The Diary Game 19-01-2026 “Cerita Sedih Seorang Anak yang Kehilangan Paman Akibat Bencana Banjir”

in Hot News Communitylast month

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

IMG_6938.jpeg

Anak yang bercerita tentang keluarganya pas banjir 27 November

Halo teman-teman semuanya
Senang sekali rasanya bisa kembali menyapa Anda semua di komunitas luar biasa ini. Kali ini saya ingin berbagi cerita tentang keseharian saya, hari yang cukup panjang, melelahkan, tetapi penuh makna.

IMG_6930.jpeg

Suasana sekolah

Pagi hari saya awali seperti biasa. Saya bangun tidur, menunaikan sholat subuh, lalu membereskan tempat tidur. Setelah itu saya baru sadar bahwa hari ini adalah hari Senin. Saya pun bergegas bersiap-siap menuju sekolah. Karena hari ini menggunakan baju bebas, saya berangkat ke SD Negeri 5 Baktiya dengan berjalan kaki. Di perjalanan saya bertemu anak-anak yang juga memakai baju bebas. Suasana sekolah sudah mulai ramai, dan pembagian kelas pun telah dilaksanakan. Setiap kelas kembali ke kelas masing-masing dan tidak lagi disatukan.

IMG_6932.jpegIMG_6933.jpegIMG_6934.jpeg

anak kelas 2B

Kebetulan wali kelas 2B sedang berhalangan hadir karena suami beliau meninggal dunia, sehingga saya diminta untuk menggantikan mengajar di kelas dua. Jujur, saat itu saya merasa sedikit bingung. Proses belajar anak-anak kelas rendah ini masih belum tertata dengan baik, sementara saya juga belum tahu harus memulai dari materi apa.

IMG_6935.jpeg

Tes perkalian

Akhirnya saya memutuskan untuk mendekati siswa terlebih dahulu. Saya menyapa mereka satu per satu dan menanyakan kabar. Dari situ saya merasakan bahwa banyak dari mereka masih menyimpan trauma akibat banjir. Untuk melihat kemampuan awal mereka, saya mencoba memberikan tes sederhana berupa perkalian. Saya meminta satu orang siswa maju ke depan dan menanyakan perkalian empat. Dari kegiatan ini, saya menemukan bahwa ada sekitar lima orang siswa yang cukup mahir dalam matematika.

Setelah itu, saya berinisiatif untuk mengetahui pengalaman banjir yang mereka alami. Saya meminta mereka menceritakan bagaimana kondisi saat banjir, apa yang mereka rasakan, apakah rumah mereka terendam, dan bagaimana keadaan keluarga mereka. Saya kemudian meminta mereka menuliskan cerita tersebut. Saya duduk bersama mereka, membimbing secara perlahan. Ada kata-kata yang sebenarnya bisa mereka ucapkan, tetapi belum bisa mereka tulis, sehingga saya membantu menuliskannya bersama-sama.

IMG_6938.jpeg

Anak yang bercerita tentang keluarganya pas banjir 27 November

Salah satu cerita benar-benar membuat saya terdiam. Seorang siswa kelas dua bercerita bahwa dirinya hampir terbawa arus banjir. Saat itu ia sedang tertidur dan tidak mengetahui bahwa banjir akan separah itu. Ibunya membangunkannya dan ternyata air sudah setinggi leher. Alhamdulillah, anak tersebut bisa berenang menuju tempat pengungsian. Ibunya sempat kembali ke rumah untuk mengambil beberapa potong kain agar mereka tidak kedinginan.

Namun, ibunya tidak bisa berenang. Beliau terbawa arus air yang sangat deras dan tersangkut di pohon kelapa. Abang beliau datang untuk menyelamatkan, tetapi pada saat proses penyelamatan justru abang beliau yang terbawa arus. Ibunya selamat dengan menggunakan rakit. Dua hari setelah banjir, ditemukanlah jenazah abang beliau, yang merupakan paman dari siswa tersebut.

Anak itu bercerita dengan tenang, tanpa menangis. Saya justru merasa sangat terharu dan prihatin. Saya bersyukur karena Allah masih menyelamatkan sebagian keluarganya. Bencana banjir ini benar-benar meninggalkan luka yang mendalam. Kehilangan anggota keluarga tidak dapat dibandingkan dengan kerusakan rumah atau hilangnya harta benda.

IMG_6939.jpegIMG_6942.jpegIMG_6943.jpeg

Anak-anak dibagikan MBG

Setelah proses pembelajaran selesai, datanglah MBG (Makanan Bergizi Gratis) yang disediakan oleh pemerintah. Setiap siswa mendapatkan satu porsi makanan yang terdiri dari daging, sayur, kacang, dan buah jeruk. Setelah pembagian MBG selesai, saya kembali ke kantor dan beristirahat sejenak. Karena saya mengajar kelas rendah, siswa pulang sekitar pukul 11.00, sedangkan saya dan guru lainnya pulang sekitar pukul 12.00.

Sesampainya di rumah, saya beristirahat sebentar karena tubuh terasa sangat lelah. Setelah itu saya sholat, makan siang, dan kembali beristirahat. Sore harinya saya bangun, membereskan rumah, mandi, dan menunaikan sholat asar. Saya sempat duduk sebentar berbincang dengan orang tua. Menjelang maghrib, saya sholat maghrib dan menunggu waktu isya.

IMG_6973.jpegIMG_6978.jpeg

Anaqi punya buku baru dan sangat antusias belajar

Saya juga melihat antusias adik saya, Anaqi, dalam belajar. Ia baru mendapatkan buku paket baru berupa buku dongeng Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Ia belajar bersama temannya, Rafki. Begitulah dunia anak-anak, belajar sambil bermain.

IMG_6980.jpeg

Bubur kacang hijau kesukaan

Sekitar pukul 9 malam kami merasa lapar. Padahal sebelumnya saya sudah makan kacang hijau yang rasanya sangat enak, tetapi tetap saja perut terasa ingin makan nasi. Saya melihat di kulkas ada ikan tongkol, lalu saya berinisiatif untuk membakarnya menggunakan teflon karena hari sudah malam. Kami memang tidak terlalu menyukai ikan bakar berbumbu, jadi saya membuatnya secara sederhana. Sambalnya terdiri dari bawang, tomat, cabai, kecap manis, dan kecap asin. Nasi di magic com pun habis satu.

IMG_6985.jpegIMG_6989.jpeg

Malam-malam bakar ikann

Setelah makan, kami beristirahat sebentar. Tiba-tiba mama meminta saya pergi ke supermarket untuk membeli susu. Sekitar pukul 10 malam saya keluar rumah, mampir ke ATM terlebih dahulu, lalu menuju supermarket. Di sana adik saya meminta dibelikan martabak manis, dan saya pun menuruti permintaannya.

IMG_6994.jpeg

Ambil uang di ATM

IMG_6997.jpegIMG_6998.jpeg

Beli susu sma martabak manis

Kami pulang ke rumah, makan martabak bersama, sambil bercerita. Saya juga sempat mengajari adik saya bagaimana menulis cerita yang baik untuk Steemit. Setelah itu saya menunaikan sholat isya dan bersiap untuk tidur.

Hari ini terasa sangat panjang, penuh dengan cerita dan pelajaran. Saya merasa lega bisa berbagi kisah ini di komunitas ini dan menjadikannya sebagai kenangan.
Terima kasih sudah membaca cerita saya. Sampai jumpa di postingan selanjutnya

Sort:  

Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.

--

TEAM 8

Congratulations! This post has been voted through steemcurator08 We support quality posts, good comments anywhere and any tags.


1767244330135.png

Curated by : ngoenyi

Coin Marketplace

STEEM 0.06
TRX 0.28
JST 0.048
BTC 71379.47
ETH 2079.91
USDT 1.00
SBD 0.47