The Diari Game ( 13 Februari 2026) Perjalanan Antar Kabupaten Dalam Provinsi

Bus berada di Masjid Pasee Panton Labu
Kicauan burung di pagi hari menambahkan suasana dunia dalam kedamaian. Manusia kluar dari peraduan tidurnya untuk mencari segenggam rizki. Langkah kaki saya ini melangkah menyusuri rumah dan bersiap-siap untuk melakukan perjalanan yang jauh atau perjalanan antar kabupaten dalam provinsi.

Perjalanan menuju ke kabupaten Bireun
Pukul 7:30 saya dan sopir bus sudah berada dipekarangan masjid Raya Pasee Panton Labu untuk menunggu rambongan guru dan para siswa dari SMK Humaniora. Para siswa dan guru akhirnya tiba, namun kami tetap menunggu sampai jam 8:30 wib agar semuanya tiba dan bisa berangkat bersama-sama menuju ke ke Kabupaten Bireun untuk melakukan kunjungan dan takdiah ketempat salah satu sahabat guru yang orang tuanya meninggal dunia.
Setelah semua guru dan siswa berkumpul, kami pun mulai melakukan perjalanan. Dalam perjalanan ini, ada siswa dan guru menunggu di perjalanan yang searah dengan tempat mereka tinggal. Perjalanan di pagi hari yang penuh dengan suka duka serta penuh dengan kebersamaan. Hari ini sekolah juga diliburkan, karena guru dan siswa melakukan perjalanan yang jauh.

Menunggu antrian untuk melewati jembatan Kuta Blang
Saat kami sudah berada di kota Lhokseumawe, kami mengambil jalur melalui jalan elak, namun kami berhenti sebentar di jalan tersebut tepatnya pada sebuah warung untuk membeli makanan dan minuman sebagai sarapan pagi bagi guru dan siswa yang belum sarapan. Perjalanan ini dilanjutkan kembali dengan harapan cepat sampai di tempat tujuan. Perjalanan ini harus berhenti lagi dengan mengantri untuk melewati jembatan Kuta Blang. Jembatan ini sudah putus akibat di terjang banjir bandang tahun lalu, jembatan ini belum bisa dilewati dengan sempurna, harus dilakukan sistim buka tutup untuk setiap arah.
Kami harus mengantri disini sekitar 1 jam lebih. Semua mobil mematikan mesinnya dan banyak penumpang yang turun untuk mencari angin segar dan melindungi diri dari panasnya matahari serta menikmati secangkir kopi.
Saat kami bisa menyebrang, kami pun dengan ceoat memasuki ke bus kembali dan melanjutkan perjalanan ini ke desa Cot Keumude Kabupaten Bireun. Saat sampai di tempat guru kami pun melakukan samadiah dan doa bersama untuk almarhumah semoga keluarga yang ditinggalkannya bisa tabah dan ikhlas menerima kepergian beliau.
Setelah selesai berdoa, dan akan melakukan perjalanan pulang, kami singgah di Cafe Jameuen Kopi yang kebetulan 1 jalan dengan rumah alamarhum orang tua guru kami. Perjalanan ini bisa dikatakan perjalanan yang dabel bisa menikmati suasana wisata sekalian. Di Jameuen Kopi ini kami bisa menikmati secangkir kopi tebu yang nikmat.
Selanjutkan kami melakukan perjalanan pulang kembali dan juga harus mengantri lagi saat berada di jembatan Kuta Blang. Sekitar 1 jam mengantri kami bisa melanjutkan kembali perjalanan ini. Saat kami sudah tiba di Geurugok, disini singgah lagi tetapi bukan karena macet maupun antrian, akan tetapi untuk membeli sate yang sangat legendaris yaitu Sate Apa Leh.
Saat malam sudah menjelma, saya dan rombongan masih dalam perjalanan, walaupun malam yang namanya jajan tetap di lakukan. Kami juga singgah di jajanan Oleh-oleh Nusantara yang berada di daerah Bayu. Saya tiba di rumah sekitar pukul 21:00 wib.
Sekian perjalanan hidup saya hari ini, sampai jumpa di lain kesempatan.



Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.
Thank you for sharing on steem! I'm witness fuli, and I've given you a free upvote. If you'd like to support me, please consider voting at https://steemitwallet.com/~witnesses 🌟
Terimakasih banyak atas dukungannya, semoga anda sukses selalu