Tradisi Meugang di Aceh yang Tetap Terjaga

in Hot News Community7 hours ago (edited)

Meugang menjadi salah satu tradisi atau kebiasaan yang masih tetap dipertahankan hingga kini di Provinsi Aceh tercinta. Makmeugang atau yang juga dikenal sebagai meugang adalah kata yang familiar bagi sebagian besar orang di provinsi Aceh. Biasanya tradisi yang sudah ada sejak zaman Kesultanan Aceh pada masa Sultan Iskandar Muda yang memimpin kerajaan Aceh pada saat itu dilaksanakan satu atau dua hari menjelang masuknya bulan suci Ramadhan atau hari raya Idul fitri dan Idul Adha.

1000405045.jpg
Source

Hari Rabu yang penuh berkah ini merupakan hari meugang bagi masyarakat Aceh dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah. Tradisi yang masih tetap terjaga dengan baik sampai sekarang di seluruh penjuru Provinsi Aceh tercinta. Makmeugang adalah tradisi memasak daging sapi atau kerbau dengan berbagai olahan dan kemudian menikmatinya bersama seluruh anggota keluarga. Berbagai macam masakan disiapkan menggunakan bahan daging pada hari meugang ini. Hari meugang di kalangan masyarakat Aceh dimulai dengan penyembelihan sapi, kerbau, atau kambing.

1000405044.jpg
Source

Hampir semua orang Aceh dari berbagai kalangan akan membeli daging untuk diolah guna memenuhi tradisi makmeugang ini. Tradisi meugang telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat di wilayah Aceh tercinta. Tradisi meugang dilakukan sebelum bulan suci Ramadan dan hari raya Islam lainnya seperti Idul Fitri atau Idul Adha. Setiap orang Aceh, di mana pun mereka berada, akan selalu merayakan Hari Meugang. Salah satu ciri khas tradisi meugang adalah keberadaan pasar daging di berbagai tempat umum. Pasar daging ini merupakan tempat ramai yang dikunjungi orang untuk membeli daging segar dan berbagai bahan makanan lainnya.

1000405061.jpg
Source

Meskipun harganya relatif mahal dibandingkan hari-hari biasa. Namun, antusiasme masyarakat Aceh untuk membeli daging pada hari makmeugang sangat tinggi. Makmeugang adalah momen yang ditunggu-tunggu masyarakat Aceh untuk mempersiapkan kebutuhan mereka selama bulan Ramadan dan hari raya. Awalnya, tradisi ini merupakan program tahunan yang dilakukan oleh kerajaan pada waktu itu. Pemerintah berperan penuh dalam penyembelihan dan pendistribusian daging makmeugang kepada masyarakat kurang mampu. Bantuan ini diberikan dua hari sebelum Ramadan, dua hari sebelum Idul Fitri, dan dua hari sebelum Idul Adha.

1000405056.webp
Source

Program bantuan sosial ini berlanjut selama beberapa generasi hingga perang Aceh terjadi pada tahun 1873 dan berakhirnya pemerintahan Sultan pada tahun 1903. Tradisi ini telah dipertahankan dan berakar kuat dalam masyarakat dan masih dipertahankan hingga saat ini. Budaya masyarakat yang sejak awal menyambut kedatangan hari makmeugang dengan antusias dan gembira telah menyebabkan tradisi ini terus dipertahankan hingga saat ini meskipun jauh dari esensi tujuan awalnya. Bagi masyarakat Aceh diperantauan bahkan yang berada di luar negeri terkadang pulang secara khusus untuk menikmati suasana meugang di kampung halaman.

Salam,
@fadlymatch

Coin Marketplace

STEEM 0.05
TRX 0.29
JST 0.043
BTC 67715.88
ETH 1969.01
USDT 1.00
SBD 0.38