The Diary Game (6 September 2020); Dirumah Aja
Hai Steemian
Semoga sehat selalu dalam menjalani aktifitas sehari - hari. Namun jika ada diantara kita yang sedang kurang sehat, yakinlah bahwa itu semua karena Allah juga sayang sama kita. Ada kenaikan kelas dibalik ujian tahunan, ada kelulusan dibalik ujian nasional, ada pengampunan dibalik ujian sakit.
Pagi ini saya bangun agak terlambat. Mungkin karena baru tidur saat menjelang Shubuh. Jam 6 kurang saya terbangun untuk melaksanakan shalat Shubuh, itupun dibangunkan oleh beberapa ekor nyamuk yang Allah kirimkan untuk menggigit bagian telapak kaki saya. Sungguh gatal yang tidak ada waktu untuk digaruk.
Selesai shalat saya langsung menyiapkan sarapan pagi untuk anak dan beberapa sahabat yang menginap di rumah karena acara bakan ikan di pelabuan berakhir dengan bakar ikan di rumah saya, akibat dari rahmat Allah yang deras memadamkan arang dan program mancing mania.
Motor saya sempat dua kali terperosok jatuh di kubangan pasir yang digenangi air hujan. Hingga kondisinya seperti baru keluar dari showroom (kubangan) kerbau.
Selesai mengantar sarapan, saya lanjut mengecek kondisi Chicken Run karena saya tidak mendengar suaranya lagi sejak bangun Shubuh.
Ternyata walaupun lukanya telah sembuh ia tetap menemui ajalnya dengan sebab akibat yang lain. Ia basah kuyup bersama adiknya Chicken Run 3 semalaman karena tumpahan air dalam sarangnya. Keduanya meninggal dihari yang sama. Kini hanya tersisa satu ekor ayam piatu yang bertahan hidup sebatang kara tanpa induk dan saudaranya. Bagi steemian yang mau menjadi orang tua angkatnya dan bersedia mengadopsi silahkan ambil ke rumah, hehehe...
Begitulah ayam yang piatu dan tidak diurus ayahnya. Mari mengambil hikmah dari kejadian ini agar kita lebih peduli pada orang-orang di lingkungan kita yang mungkin mengalami nasib kurang baik seperti yang dialami Chicken Run.
Selanjutnya saya mulai meminta bantuan mesin cuci untuk melaksanakan tugasnya. Dilanjutkan dengan membersihkan saluran buangan air cucian yang sudah sumbat.
Lalu jam 10 kurang, saya berbelanja ke pasar Balee Canang. Saya hanya membeli bumbu soto Rp 3.000,- sayur toge Rp. 1.000,- bawang goreng Rp. 3.000,- dan tomat Rp. 7.000,-. Saya tidak membeli buah dan ikan karena masih ada sisa kemarin. Total belanjaan hanya Rp. 14.000,- atau setara 1 SBD.
Menjelang siang saya berencana melanjutkan tidur yang tertunda. Namun baru merebahkan badan sudah banyak pertanyaan yang harus dilayani dari japri (jaringan pribadi) dan grup WA (WhatsApp) Steem SEA Lhokseumawe.
Akhirnya baru ba'da Dhuhur saya bisa benar-benar terlelap tanpa terdengar pesan WA yang masuk. Namun itu hanya berlangsung satu jam, tidak lama saya terbangun mendengar ribut-ribut di luar ada yang mengobrol. Ternyata saya tertidur digudang, hehe...
Saya lanjut memberi komentar dan sharing pada beberapa pendatang baru yang mengalami kesulitan menulis. Baru selanjutnya sedikit berolahraga dengan cara bersih-bersih luar rumah sambil panen pepaya di halaman belakang.
Sore hari ba'da Ashar saya lanjut berpatroli membeli kentang goreng dan membeli air isi ulang sambil membawa sepeda motor ke doorsmeer langganan di Ulee Reuleung. Ternyata tukang cuci sedang pergi memancing tanpa membawa HP (Hand Phone). Mungkin supaya mancingnya serius dan penuh konsentrasi.
Akhirnya motor saya tetap kotor sampai besok pagi. Yasudahlah, yang penting otak saya masih bersih. Tidak seperti orang gila yang mengamuk bawa parang yang viral di media online tadi. Hal ini membuat ananda Firya @radjata jadi berpikir bagaimana nasib penelitiannya tentang ODGJ (Orang Dalam Gangguan Jiwa) jika sampelnya mengamuk 😂.

Parkiran Komplek Dayah Syamsudhuha
Setelah mengantar pakaian dan kentang goreng ke Dayah saya lanjut memberi makan peliharaan anak di rumah.
Ba'da Maghrib saya mulai mengupload foto di postingan steemit, namun karena akses internet yang terganggu akibat pembatasan kuota harian, maka saya sempat tertidur pulas menunggu prosesnya. Saya terbangun sudah jam 9 malam lewat. Ternyata sudah 2 jam saya tertidur, namun kali ini bukan tertidur di gudang lagi.
Demikian kisah saya hari ini yang bisa dibagikan dalam #Thediarygame. Selamat datang saya ucapkan kepada beberapa pendatang baru dan steemian lama yang aktif kembali diantaranya Dedi Satria @tuahsigoe, ananda Rizka @rizkamutia13, ananda Iqlima, Hayatun Nufus dkk. Ditunggu kehadirannya di komunitas Steem SEA dan Diary Game bersama bimbingan @anroja, @ernaerningsih, @muzack1 dan @nazarul.
Terimakasih @anroja dan tim yang terus menginspirasi literasi dan penulis.







Ternyata sudah ada yang panen pepaya, di kebun anda ada berapa pohon yang sudah berbuah bang @radjasalman? Itu bisa menjadi bisnis sampingan. Untuk saat ini berapa rata-rata harga perbuah?
Saya hanya punya sekitar 8 pohon yang tidak sengaja tumbuh dibawa musang.
Hasil panen biasanya saya sumbangkan kepada tetangga dan teman-teman di sekolah.
Pasaran harga di sini per kilonya Rp. 4.000,-
Itu tindakan yang terpuji bang
Rupanya anda sangat dekat dengan tempat tinggal saya, mungkin kalau ada waktu kita bisa duduk bersama untuk menikmati secangkir kopi, di kota Kruenggeukueh dan tentunya sedikit membahas tentang dunia steem dunia yang sedang kita geluti.
#onepercent
#indonesia
Oke insyaAllah mantap
Kisah sedih anak ayam anda sangat mengharukan, tapi ada inti sari yang dapat di petik dari kejadian tersebut untuk di jadikan ilmu dalam kehidupan sehari-hari kita, saya menyukai cerita harian anda, jika lebih rinci akan sangat menarik lagi untuk di baca dan di ikuti.
#onepercent
#indonesia
Alhamdulillah... Terima kasih masukan dan sarannya...
Ya, sama-sama bang
Ada beberapa kata yang typo, dan ada yang di singkat. Saya sarankan, untuk di lihat kembali agar bisa di perbaiki. 😊😊
Hahahaha sudah tidak kelihatan, segara diralat... Terimakasih 🤭
😊😊👍👍
Postingan ini telah dihargai oleh akun kurasi @steemcurator08 dengan dukungan dari Proyek Kurasi Komunitas Steem.
Selalu ikuti @steemitblog untuk mendapatkan info terbaru.
Salam @ernaerningsih
Thank you for taking part in The Diary Game on Steem.
Keep following @steemitblog for the latest updates.
The Steemit Team