Jakarta, I am coming (5 April 2026)
Hello rekan-rekanku steemian. Apa masih semangat menulis kisah atau sudah melemah. Ya, pasti melihat situasi yang berkembang dapat menyurutkan diri. Tapi, jika belum bisa rutin maka jangan lupa menulis kisah di steemith. Butuh sabar dan istiqamah untuk bangkit. Aku sempatkan lagi mengurai kisah yang apabila dibiarkan dali peti pandora sangat disayangkan. Walau telah berlalu pastilah akan memberi manfaat tulisanku.. Ayo ikuti kisahnya duhai rekan-rekanku di stemian.
Jakarta, kali ini Aku datang. Datang bukan untuk rekreasi. Bukan ingin wisata religi, apalagi main- main ke pantai Ancol dan Taman Mini. Aku datang dalam rangka mengikuti Pembekalan Ketrampilan Gada Utama yang diselenggarakan oleh Mabes TNI. Pelaksanaan pada 5 - 10 April 2026, di Royal Palm Hotel, Cengkareng, Jakarta Barat. Alhamdulillah, rezeki Allah berikan kepadaku. Aku terpanggil untuk mengikutinya.

Berada di Bandara Kuala Namu, Deli Serdang
Seminggu dari waktu keberangakatan, Aku sudah pesan tiket pesawat. Langganan Maskapai Lion Air yang akan menerbangkanku dari Bandara Kuala Namu, Deli Serdang menuju Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Jakarta. Tiket sudah dipesan dan Aku berangkat pada hari Minggu, 5 April 2026, pukul 09.15 WIB. Pagi hari Aku sudah berangkat dari rumah. Diantar oleh anak bujang. Untuk memangkas waktu maka memanfaatkan jalan Tol Belmera to Kuala Namu. Sekitar 40 menit perjalanan Aku tiba di Bandara. Setelah turun dari mobil dan perlengkapan dibawa, tak lupa bergaya terlebih dahulu membuat kenangan dengan diambil gambar oleh anak bujangku. Aku masuk kedalam bandara dan anak segera pulang. Protokol bandara dari TNI AL sudah menanti. Masih ada waktu untuk masukkan barang ke bagasi. Chek in sudah dilakukan lebih awal. Selesai dan Aku masuk keruang tunggu Gate 6.
Tak lama menanti, penumpang yang akan ke Jakarta via Lion Air JT 201 dipersilahkan masuk kepesawat. Alhamdulilah, tepat waktu dan tidak terjadi delay. Penumpang ramai. Kursi penuh dan no 3D kursiku. Ternyata pesawat kali ini Aku naik adalah Airbus, alias pesawat besar. Jumlah penumpangnya adalah 442 orang. Ini kali pertama naik pesawat Lion Air dengan jumlah penumpang 400-an. Spontan Aku bercerita dalam hati, "pesawat ini apa akan bawa diriku ke Arab Saudi. Bukan ke Jalarta?" Maunya Aku dibawa ke Arab Saudi sekalian dapat melaksanakan ibadah haji.
Penumpang semua sudah duduk dikursi masing-masing. Pesawat take off meninggalkan bandara Kuala Namu Deli Serdang. Perjalanan akan menyita waktu sekitar 2 jam lebih. Cukup melelahkan. Aku masih santai duduk dikursi empuk. Pramugara dan pramugari memberikan informasi peraturan dan penggunaan alat-alat keselamatan jika terjadi trouble pesawat. Aku tak merasakan goncangan kuat diawal-awal pesawat membelah awan dan menembus angkasa. Aku memperhatikan praktek yang ditampilkan oleh pranugara. Ada sempatkam foto dengan salah seorang pramugara yang bernama Mikheil. Orangnya tinggi dan putih serta rapi penampilannya. Kami saling bergaya bagaikan foto model yang akan menjadi duta pesawat terbang.Hehehehe.

Bersama pramugara dan makan popmie didalam pesawat
Pesawat terus menembus awan. Sudah sekitar dua puluh menit pesawat mengudara. Di dalam pesawat ada dijual makanan (popmie) dan minuman (air mineral, kopi, teh dll). Perutku terasa lapar dan memesan satu popmie dan satu botol air mineral kecil. Ya, namanya didalam pesawat, pastilah harganya lebih tinggi dibandingkan di daratan. Penerbangan dengan menggunakan pesawat Lion Air tipe Airbus sangat nyaman. Plus pramugara/i juga humanis. Bahkan Aku dapat mengambil gambar dengan salah seorang Pramugaranya.

Naik bus menuju tempat pengambilan barang
Penerbangan kami telah memasuki wilayah udara Palembang. Tak berselang lama informasi dari Pramugari agar seluruh penumpang duduk dikursi karena pesawat sesaat lagi akan landing alias mendarat. Nah, sekitar pukul 12.10 WIB pesawat mendarat mulus. Semua penumpang bersiap-siap turun. Secara perlahan satu persatu penumpang turun dari tangga depan. Bertemu dengan salah seorang pramugara yang foto bareng, kami saling menyapa dan saling berdo'a diakhir pertemuan di pintu pesawat. Kami menuju tempat pengambilan barang. Menuju kelokasi kami semua diantar oleh bus bandara. Tak berselang lama tiba ditempat pengambilan tas atau barang lain.

Jumpa Kanda Drs. H Ibnu Sa'dan, M.Pd
Sambil menunggu barang yang masih dalam proses penurunan, Aku berjumpa dengan seniorku, alumni Fakultas Dakwah UIN Ar-Raniry, mantan Kakanwil Kemetrian Agama Provinsi Aceh, dan sekarang menjabat sebagai Kabiro Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan (AUPK) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU). Beliau bernama Drs. H. Ibnu Sa'dan, M.Pd, putera Aceh. Lama tak berjumpa. Kami hanya berkomunikasi lewat dunia maya alias medsos. Sekali waktu berkomunikasi lewat handphone. Beliau senior yang mempunyai kemampuan pengetahuan dan integritas tinggi dalam pekerjaan. Putera Aceh yang bekerja di UINSU dan termasuk jabatan penting yang diembannya. Beliau dengan hati tulus mengajak makan siang atau minum kopi. Sejatinya Aku berbahagia sekali. Sesama anak Atjeh harus demikian. Harus ceria jumpa diluar kampung. Aku pernah juga jumpa senior dan sudah bertahun-tahun jumpa namun tak ada rasa basa basi ngajak ngopi. Beliau pejabat negeri juga. Mungkin beda hatinya. Hehe. Akhirnya, tawaran dari Bang Ibnu Sa'dan dengan penuh rasa hormat Aku tak bisa penuhi. Aku harus menunggu barang bawaan dari bagasi. Beliau pun sepertinya tergesa-gesa juga. Aku sampaikan bahwa jemputan kami dari pihak hotel pukul 14.00 WIB. Jika lewat maka tinggu pukul 16.00 WIB. Semakin larut masuk kedalam hotel.
Kami berpisah dengan Bang Ibnu Sa'dan. Pertemuan singkat namun menyenangkan. Tak lama barangku lengkap disandang. Aku salat dhuhur terlebih dahulu. Jika nantinya di hotel kuatir akan masuk ashar. Manfaat waktu seefesien mungkin. Salat tuntas. Baru lepas rehat sejenak, Bang Tofik, yang jemput telpon. Kami jumpa di Gate maskapai Lion Air. Ternyata, penumpangnya hanya Aku seorang. Perlahan kami meninggalkan bandara Soekarno Hatta. Jakarta, memang tak pernah hilang dari kemacetan. Kendaraan ramai berpacu waktu ditol. Aku menikmati perjalanan menuju hotel sambil melihat gedung-gedung tinggi pada kiri dan kanan jalan. "Aku di Medan saja tugasnya menjelang senja alias pensiun," gumamku dalam hati. Kami sambil bercerita panjang lebar. Bang Topik sudah cukup lama bekerja di hotel tersebut yang tugasnya bagian driver. Beliau menikmati dan mensyukuri pekerjaan ini.

Tiba di hotel dan berjumpa teman-teman
Perjalanan kami hanya butuh waktu sekitar 25 menit. Sekitar pukul 14.25 WIB kami sudah tiba di Royal Palm Hotel, tempat kami menginap selama berlangsung kegiatan selama lima hari. Ternyata suasana di hotel sangat ramai. Informasinya ada dua kegiatan pernikahan. So pastilah ramai. Aku menuju meja panitia untuk registrasi dan laporan kedatangan. Ada beberapa senior dan rekan-rekan lainnya yang lebih awal tiba. Belum bisa masuk hotel karena hotel tersebut akan dibersihkan terlebih dahulu setiap kamar yang akan dipakai. Kami saling berkenalan dan bercerita dengan penuh keceriaan. Bad tanda peserta dan baju kemeja untuk pelatihan dibagikan. Ada beberapa warna, merah, orange, hitam, putih dan biru. Namun banyak yang memilih warna merah dan hitam. Lebih dominan. Informasinya pukul 19.00WIB semua peserta untuk hadir di longroum untuk melaksanakan gladi kegiatan pembukaan esok harinya.
Tak berapa lama kami menunggu, maka kami dipersilahkan masuk kedalam kamar. Satu kamar ada dua orang. Aku bersama Kollonel Laut (Kh) Edi Bangun, beliau senior saya. Maka sekitar pukul 17.00 WIB kami makan malam. Suasana masih ceria dan bahagia bisa berjumpa teman baru dari militer dan juga dari pihak sipil. Baju merah yang Aku pakai memang menyala dan keren. Makan malam dinikmati dengan santai. Lauknya enak dan banyak pilihan. Pastilah selama lima hari berat badan akan naik drastis.

Persiapan acara gladi pembukaan kegiatan
Waktu berjalan cepat, usai salat magrib, sekitar pukul 19.00 WIB seluruh peserta masuk ke Longroum untuk mengikuti gladi. Kami duduk dengan santai di ruangan dan para perwakilan untuk gladi tampil kedepan. Aku kebagian sebagai pembacaan do'a. Selesai acara gladi segera kembali ke kamar hotel. Badan terasa lelah dan harus tidur lebih awal. Jakarta, I am coming. Jakarta memang keren sebagai ibukota NKRI.***
Salam semangat dari @hoesniy



Thank you for sharing on steem! I'm witness fuli, and I've given you a free upvote. If you'd like to support me, please consider voting at https://steemitwallet.com/~witnesses 🌟
bereh that gure
Siap Tgk.tks