Betterlife, The Diary Game, Sabtu 17 September 2022. Hujan Lebat

hujan lebat, lokasi depan rumah
Jadwal hari terbilang padat, hanya Allah yang Maha tahu mana saja dari semua rencana yang akan terealisasi hari ini.
Jam 7.30 saya bersama anak-anak pulang ke rumah tanjong, saya segera mengganti pakaian kerja, bersantai sejenak melihat HP, membaca berita yang selewaran lewat di time line, tidak ada yang berarti, hanya berita itu-itu saja, bosan dengan berita episode sambo, kini berita lain di update, yang penting masyarakat tiap hari ada berita untuk menenangkan mereka dari himpitan hidup.
Jam 8.00 tukang juga tiba, mereka hari ini berencana memasang bata, saya mengambil gombor menyiram bibit kates di dalam poli bag, saat ini sudah tumbuh sepanjang 5 cm, batang dan daunnya nampak subur.
Sekitar jam 9.00 saya mengambil mesin babat, mulai membabat bersih rumput di dekat pinggir tebing sungai, bagian bawah bibir sungai bagaikan hutan di Kalimantan, tumbuh subuh, sungguh menakutkan untuk kita injak, ha ha ha.
Jam 10.00 saya mandi dan bersiap-siap untuk menghadiri undangan ke rumah bang mahlil, salah seorang jamaah pengajian kami, saya meninggalkan tukang berangkat ke rumah acara.
Jam 12.00 saya pulang, saat pulang berjumpa dengan keluarga besar dari Lhokseumawe, jadilah saya kembali tertahan, menemani mereka sampai jam 1.00 siang, baru setelahnya saya pamit karena mesti bersiap mengajar anak-anak.
Jam 2.00 kami sudah memulai membaca kitab, jam 3.00 pak iskandar datang, pak iskandar adalah salah seorang pelanggan madu kami, beliau sudah lama berencana berkunjung langsung melihat sarang linoet kami, jadilah saya menemani pak iskandar, menampakkan sekaligus bercerita seputar proses madu, proses panen, bunga apa saja yang menjadi makanan madu, serta karakter madu.
Pak iskandar sangat bersemangat, sambil menikmati segelas madu kami tertawa santai, satu jam kemudian pak iskandar baru pamit pulang, saya pun salat ashar, baru kemudian saya melanjutkan mengajar.
Jam 5.00 langit nampak sangat gelap, padahal saya berencana melanjutkan membabat rumput.
Sampai rumah hujan belum turun, tetapi langit semakin mendung, jam 7.15 akhirnya hujan deras disertai angin kencang mengguyur tempat kami, kami segera bekerja ekstra menambal dinding dari percikan air.
Jam 9.00 hujan belum juga berhenti, tapi agak mereda, saya memakai mantel hujan lalu mengantar kan owa dan Atura, tiba kembali di rumah saya mengganti pakaian, lalu bersantai di kamar, jam 10.00 saya langsung tertidur bersama Aira, meninggalkan Ahmad dan Ummi nya yang lagi menyeterika.


Mantap acara belajar sorenya
😊