The Diary Game (Selasa, 27 Januari 2026) Mengikuti Pemilihan Kepala Desa dan Panen Sawit
سَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Hai sobat steemian semuanya dimanapun anda berada, bagaimana kabar anda hari ini? semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT, Aamiin. Hari ini saya kembali membagikan aktivitas sehari-hari dalam The Diary Game.
Saya nyaris lupa bahwa hari ini adalah pemilihan kepala desa yang baru dikampungku setelah kepala desa yang lama berakhir masa tugasnya. Saya diberitahukan oleh istri bahwa undangan datang ke tempat pemilihan suara telah diserahkan oleh panitia kemarin sore.
Saya tidak terlalu ambil pusing dengan pemilihan kepala desa yang baru tersebut, karena dua kandidat yang mencalonkan diri sama-sama memiliki kualitas dan kemampuan sebagai pemimpin masyarakat.
Tempat pemungutan suara diadakan di halaman kantor balai desa dan meunasah desa Meunasah Meucat. Saat tiba di tempat pemungutan suara, saya melihat masyarakat hanya sedikit yang datang dan seperti tidak terlalu antusias memilih calon pemimpinnya. Tetapi sebagai warga masyarakat yang taat, saya meluangkan waktu untuk datang ke tempat pemungutan suara memilih calon pemimpin.
Pulang dari menyoblos pemilihan kepala desa baru, saya beraktivitas di tempat usaha sambil menunggu tibanya waktu sholat Zuhur dan makan siang. Tidak lama kemudian saya pulang ke rumah tempat tinggal untuk menunaikan sholat Zuhur dan makan siang. Lalu saya mengantar anak ke balai pengajian untuk mengikuti pengajian sore.
Untuk beberapa saat saya menghubungi Muhalim tukang petik sawit melalui sambungan telepon seluler mengabari bahwa hari ini adalah jadwal panen sawit setelah psnen terakhir 15 hari yang lalu. Dengan jawaban singkat dan jelas Muhalim mengiyakan pemberitahuan saya dan bergegas menyiapkan diri untuk datang ke tempat saya dengan membawa egrek alat panen sawit.
Ketika sudah tiba di kebun sawit, saya memperhatikan sepertinya tampaknya hasil panen pada hari ini akan mengalami penurunan. Dari beberapa penuturan pemilik kebun sawit mengatakan bahwa sekarang sedang memasuki musim trek alias banyak pohon sawit yang tidak berbuah.
Namun begitu, walaupun nantinya hasil panen yang akan didapatkan cuma sedikit, saya dan Muhalim tetap melanjutkan pemanenan daripada ada beberapa tandan yang buahnya telah matang akan rontok dengan sendirinya. Setidaknya hasil panen kali ini cukup untuk biaya hidup putra saya yang sedang mondok di dayah Blang Bladeh kabupaten Bireun.
Diantara tandan yang berukuran kecil, ada beberapa tandan yang memiliki ukuran jumbo atau yang biasa disebut dikalangan pemilik kebun sawit adalah tandan gajah. Hanya saja tandan yang berukuran jumbo tersebut jadwal panennya tidak menentu, konon katanya setiap dua bulan sekali.
Lalu tandan sawit yang telah dipanen diangkut dengan truk pemilik gudang sawit untuk dibawa ke gudang dan ditimbang. Sayangnya setelah tandan-tandan sawit diturunkan dari truk, suara azan magrib mulai berkumandang. Penimbangan akan dilakukan setelah waktu pelaksanaan ibadah sholat Magrib selesai. Saya dan Muhalim memutuskan pulang terlebih dahulu dan uang hasil penjualan sawit hari ini akan diambil dan diantarkan oleh kepada saya setelah makan malam.
Demikian cerita singkat saya dalam tajuk The Diary Game pada edisi kali ini. Terima kasih atas waktunya berkenan membaca tulisan saya ini dan memberi dukungan sebagai penyemangat bagi saya untuk selalu menghadirkan karya-karya yang lebih baik lagi.
Semua foto yang ditampilkan pada postingan ini menggunakan;
| camera Picture | iphone |
|---|---|
| Model | 12 Pro Max |
| iOS | 18.6.2 |
| Original picture | @yuswadinisam |
| Location | Nisam, Aceh, Indonesia |
Salam hormat,
@yuswadinisam












Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.
Congratulations @yuswadinisam! Your post was upvoted by @supportive. Accounts that delegate enjoy 10x votes and 10–11% APR.
Thank you very much @sergeyk and steemcurator05 for supporting my post