Selamat Sore kawan-kawan Steemians. Hari saya mencoba melakukan promosikan Madu Kelulut hasil panen dari kelompok Petani dari Kecamatan Pirak Timur, Kabupaten Aceh Utara. Kelompok Petani ini adalah kelompok Tani Wirausaha Budidaya peternak maduk kelulut yang bernama kelompok “Tani Hutan Aceh Cut Mutia” ketua kelompoknya bernama Muhammad Ali, jumlah anggota kelompok sekitar 25 orang pada saat ini. Kelompok petani ini rata-rata berasal dari Gampong Trieng Krueng Kreh. Pada suatu hari waktu saya lagi ngopi bersama kawan-kawan di sebuah kedai Kopi yang ada di Kota Lhoksukon, sambil menunggu pesanan Madu Hitam yang kami pesan sama Pak Ali sebagai petani Budidaya Madu Kelulut di Kecamatan Pirak Timur, karena Satu hari sebelumnya Pak Ali menelpon kami bahwa dia baru melakukan panen Madu Kelulut, dan hasil panen kali ini menghasilkan Madu berwarna Hitam. Madu Hitam ini sangat khas warnanya dan rasanya juga beda. Beliau pun datang ke tempat kami ngopi dengan membawa 10 botol lebih Madu Hitam. Lalu kami mencoba mencicipi Madu Hitam tersebut, rasa sangat khas dan enak, rasanya manis campur asam dan pahit. Rasanya sangat beda. Madu kelulut sangat bagus untuk menjaga kesehatan keluarga kita. Selama ini saya selalu membeli Madu Kelulut dari kelompok Petani tersebut untuk saya komsumsi bersama keluarga dan juga saya jual kepada kawan-kawan di Lhokseumawe yang memesankan Madu tersebut lewat saya.
Dibawah ini saya akan menceritakan sedikit tentang wirausaha beternak budidaya Madu Kelulut, bagaimana cara budi dayanya dan apa itu Madu Kelulut dan Photo-Photo kegiatan kami di sana. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua, karena meminum madu sangat bagus untuk menjaga kesehatan.
Madu Kelulut atau Madu Linot orang Aceh menyebutnya, adalah hasil madu dari jenis lebah Trigona Itama dan Thoracica ini merupakan jenis lebah madu tak bersengat, berwarna hitam, dan bentuk lebih kecil dari lebah biasa, ukuran tubuh sedikit lebih besar Semut Hitam besar, panjang tubuh kurang lebih 1 cm, dan tidak bersengat jadi aman bagi anak-anak bernain-main disekitar sarangnya.
Mengenal rasa dan warna madunya, berdasarkan musim, cuaca dan tanaman bunga sebagai sumber makanan yang tumbuh sekitar sarang mereka, rata-rata Lebah Kelulut ini mencari makanan dan madu maksimal jauh sekitar 1 km dari sarang mereka : Bulan 1 sampai dengan bulan 3 rasa madu manis dan warna madu kuning. Bulan 3 sampai dengan bulan 6 maka warnanya coklat dan rasa madunya asam manis. Bulan 6 sampai dengan bulan 12 warnanya hitam rasanya bisa manis bisa juga pahit sedikit keasam-asaman.
Para Petani madu kelulut ini beternak dengan cara membuatkan sarang-sarang Kelulut ini disekitar perkarangan rumah mereka, sarang asli mereka dapatkan dari Hutan, lalu dipindahkan kedalam sarang buatan dari batang kayu yang dibentuk seperti Rumahan kecil di atas batang kayu. Jarak antara satu sarang buatan dengan sarang lainnya sekitar 6-7 meter, tujuannya supaya kelulut tidak saling serang antara satu koloni dengan koloni lainnya. Jumlah koloni kelulut dalam satu sarang berjumlah ribuan dengan satu Ratu. Selanjutnya nanti kalau lahir Ratu Baru mereka akan dipindahkan ke sarang baru dan sebagian koloni ada mengikut Ratu baru tersebut.
Pembuatan sarang bentuk rumahan rata-rata ketinggian dari permukaan tanah sekitar 1,5 - 2 meter, ada juga yang di atas rumah penduduk. Rupanya perlu di letak sarang kelulut pada tempat yang tinggi karena daerah sekitar pirak timu ini rawan banjir. Pengalaman masa yang telah lalu terjadi banjir dengan ketinggian air mencapai 1 meter, air banjir juga menyapu kandang kelulut yang pada masa itu sarangnya dibuat rendah sehingga banyak sarang kelulut yang tengelam akibatnya kelulutnya mati dan petani mengalami kerugian. Para petani madu kelulut ini mendapat penghasilan dari satu sarang menghasilkan 0,5 - 1 liter madu per bulan, dengan nilai jual 1 liter madu kelulut sekitar Rp. 500 ribu per liter atau 5 SBD dengan Kurs 1 SBD sekitar Rp 100rb. Untuk satu orang Petani rata-rata mendapatkan income sekitar 5 juta juta rupiah per bulan atau 50 SBD.
Setelah saya putar-putar mengelilingi Gampong Trieng Krueng Kreh pada waktu itu untuk monitoring kegiatan dan cara mereka beternak Madu Kelulut. Pandangan mata kami melihat cukup banyak sarang kelulut di sekitar pekarangan rumah mereka, ada sarang yang ditempatkan didepan halaman Rumah mereka maupun ada yang diletakkan dipekarangan belakang di rumah-rumah para petani di desa tersebut. Rata-rata 1 orang Petani memiliki sarang sekitar 20 – 30 Sarang. Tahun depan kami akan coba arahkan mereka untuk mengembang usaha ternak Kelulut dengan dibantu modal dari Dana Desa.
Membuat sarang kelulut sangat bagus apabila sekitarnya ada kebun yang ada pohon kelengkeng, pohon rambutan, pohon mangga, dan bunga-bunga hutan kata Pak Ali. Karena kelulut mengemari pohon-pohon getah tinggi dan penghasilan madunya akan lebih maksimal begitulah penjelasan pak Muhammad Ali.
Demikian Go Around Steem Business saya untuk mempromosikan Madu Kelulut hasil dari Wirausaha kelompok Petani budidaya ternak madu kelulut dari Kecamatan Pirak Timur, Kabupaten Aceh Utara. Semoga posting saya bisa bermanfaat bagi kawan-kawan semua. Terima Kasih kepada seluruh Kawan-Kawan Steemians yang memberikan dukungan dan berkunjung pada Posting saya ini. Salam dari saya untuk seluruh Kawan-Kawan Steemians. Lakukan yang terbaik untuk hidup lebih baik bersama Steem.
Na jual online bg hehe
Belum jual Online, karena untuk kebutuhan lokal aza belum mencukupi. Terima kasih.
Mantap pak... Integrasi steem telah masuk ke segala lini
Ya Betul, Integrasi Steem sudah menyebar ke segala lini. Terima Kasih atas dukungannya.