The Diary Game (Selasa, 16 Juni 2026) Memanen Pinang
سَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Hai sobat steemian semuanya dimanapun anda berada, bagaimana kabar anda hari ini? semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT, Aamiin. Hari ini saya kembali membagikan aktivitas sehari-hari dalam The Diary Game.
Hari ini saya diminta oleh tetangga saya untuk memanen pinang di kebun saya. Saat melintas di jalan kebun saya, tetangga ini melihat banyak sekali buah pinang yang telah matang di pohonnya. Dia memberitahukan kepada saya bahwa pinang yang ada di kebun sudah bisa dipanen. Karena jika tidak, maka pinang-pinang tersebut akan rontok sendiri atau akan diganggu oleh hama monyet.
Selama ini pernah beberapa kali saya dan putra saya memanen pinang ketika putra saya pulang libur dari dayah tempat dia belajar pendidikan agama. Tetapi setelah pinang dipanen dan dibawa pulang ke rumah maka akan terbengkalai begitu saja karena tidak ada yang mengolahnya lagi untuk dibelah dan diambil bijinya. Pohon pinang di kebun saya tumbuh beberapa batang saja diantara pohon kakao. Namun begitu, pohon-pohon pinang tersebut memiliki buah yang lumayan lebat.
Oleh sebab itu saya merasa sangat senang sekali karena tetangga saya bersedia mulai dari memanen pinang di kebun lalu dibawa pulang ke rumahnya untuk dibelah diambil bijinya. Melihat ada orang yang bersedia mau bekerja seperti itu, saya tidak akan perhitungan dengannya. Uang dari hasil penjualan biji pinang akan kami bagi sama berdua walaupun saya ikut bekerja di dalamnya ketika memetik buah pinang.
Saya menjemput tetangga saya di rumahnya dan segera mengajak pergi ke kebun. Saya sudah mempersiapkan karung, parang dan tali karet pengikat arit pada galah panjang. Sementara galah panjang akan saya pinjam dari tetangga di sekitar kebun saya, mudah-mudahan dia ada di rumahnya saat saya datang ke sana.
Ketika telah tiba di kebun, saya mendatangi sebuah rumah untuk meminjam galah yang panjang untuk diikat arit pada ujungnya supaya bisa dipakai mengait tandan pinang di pohon yang lumayan tinggi. Awalnya saya merasa sangat kewalahan menyeimbangkan galah panjang ini karena belum terbiasa sama sekali. Galah panjang ini berayun-ayun sangat kuat ketika saya mencoba mendirikannya dan mengarahkan ke tandan pinang yang akan dipetik.
Melihat saya sampai kewalahan begitu, tetangga yang ada di dekat kebun saya menawarkan jasanya untuk memetik beberapa tandan pinang. Tetangga ini mengajari saya bagaimana memegang galah supaya bisa seimbang dan tidak berayun-ayun. Setelah tahu caranya, saya melanjutkan memetik sendiri pinang-pinang yang ada di kebun saya walaupun belum mahir.
Tandan pinang yang jatuh dipungut oleh tetangga saya yang mengajak memanen pinang tadi. Lalu tandan pinang tersebut dipetik buahnya satu-persatu dan langsung dimasukkan ke dalam karung yang kami bawa. Sebagian pinang yang ada di kebun saya memiliki buah yang besar. Walaupun ada juga buah pinang yang berukuran kecil, tetapi bijinya sangat padat dan berisi.
Sementara itu buah pinang yang telah lebih dulu rontok karena sudah terlalu matang dan ditiup angin, saya dan tetangga saya mengutipnya di tanah diantara rumput-rumput yang mulai tumbuh tinggi. Walaupun sedikit susah mencari karena ditutupi rumput, tetapi kami bisa mengutip semua buah pinang yang jatuh tanpa tersisa satupun. Setelah selesai memanen semua buah pinang yang ada di kebun, lalu kami pulang ke rumah untuk mandi karena merasa sangat lelah.
Demikian cerita singkat saya dalam tajuk The Diary Game pada edisi kali ini. Terima kasih atas waktunya berkenan membaca tulisan saya ini dan memberi dukungan sebagai penyemangat bagi saya untuk selalu menghadirkan karya-karya yang lebih baik lagi.
Semua foto yang ditampilkan pada postingan ini menggunakan;
| camera Picture | iphone |
|---|---|
| Model | 12 Pro Max |
| iOS | 26.5 |
| Original picture | @yuswadinisam |
| Location | Nisam, Aceh, Indonesia |
Salam hormat,
@yuswadinisam








Thank you for sharing on steem! I'm witness fuli, and I've given you a free upvote. If you'd like to support me, please consider voting at https://steemitwallet.com/~witnesses 🌟
Thank you very much @walictd and @steemcurator03 for supporting my post
Curated by: @kouba01
Thank you very much @kouba01 and @steemcurator05 for supporting my post
Thank you very much @dasudi and @steemcurator07 for supporting my post