The Diary Game, Rabu 3 November 2021
Alhamdulillah dengan kasih sayang dan rahmat dari Allah kita semua masih bisa saling bersapa dan bersua dalam dunia maya ini.
Jam 6.00 selesai shalat shubuh saya langsung mencuci, keadaan di luar hujan gerimis, tapi pakaian dek Khudaija mesti tiap hari kami cuci, dek khudaija terlalu boros bersolek, satu haru bisa menghabiskan 4 sampai 5 pasang baju, muntah lah, tembus lah, ada saja dek khudaija ini.
Pagi ini kami membuat sarapan teh hangat dengan roti tawar biasa dan beberapa buah pisang, saya pagi jarang selera nasi, bahkan perasaan saya lebih fit dan segar tanpa makan nasi di waktu pagi.
Jam 9.30 saya keluar menunggu ikan, sambil menunggu ikan saya menyapa pak zul yang sedang membuat saluran pembuangan ke parit utama.
Pak Zul adalah seorang tukang senior, beliau adalah lulusan teknik sipil tahun 80 an, saat itu mereka sekolah tekhnik sipil di Pangkalan Brandan, saya kurang tahu apa do Aceh saat itu belum ada sekolah tekhnik sipil atau bagaimana.
lulus dari tekhnik sipil pak Zul mendapat kontrak kerja di PT Arun LNG, sekian tahun kerja pak Zul mengundurkan diri, katanya sudah sangat bosan kerja, hasil kerjanya beliau jadikan modal membuka toko mewah di Pajak Blang Tuphat. Atas kehendak Allah pajak Blang Tuphat di lahap sijago merah, semua usahanya ludes terbakar, kemudian pulang kampung dan menjadi petani biasa.
Saat pembukaan PT PIM 2 pak Zul kembali dipanggil kerja, tapi pak Zul menolaknya, katanya sudah sangat nyaman menjadi petani kampung tanpa beban kerja.
Tidak lama tukang jual ikan portable datang, hari ini saya membeli ikan mujair, lalu segera saya bawa pulang untuk kami goreng dan membuat sambal serta sayur rebus, nikmat mana lagi yang kita ingkari.
Siang nya saya mengajar seperti biasa di rumah Tanjong, Aira dan Ahmad juga ikut pulang bersama saya, Aira pulang karena memang ikut mengaji, kalau Ahmad hanya untuk bebas bermain mobil dan berlari-lari.
Setelah Shalat Ashar, saya mengajak Alif, Asyraf dan Asra untuk memanen buah kakao serta memangkas tunas batang kakao, setengah jam saja kami bekerja, karena kami tidak mungkin menghabiskan semua waktu di kebun.
Malamnya kami belajar seperti biasa, anak-anak kelas Alif mulai malam ini sudah mengaji kitab mantiq, jadi mereka akan semakin lelah dalam menghapal pelajaran.
Jam 9.15 anak-anak santri saya izinkan pulang, saya mengantar penumpang rutin saya, selesai dengan mereka saya menemani Aira dan Ahmad ke kamar mandi untuk gosok gigi dan membasuh diri.
selesai memakai baju tidur mereka saya ajak ke kamar untuk bercerita.
Jam 11.00 mereka tidur, hanya tinggal dek Khudaija dengan gaya nya, jam 12,30 saya baru sempat memejamkan mata untuk beristirahat.
Salam @steemitcountry,
About Me




Mantap bg,...semoga kakao nya panen bnyak dan mahal di beli 🤲
Aaamiin
Aamiin 🤲
Postingan ini telah dihargai oleh @steemcurator08 dengan dukungan dari Proyek Kurasi Komunitas Steem.
Ikuti @steemitblog untuk mendapatkan info tentang Steemit dan kontes.
Anroja