The Diary Game 21-01-2026 Hari Bosan yang Menyenangkan
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Halo sahabat Steemians, senang sekali rasanya bisa kembali menyapa Anda semua di komunitas yang luar biasa ini. Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi cerita tentang keseharian saya sebagai orang dewasa—hehehe.
Pagi hari saya awali dengan bangun tidur dan menunaikan salat Subuh. Setelah itu saya membereskan rumah, mandi, bersiap-siap, memakai riasan sederhana, lalu berangkat ke sekolah bersama adik saya, Anaqi. Sesampainya di sekolah, saya langsung menuju kantor dan melihat-lihat apakah ada kelas yang kosong. Ternyata tidak ada kelas kosong, sehingga saya memutuskan pergi ke perpustakaan untuk mengambil kursi guru yang baru saja selesai dicuci dan dijemur.
Saat berada di perpustakaan, saya melihat kondisinya cukup memprihatinkan. Tidak ada buku yang bisa digunakan, sebagian besar buku sudah rusak dan kotor. Saya hanya berada di sana sebentar, tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh lewat.
Tak lama kemudian, MBG datang. Saya menuju ke kelas siang dan ternyata anak-anak sudah sibuk menikmati makanan. Menu hari itu cukup lengkap, ada daging, buah duku, sayur, dan kacang. Setelah makan, kami duduk bersama dan berbincang santai. Topik obrolan kami hari itu tentang banjir.
Karena saya berada di kelas yang berbeda, cerita yang saya dengar pun beragam. Ada anak-anak yang bercerita bahwa mereka sampai harus duduk di atas genteng karena air sudah membasahi badan mereka. Bahkan ada yang sempat berenang untuk menyelamatkan diri, namun alhamdulillah tidak ada yang terbawa arus dan semuanya bisa menuju tempat yang lebih tinggi.
Beberapa dari mereka juga ternyata berada di tempat pengungsian yang sama dengan saya. Kami berbagi cerita, merenung bersama, dan meskipun masih ada trauma, mereka sudah bisa menceritakannya sambil bercanda. Saya berusaha mengalihkan pembicaraan agar mereka tidak teringat pada teman-teman yang kehilangan orang tua akibat banjir.
Setelah cukup lama berbincang dengan anak-anak, saya kembali ke kantor. Kebetulan hari Rabu jam mengajar saya agak longgar. Saya masuk di tujuh jam terakhir untuk kelas lima. Karena kegiatan pembelajaran belum sepenuhnya aktif, saya mengajak anak-anak mengobrol. Cerita mereka hampir sama dengan kelas sebelumnya. Selain itu, saya juga mengajarkan trik perkalian cepat, khususnya perkalian sembilan. Waktu berlalu tanpa terasa hingga akhirnya jam pulang tiba.
Saya pun bersiap pulang ke rumah. Setibanya di rumah, kami makan bersama dan berbagi cerita. Setelah itu saya menunaikan salat Zuhur dan beristirahat sejenak. Beberapa jam kemudian, kami mendapat telepon dari kurir paket yang sudah saya tunggu-tunggu. Paket tersebut berisi casing HP, serum, moisturizer, pelindung charger, dan beberapa barang lainnya. Benar-benar belanja terakhir karena uang saya sudah habis hehehe.
Setelah itu kami kembali tidur. Bangun tidur, saya melaksanakan salat Asar lalu membereskan rumah dan membantu orang tua memasak di dapur. Menjelang Maghrib, kami bersiap mandi dan melaksanakan salat Maghrib. Adik-adik hari itu pergi mengaji dengan berjalan kaki bersama teman-temannya, sehingga saya tidak mengantar mereka.
Saya kemudian duduk bersama orang tua dan keluarga. Beberapa waktu kemudian, adik-adik pulang dan membawa bakso ayam. Kami makan bersama dengan suasana yang hangat dan menyenangkan, karena makan bersama memang selalu terasa lebih nikmat.
Malam harinya, saya diminta membelikan jilbab untuk adik saya karena jilbab lamanya rusak terkena setrika.
Awalnya saya pergi ke Alue Putih yang dekat dengan rumah, namun tokonya sudah tutup. Akhirnya saya melanjutkan perjalanan ke Panton Labu yang jaraknya sekitar 10–15 menit. Saya membeli jilbab seharga 20 ribuan, atau kira-kira setara dengan 18 STEEM. Sekalian, saya juga membeli charger untuk sepupu saya di toko Lux Cell seharga 30 ribuan.
Setelah itu saya kembali ke rumah. Kami memasukkan motor, bersih-bersih, gosok gigi, cuci muka, melaksanakan salat Isya, membaca Al-Qur’an, dan akhirnya beristirahat.
Demikian cerita sederhana dari saya hari ini.
Sampai jumpa di cerita selanjutnya







Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.