The Diary Game (Sabtu, 27 Desember 2025) Menerima Bantuan Logistik Dampak Banjir dan Panen Sawit
سَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Hai sobat steemian semuanya dimanapun anda berada, bagaimana kabar anda hari ini? semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT, Aamiin. Hari ini saya kembali membagikan aktivitas sehari-hari dalam The Diary Game.
Pagi-pagi sekali hujan mulai turun, awan mendung terlihat sangat hitam membuat semua orang merasa cemas khawatir hujan berlangsung lama sehingga bisa menyebabkan banjir seperti yang terjadi belum lama. Rasa trauma masih sangat membekas akibat kerusakan yang diakibatkan oleh banjir bandang yang sangat dahsyat.
Hari ini saya ada beberapa kegiatan yang harus saya lakukan. Setelah hujan reda, saya pergi ke balai Desa untuk mengambil bantuan logistik bagi terdampak banjir. Sebagian korban banjir merasa kecewa dengan pembagian bantuan tersebut karena yang tidak terdampak banjir pun mendapatkan bagian yang sama. Bagi saya pribadi itu bukan suatu masalah, yang penting masih diberikan keselamatan dan umur panjang oleh Yang Maha Kuasa. Adapun bantuan logistik yang diberikan hari ini adalah beras sebanyak 5 kilogram.
Pulang dari balai desa, lalu saya pergi menghadiri undangan pesta perkawinan di Desa Keutapang Kecamatan Nisam. Saya pergi dengan seorang teman yang sama-sama mendapatkan undangan di pesta perkawinan tersebut. Ditengah jalan Hujan masih gerimis, tetapi saya dan teman tetap melanjutkan perjalanan dan memacu kendaraan supaya cepat sampai di rumah yang dituju.
Sebelum tiba dirumah tempat diadakan acara pesta perkawinan, saya memasuki sebuah stasiun pengisian bahan bakar untuk mengisi bahan bakar sepeda motor saya yang sudah menunjukkan indikator low. Di stasiun pengisian bahan bakar “Pertashop”, saya harus menunggu sedikit lama karena kebetulan pada saat itu sedang dilayani pelanggan lain yang jauh-jauh datang dari Bener Meriah dengan menggunakan jerigen.
Sebagaimana diketahui bahwa di Bener Meriah sudah lama terjadi kelangkaan bahan bakar minyak karena hampir akses jalan terputus akibat banjir dan longsor.
Tiba di rumah pesta perkawinan, saya disambut oleh tuan rumah dan langsung dipersilahkan memasuki tempat jamuan makanan. Hasrat makan saya mulai timbul karena melihat salah satu menu yang disajikan adalah kesukaan saya. Saya juga melihat hampir semua tamu undangan yang hadir di pesta tersebut menyukai menu ini. Menu yang dimaksud adalah rendang jengkol.
Pada sore harinya saya mengajak putra saya untuk memanen sawit di kebun. Seperti biasanya saya juga mengajak saudara Muhalim yang sudah memiliki pengalaman bagaimana cara memanen sawit.
Saya memindahkan dan menyusun pelepah sawit yang harus dipotong oleh Muhalim supaya memudahkan saat menyayat tandan sawit yang hendak dipanen. Sementara itu putra saya memungut biji-biji sawit yang jatuh atau yang biasa disebut gerondolan sawit untuk dikumpulkan dan dimasukkan kedalam karung karung. Harga gerondolan sawit ini sedikit lebih mahal daripada harga tandan sawit perkilogramnya.
Pemanenan sawit baru selesai sesaat menjelang magrib. Saya dan putra saya buru-buru pulang ke rumah supaya bisa lekas mandi dan menunaikan ibadah sholat Magrib.
Demikian cerita singkat saya dalam tajuk The Diary Game pada edisi kali ini. Terima kasih atas waktunya berkenan membaca tulisan saya ini dan memberi dukungan sebagai penyemangat bagi saya untuk selalu menghadirkan karya-karya yang lebih baik lagi.
Semua foto yang ditampilkan pada postingan ini menggunakan;
| camera Picture | smartphone |
|---|---|
| Model | iPhone 12 Pro Max |
| iOS | 18.6.2 |
| Original picture | @yuswadinisam |
| Location | Nisam, Aceh, Indonesia |
Salam hormat,
@yuswadinisam












Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.