut membawa Duo Ge (Ghazi dan Gulfam) yang saya jemput dari pengajian sore.

WhatsApp Image 2025-05-01 at 14.34.36.jpegWhatsApp Image 2025-05-01 at 14.34.34 (1).jpeg

WhatsApp Image 2025-05-01 at 14.34.37.jpeg

Irma mengaku bahagia. Bisa kembali merajut pertemanan yang dulu sempat renggang karena kesibukan dan perubahan hidup. Reuni Himahusi ini seperti menghidupkan kembali rasa lama, saling pinjam catatan, saling dorong semangat, dan sesekali… saling contek. Hehehe.

Di akhir pertemuan, kami sepakat: jangan biarkan ini jadi yang terakhir. Rencana pertemuan berikutnya mulai dibicarakan. Harapannya, lebih banyak wajah lama bisa bergabung. Sebab dalam hidup yang tak selalu mudah, pertemanan seperti ini adalah harta yang mahal.

Sore itu di Moorden Caffee bukan sekadar ngopi. Ia jadi tempat cerita-cerita lama disampaikan ulang, dan janji-janji baru dibuat tanpa beban. Secangkir sanger menjadi saksi: ikatan lama tak pernah benar-benar hilang. Ia hanya menunggu waktu yang tepat untuk diseduh kembali.

WhatsApp Image 2025-05-01 at 14.34.39.jpeg
Foto terakhir sebelum berakhir reuni

Reuni ini membuktikan: pertemanan yang tumbuh dari perjuangan dan kejujuran selalu punya jalan pulang. Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, pertemuan semacam ini adalah jangkar, tempat kembali, meski hanya sebentar.


*****

Thanks for being with me and reading my post patiently


10 % payout to @steem.amal


Introduce myself

Salam @Munaa


Coin Marketplace

STEEM 0.06
TRX 0.29
JST 0.046
BTC 65428.09
ETH 1906.56
USDT 1.00
SBD 0.49