The Diary Game 19-02-2026 Hari Pertama Puasa

in Hot News Community4 days ago

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Halo teman-teman semuanya. Senang sekali bisa kembali menyapa Anda di komunitas luar biasa ini. Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi cerita tentang hari pertama saya menjalankan puasa di bulan suci Ramadhan.

IMG_8805.jpeg

baca qur’an dulu

Hari dimulai lebih awal dari biasanya. Pukul 04.00 kami bangun untuk sahur. Menu sahur sederhana, tetapi terasa cukup karena dinikmati bersama keluarga. Setelah itu, saya melaksanakan sholat tahajud sebentar. Suasana dini hari di bulan Ramadhan selalu menghadirkan ketenangan yang berbeda. Kami melanjutkan dengan membaca Al-Qur’an bersama. Di bulan ini, kami menargetkan untuk khatam 30 juz. Pagi itu saya membaca tiga lembar sebelum adzan Subuh berkumandang.

Ketika adzan terdengar, kami menunaikan sholat fajar, dilanjutkan sholat Subuh. Setelah wirid dan dzikir singkat, aktivitas rumah langsung dimulai. Subuh di bulan puasa terasa produktif. Kami berbagi tugas: menyapu, menjemur pakaian, dan mencuci piring. Semua bergerak tanpa banyak bicara. Ada rasa ringan ketika pekerjaan selesai sebelum matahari terbit.

IMG_8840.jpeg

belajar b.inggris

Setelah itu saya menyempatkan diri belajar bahasa Inggris. Sayangnya, rasa kantuk sulit dilawan. Tanpa sadar saya tertidur dengan buku masih terbuka dan pulpen di tangan. Pelajaran penting hari itu: belajar di tempat tidur memang kurang efektif. Saya terbangun sekitar pukul 11.00 karena ada tamu datang. Alhamdulillah rumah sudah rapi, jadi tidak perlu terburu-buru.

Usai tamu pulang, saya melaksanakan sholat dhuha. Menjelang Dzuhur, saya mengaji untuk mengisi waktu dengan hal yang bermanfaat. Setelah sholat Dzuhur dan wirid, waktu terasa berjalan cepat menuju sore.

IMG_8812.jpegIMG_8818.jpeg

masak kangkung dulu

IMG_8811.jpeg

mau goreng daging

Pukul 15.00 kegiatan dapur dimulai. Karena ibu sedang sakit, saya mengambil alih urusan memasak. Saya menyiapkan bumbu kangkung: cabai, tomat, bawang merah, bawang putih, dan terasi, lalu dihaluskan. Selain itu, saya menggoreng daging sisa meugang kemarin. Adik saya membuat klepon—atau dalam sebutan kami, bohororom. Rencana awal ingin warna hijau, tetapi karena pewarna tidak tersedia, kami memilih warna pink. Isinya gula aren, direbus hingga matang, lalu digulingkan di kelapa parut.

IMG_8821.jpegIMG_8823.jpeg

Beli kelapa dipasar

Kelapa sempat menjadi kendala kecil. Ada kelapa di belakang rumah, tetapi tidak ada yang bisa mengupas. Akhirnya saya membeli di pasar. Suasana pasar sore hari Ramadhan ramai oleh penjual takjil. Setelah itu saya kembali ke rumah dan menyiapkan martabak mie, memanfaatkan bahan yang ada, termasuk sisa daging blender.

IMG_8842.jpeg

seluruh masakan sudah siap

Menjelang Maghrib, kami menyiapkan minuman. Sirup ABC menjadi pilihan untuk berbuka. Saat adzan Maghrib tiba, kami berbuka bersama. Rasa syukur sederhana terasa kuat di meja makan. Setelah sholat Maghrib, saya keluar sebentar mengambil obat untuk ibu di tempat praktik bidan.

Malam harinya saya berangkat ke masjid untuk sholat tarawih. Hujan sempat turun, membuat saya ragu untuk pergi. Pada akhirnya saya tetap berangkat. Tarawih berlangsung sekitar dua jam. Lelah terasa, tetapi hati terasa tenang.

Sepulang dari masjid, kondisi ibu masih belum membaik. Saya mengantar beliau untuk pemeriksaan. Kekhawatiran sempat muncul, tetapi hasilnya bukan asam urat seperti yang kami takutkan. Setelah itu kami menuju tempat urut untuk terapi tangan. Prosesnya cukup lama. Kami tiba kembali di rumah sekitar pukul 00.30.

Malam ditutup dengan rutinitas singkat: membersihkan diri, wirid sebentar, lalu istirahat. Hari pertama puasa terasa panjang, padat, dan penuh makna. Ada lelah, ada pelajaran, dan ada rasa syukur yang sulit digambarkan.

Demikian cerita saya. Sampai jumpa di kisah berikutnya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sort:  

Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.

Coin Marketplace

STEEM 0.05
TRX 0.28
JST 0.046
BTC 64427.65
ETH 1857.00
USDT 1.00
SBD 0.42