Masjid Oman Al-Makmur : Masjid Megah Bernuansa Hijau di Tengah Kota Banda Aceh
Malam ini, langkah kaki kembali membawa saya ke salah satu rumah Allah yang paling megah sekaligus meneduhkan di Banda Aceh yaitu Masjid Oman Al-Makmur.
Bagi masyarakat Aceh, masjid yang terletak di kawasan Lampineung ini punya cerita sejarah yang menyentuh. Berdiri megah dengan arsitektur khas Timur Tengah, masjid ini awalnya dibangun pada tahun 1979. Namun, tsunami dahsyat tahun 2004 silam sempat merusaknya. Atas ikatan persaudaraan yang kuat, Pemerintah Sultan Oman kemudian membangun kembali masjid ini secara megah hingga diresmikan pada tahun 2009 sebagai bentuk solidaritas dan hadiah indah untuk masyarakat Banda Aceh. Sejak saat itu, namanya lekat menjadi Masjid Oman Al-Makmur.
Bagi saya pribadi, tempat ini bukan sekadar bangunan megah. Masjid ini adalah ruang nostalgia. Menyusuri selasarnya malam ini seketika memutar kembali memori masa-masa sekolah (MA) tahun 2015–2018 silam. Dulu, hampir setiap hari saya menyempatkan diri singgah di sini untuk menunaikan shalat Ashar, karena lokasinya yang searah dengan jalan pulang.
Hingga hari ini, Masjid Oman tetap kokoh menjadi salah satu masjid ternyaman yang pernah saya kunjungi. Fasilitasnya sangat memanjakan jamaah. Halaman dan area parkirnya begitu luas, lengkap dengan penjagaan satpam di pintu masuk yang memberikan rasa aman. Menariknya, bagi para pelancong yang sedang berlibur ke Banda Aceh, di samping masjid terdapat penginapan (hotel) yang dikelola langsung di bawah naungan manajemen masjid. Sangat recommended untuk menginap di sini karena suasananya yang syahdu. Ditambah lagi, area wudhu dan toiletnya banyak serta terjaga kebersihannya.
Namun, ada yang istimewa malam ini. Begitu melangkah masuk ke dalam ruang utama, saya sempat tertegun. Suasananya terasa berbeda dari kunjungan terakhir saya. Desain interiornya telah bersolek, jika dulu dindingnya dipenuhi banyak lukisan kaligrafi, kini tampilannya bertransformasi menjadi lebih minimalis dengan nuansa hijau yang menyejukkan mata. Ambal (karpet) di dalamnya begitu tebal dan empuk, membuat ibadah terasa berkali lipat lebih khusyuk. Saking takjubnya dengan wajah baru interior ini, saya tidak tahan untuk tidak mengabadikan beberapa sudut estetiknya melalui kamera ponsel.

Potret saf jama'ah laki-laki dan Mimbar Masjid
Usai menunaikan shalat Isya, saya tidak langsung beranjak. Saya memilih duduk tenang sejenak, berzikir di atas karpetnya yang nyaman sembari merenung dan bernostalgia tentang masa-masa sekolah dulu. Waktu bergulir tanpa terasa.

Berswafoto sejenak di kaca tempat wudhu masjid sesaat sebelum balik
Setelah sekitar setengah jam membasuh jiwa di sini, saya melangkah pulang dengan perasaan yang jauh lebih lega, damai, dan senang. Semoga suatu saat, langkah kaki ini selalu diringankan untuk kembali ke masjid yang megah nan syahdu ini. 🕌✨
🕙 Hari dan jam operasi: 24 Jam (Setiap Waktu Sholat Tiba)
📍 Alamat lengkap Masjid Oman Al-Makmur, Jl. Tgk. M Jl. Moh. Daud Beureuh, Bandar Baru, Kec. Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Aceh [Peta] https://maps.app.goo.gl/grBQ8NxrwK74XzEBA
📍Lokasi di Peta Atlas Steem [//]:# (!steematlas 5.5673826 lat 95.33862023 long Masjid Oman Al-Makmur - Banda Aceh d3scr)





Dear hidayaturridha, excellent pin! Pin curated for Steem Atlas. We appreciate you pinning with us!
Pin stats:
🟢 Beneficiary: 15%
🔴 Delegator: ✗
🔴 Witness Vote: ✗
View your post on Steem Atlas here:
https://steematlas.com/@hidayaturridha/masjid-oman-al-makmur-masjid
Thank you
Thank you for posting this on Steem Atlas.
https://steematlas.com/@hidayaturridha/masjid-oman-al-makmur-masjid
To help improve your posts on Steem Atlas, and increase your chances of winning in the Atlas Challenge, check out these 21 Tips.
Thank you for setting a beneficiary to @steem-atlas, it will help the project grow.
Thanks, I highly appreciate all your support