Cerita Dari Desa Cemparam
Ah, siapa yang tak rindu dengan suasa desa, harum semerbak bunga kopi, cumbuan kabut setia sangat menemani, oh desa
Ketika bercerita akan suatu desa, sudah barang pasti terpikir oleh setiap kita bagaimana hidup dengan damai, suara burung menemani dikala pagi hingga senja tiba, kokok ayam jago yang gagah menjadi alarm terbaik sepanjang kehidupan manusia.
Dikala matahari bersembunyi diganti datangnya senyum rembulan tampak manis sekali, inilah pertanda untuk anak-anak umuran tujuh hingga tiga belas tahunan aku perhatikan berjalan dengan suka cita menuju menasah yang nanti akan membuka kitab suci dengan ikhlas dari hati.
Ditengah kehidupan modern yang luar biasa hebat canggih ini, masih saja aku menemukan desa yang begitu membuat hati ingin berlama-lama berada di tengah-tengah mu.
Sapa dan senyum dari masyarakat disana akan selalu terlintas di ingatan hingga nanti aku kira, aku memastikan nyaman di sana, senang kurasa ah cemparam baik sekali mereka kepada ku.
Desa yang berada di kecamatan Mesidah Kabupaten Bener Meriah ini berbagai suku ada didalamnya, akan tetapi harmoni yang terjadi diantara mereka membuat aku jatuh cinta, tapi nanti dulu, bukan sama gadis disana ya pemabaca budiman, tapi kepada tatapan menggoda masyarakatnyalah.
Penghasilan dari kebun kopi dan tanaman Cabe Rawit, Terong Belanda, dan sayur mayur segala rupa membuat aku merasa lengkap berkunjung kesini, karena setelah melewati langkah di tengah panas dari kota petro dollar (Lhokseumawe).
Cemparam ini terbagi tiga desa ya pembaca baik hati, Cemparam Lama, Jaya dan Pakat Jeroh, jika ingin juga di guyur i dinginnya air dikala mandi jalannya melalui Pondok Baru (Kecamatan Permata, Bener Meriah), lurus kebawah melalui Simpang Bahgie melaju saja ke arah bawah hingga kamu melewati desa Bintang Baru dan sekitar satu kilometer sampai deh ke desa yang aku maksud.


Nice post
👍👍👍
Damai, membuat banyak warga luar Gayo yang hidup di Tanoh Gayo. Dengan tangan terbuka, tidak ada yg membedakan manusia, kecuali Taqwanya. Bagian kisah mesidah, adalah gambaran keseluruhan cara hidup bertani di Gayo dan berinteraksi sosial. Semoga damai selalu, tulisan yg menginspirasi, berizin
Orom-orom abngda,
Jika penilaian bang @winruhdikopi menginspirasi akan tulisan singkat ini, bahagia itulah yang kurasa bang. 😊