Peserta Gada Utama, Latihan Menembak (9 April 2026)

in Hot News Community17 days ago

1002243202.jpg

Hello rekan-rekanku steemian. Apa kabar. Semoga sehat dan baik. Sudah hampir setengah bulan menyimpan kisah. Walau telah lama berlalu kisah sebulan silam, tapi Aku tulis saja..Sayang jika dibuang. Pastilah akan bermanfaat. Kita ikuti saja ya kawan. Begini kisah dibuka;

Aku dengan rekan-rekanku lainnya sudah tiga hari mengikuti Pelatihan Satuan Pengamanan Gada Utama. Tempat pelatihan di Royal Palm Hotel, Cengkareng, Jakarta Barat. Belajar selain disalah satu ruangan hotel maka sekali waktu kita diagendakan belajar dialam terbuka. Tepatnya, kita belajar menembak pistol. Kegiatan tersebut pada Hari Kamis, 9 April 2026 dengan tempat latihan di Lapangan Tembak Ksatria Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur.

1002252168.jpg
Persiapan berangkat latihan menembak

Intruksi sudah jelas, bahwa kami sarapan pagi pukul 06.00 WIB, dan usai sarapan semua peserta pada pukul 06.30 WIB sudah berkumpul diteras samping hotel untuk mengecek kesiapan dan keberangkatan peserta Gada Utama untuk mengikuti latihan menembak. Kami semua berkumpul dan dilaksanakan absen kehadiran. Satu persatu peserta di chek dan setelah lengkap semua masuk kedalam bus yang akan membawa kami semua pada lokasi latihan. Pastinya do'a tak dilupakan karena kegiatan apapun juga harus diawali dengan do'a agar selamat dan dapat perlindungan dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa.

1002252169.jpg
Suasana didalam bus

Sekitar pukul 07.00 WIB, bus telah meninggalkan hotel. Rasa bahagia dan ceria terpancar jelas dari raut wajah semua peserta. Latihan menembak pastilah asyik. Peserta pelatihan ini didominasi para prajurit TNI, yaitu AD, AL dan AU. Ada juga beberapa orang sipil yang bergabung mengikuti pelatihan yang terselenggaranya kerjasama Mabes TNI dengan PT. Elite Sinergi Servis plus Korbinmas Baharkam Polri. Pastilah kegiatan keren dan mantap. Aku baru kali ini di Jakarta menginap.di Hotel dan saat menuju lokasi maka terlihat pemandangan kemacetan lalulintas nyata adanya. Kendaraan roda empat dan roda dua mendominasi jalan. Kami yang menggunakan bus harus menyesuaikan kecepatan ditengah kota. Inilah Jakarta, salah satu Kota Metropolitan dan ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk mencairkan kemacetan saat memutar haluan dipersinpangan maka andil pak ogah pastilah sangat bermanfaat. Inilah fenomena yang tak terelakkan. Bus telah meninggalkan hotel sekitar tiga puluh menit. Kami masih bercerita ngalur ngidul didalam bus. Ada juga yang memanfaatkan waktu singkat dengan istirahat atau tidur-tiduran. Ada yang berfoto ria. Ada yang pandangan serius melihat lalulintas yang berwara-wiri. Seru.

1002252172.jpg
Peserta tiba dilapangan Tembak Ksatria

Tak berselang lama kami tiba dilokasi. Ternyata kami tidak masuk kedalam kesatrian Mako Kopassus. Bus diparkirkan diluar area kantor. Ternyata lapangan tembak tersebut berada diluar kesatriaan. Semua peserta telah turun dari bus. Lokasinya dapat dijangkau dengan berjalan kaki saja. Namun menuju lapangan tembak butuh sedikit tenaga dan penuh kehati-hatian. Persoalannya naik dan turun tangga untuk tiba di tempat kita berlatih. Saat tiba di lokasi maka yang dicari awal adalah water closed (WC), maklum harus melapor alias kencing beberapa peserta. Ya, pengaruh cuaca pada hari itu agak sendu langitnya.

1002252215.jpg
Peserta mendengarkan arahan pelatih

Sebelum pelaksanaan latihan menembak semua peserta mendapatkan pengarahan dari instruktur menembak. Hal ini dilakukan karena memang sudah Standart Operasional Prosedur (SOP). Walaupun hampir semua peserta adalah prajurit TNI yang tidak asing dengan senjata pistol, namun harus mendengarkan dengan baik. Semua ini demi kebaikan dan keselamatan. Sambil mendengarkan instruksi peserta dapat menikmati minuman dan kue ringan. Mau ngopi pun, juga disiapkan. Panitianya, sungguh keren dan luar biasa. Kekompakan dan kolaborasi tim dari Mabes TNI, Polri dan PT. Elite Sinergi Servis patut diberikan apresiasi yang baik. Nantinya akan ada beberapa gelombang yang mengikuti latihan menembak. Peserta gelombang pertama tampil dan gelombang kedua menanti duduk pada kursi yang disiapkan.

1002252218.jpg
Menembak percobaan

1002252229.jpg
Pemeriksaan lisan tembak

Gelombang pertama mulai tampil. Posisi dua puluh lima meter. Satu gelombang sekitar lima orang. Setiap tempat menembak terdapat satu instruktur yang mendampingi dan mengarahkan. Tembakan percobaan pertama tiga butir peluru. Ada yang menembak penuh hati-hati sesuaikan tarikan nafas. Ada juga yang main tembak saja habiskan euru percobaan. Usai tembakan percobaan maka dilaksanakan pengecekan hasil tembakan. Uhui, ada yang tembakannya masuk dilisan 10,9 dan ada juga yang tembakannya nyasar dilingakaran tanpa angka, bahkan ada yang mengudara mencari burung diangkasa. Hehehehe.

1002252346.jpg
1002252357.jpg
1002252363.jpg
1002252236.jpg
1002252230.jpg
Penampilan peserta menembak

Selanjutnya, tembakan sepuluh butir peluru. Ini paling seru lho. Tembakan sepuluh butir ini ada juga yang haislnya maksimal diangka utama 10,9 dan nyasar 8. Masih ada juga yang ngak jelas pelurunya. Lebih seru lagi disaat kaum hawa menembak. Pastilah ramai yang mensupport sambil bersorak-sorak. Persoalannya para kaum hawa baru kali ini pegang pistol. Ngeri-ngeri sedap juga. Saat menembak, bergetar tangannya. Pastilah peluru hilang entah kemana. Aku, yang merupakak salah satu penembak pun, saat sepuluh butir tak sempurna hasilnya. Lebih banyak hilang sasaran, hanya no 8 dan 7, butirannya, selebihnya pada lingkaran putih nilai rendah dan diluar lingkaran. Maklum saja, bukan yanus menembak, hanya sekali-kali saja ada latihan baru pegang pistol. Lebih banyak pegang pulpen.Hehehe. Ada juga yang top tembakannya, karena baginya pistol sudah menjadi bagian dari kesehariannya. Beda profesi saat dinasnya. Ada pasukan khusus yang kesehariannya berlatih menembak. Kita semua menikmati ikut menembak yang merupakan salah satu dari materi latihan kemampuan bagi peserta.

1002252246.jpg
Foto bersama usai latihan menembak

1002079128.jpg
Kenangan di lapangan Tembak Ksatria

Waktupun berjalan cepat. Kami pukul 11.00 WIB harus sudah kembali. Sebelum kembali terlebih dahulu mendengarkan pesan-pesan dari para instruktur dan saling menyapa dengan ucapan terima kasih. Tak lupa kami semua berfoto bersama dilapangan tembak Ksatria Kopassus yang terletak di Cijantung, Jakarta Timur. Seru dan bahagia semua. Aku tak lupa memanfaaykan momen berfoto yang latar belakangnya tertulis Lapangan Tembak Ksatria. Ini pertama dan terakhir Aku hadir sekitar Kesatrian Kopassus. Sayang, tak sempat masuk kedalam kesatrian karena waktunya hanya singkat. Namun setidaknya cukup bangga dan bahagia.

Satu persatu kami mulai meninggalkan tempat latihan menembak. Kami harus menaiki beberapa anak tangga. Bagi yang perutnya masih tipis tak terlalu sulit. Namun bagi yang perut buncit alias gendut maka terasa berat membawa badan. Ngos-ngosan juga lho. Ada perasaan senang tak terlukiskan. Walau sesaat namun kebersamaan dalam latihan menembak tak ternilai senangnya. Apalagi esok harinya, menjadi hari terakhir pelatihan. Pastilah latihan menembak ini penuh kesan indah plus kelucuan bagi yang pelurunya banyak nyasar. Semua kami sudsh berkumpul ditempat parkir bus. Setelah lengkap semua masuk kedalam bus dan menuju peraduan Royal Palm Hotel. Sekitar pukul 12.00 WIB kami tiba. Usai sudah latihan menembak pistol hari ini tanpa ada musibah dan personel serta material aman. Sampai jumpa lain waktu kawan.***

Salam semangat dari @hoesniy

Sort:  
 17 days ago 

mantap

 17 days ago 

Tks Tgk