Mie Ramen Atariki Japan Akira
Meskipun tren restoran Korea sedang menjamur di Indonesia, daya tarik restoran Jepang tetap tidak tergoyahkan. Baru-baru ini, saya berkesempatan mengunjungi Atariki Japan, sebuah restoran spesialis ramen dengan konsep khas Jepang yang cukup mencolok.
Konsep dan Lokasi yang Strategis
Dari luar, restoran ini sudah mencuri perhatian dengan papan toko berwarna merah menyala. Tema merah ini berlanjut hingga ke interior ruangan, bahkan seragam para karyawannya pun senada. Lokasinya sangat strategis karena berada di jalan lintas utama pusat kota, sehingga sangat mudah ditemukan oleh pelanggan.
Menariknya, meskipun mengusung konsep kuliner Jepang, pemilik Atariki Japan adalah seorang pemuda asal Aceh. Usahanya tergolong sukses dan telah memiliki dua cabang yang saya ketahui, yaitu di Banda Aceh dan Lhokseumawe. Sebuah pencapaian luar biasa bagi seorang pengusaha muda lokal.
![]() | ![]() |
|---|
Suasana dan Pelayanan
Memasuki area restoran, kita akan disambut dengan pintu kaca transparan dan interior bermotif kayu yang memberikan kesan hangat dan menarik. Ruangannya bersih, terawat, dilengkapi fasilitas AC yang sejuk, serta pencahayaan yang terang. Di dindingnya, banyak terpampang poster menu yang sangat menggugah selera.
Perhatian terhadap detail di restoran ini patut diacungi jempol, terlihat dari kesigapan petugas yang langsung membersihkan meja begitu pelanggan selesai makan, serta tersedianya fasilitas baby chair yang sangat membantu pengunjung yang membawa anak kecil.
Selain itu, restoran ini memiliki ciri khas unik di mana para pelayan akan serempak meneriakkan salam dalam bahasa Jepang, seperti "Irasshaimase" dan "Arigato Gozaimasu". Meskipun sorakan kompak ini menambah kental nuansa Jepang, bagi saya pribadi, volume suara yang cukup keras tersebut membuat suasana menjadi agak bising dan sedikit mengurangi kenyamanan saat menyantap hidangan.
![]() | ![]() |
|---|
Daftar Menu dan Harga
Sistem pemesanan dilakukan langsung di kasir dan dibayar di muka. Berikut adalah beberapa menu yang kami pesan:
- Chezu Ramen: Rp37.000 (31.28 Steem)
- Curry Ramen: Rp38.000 (32.12 Steem)
- Beef Chezu Ramen: Rp42.000 (35.50 Steem)
- Takoyaki: Rp22.000 (18.60 Steem)
- Lemon Tea Dingin: Rp10.000 (8.45 Steem)
- Green Tea Dingin: Rp10.000 (8.45 Steem)
![]() | ![]() |
|---|
Review Rasa: Jujur dari Meja Makan
Setelah menunggu sejenak sambil mengamati kesibukan para pelayan di dapur terbuka yang terlihat higienis, pesanan kami pun akhirnya dihidangkan. Secara keseluruhan, mi yang disajikan memiliki tekstur yang lembut dengan topping yang cukup lengkap, termasuk daging, telur yang creamy, kacang-kacangan, dan rumput laut.
Kuah kaldunya terasa nikmat dan gurih; namun, secara subjektif, terasa bumbu yang digunakan lebih menyerupai "perasa buatan" atau bumbu instan, bukan kaldu alami dari olahan rempah segar, sehingga mengurangi keaslian rasa ramen itu sendiri. Selain itu, perlu dipertimbangkan bahwa harga yang ditawarkan terasa agak mahal dibandingkan dengan kualitas rasa yang dihasilkan, sehingga penyesuaian harga mungkin diperlukan.
Saran dan Kesimpulan
Sebagai masukan, akan sangat baik jika Atariki Japan lebih aktif melakukan promosi di media sosial seperti TikTok atau memberikan promo potongan harga tertentu untuk menarik lebih banyak pengunjung baru.
Meskipun menurut saya ada beberapa hal yang bisa ditingkatkan, kenyataannya restoran ini selalu ramai dan diminati banyak orang. Hal ini membuktikan bahwa Atariki Japan telah memiliki tempat tersendiri di hati para pecinta kuliner di Aceh.
🕙 Hari dan jam operasi: Setiap hari, mulai Pukul 08:00 - 22:00 WIB
🚩 Alamat lengkap, Jl. Merdeka Barat, Mns Mesjid, Kec. Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Aceh 24355
💁♂️ Media sosial di Instagram : https://www.instagram.com/atarikijapan
🗓️ Waktu kunjungan : Kamis, 17 Juli 2025, 21.15 WIB
📍 Lokasi di peta Steem Atlas: [//]:# (!steematlas 5.18120 lat 97.142188 long Atariki Japan Akira d3scr)









Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.
Curated by : @ahsansharif