Saat fajar sinari pinggir jalan dengan warna perak, phlox putih mekar di tengah rerumputan yang terbangun, tarian lembut mahkota bunganya tangkap sapuan pertama sang matahari
Bunga
| Nama | Bunga phlox rambat, phlox lumut, lumut merah jambu, atau phlox gunung (creeping phlox, moss phlox, moss pink or mountain phlox) |
| Nama ilmiah | Phlox subulata (syn.: phlox brittonii, phlox setacea) |
| Asal | Amerika bagian timur dan tengah |
| Keluarga | Phlox-phloxan (polemoniaceae) |
| Habitat | Daerah kering, berbatu, atau berpasir, di bawah sinar matahari penuh atau naungan belang-belang |
| Musim | Akhir musim semi sampai awal musim panas |
Keterangan
(Dari: https://bard.google.com/)
Phlox subulata, umumnya dikenal sebagai creeping phlox, moss phlox, moss pink, atau mountain phlox, adalah tanaman abadi kecil yang menawan dengan banyak hal untuk ditawarkan. Berikut ringkasan singkatnya:
Deskripsi Tanaman:
- Tumbuh rendah (4-6 inci), tanaman tahunan yang selalu hijau atau semi hijau sepanjang tahun.
- Dedaunan hijau berbentuk penusuk seperti jarum.
- Bunga berbintang dengan lima kelopak dalam nuansa merah jambu, ungu, putih, dan biru cerah.
Habitat & Waktu Mekar:
- Berasal dari Amerika Utara bagian timur dan tengah, menyukai daerah kering, berbatu, atau berpasir.
- Tumbuh subur di bawah sinar matahari penuh tetapi tahan terhadap naungan belang-belang di iklim panas.
- Menampilkan pertunjukan spektakuler dengan mekarnya 3-4 minggu di pertengahan hingga akhir musim semi.
Catatan tambahan:
- Sangat serbaguna, cocok untuk taman batu, pembatas, penutup tanah, dan bahkan wadah.
- Mudah dirawat dan toleran terhadap kondisi tanah yang buruk.
- Menarik kupu-kupu dan penyerbuk lainnya.
Nama umum tambahan:
- Karpet phlox
- Bantal phlox
- Jejak phlox

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.

Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.